- Nama Lengkap : Aulia Nurun Aini Qolbu
- NIM : 230121609761
- Offering / Kelas : A23
Bagian I: Pendahuluan
Analisis Kesenjangan Harapan utama dalam pembelajaran IPA di tingkat SMP adalah terciptanya pemahaman konsep abstrak, seperti mekanika benda langit, melalui pengalaman visual yang konkret. Namun, kondisi di lapangan seringkali menunjukkan keterbatasan media pembelajaran yang hanya mengandalkan buku teks statis, sehingga siswa kesulitan memvisualisasikan perbedaan rotasi dan revolusi secara akurat. Kesenjangan ini menuntut adanya integrasi teknologi yang mampu menjembatani kecerdasan manusia dengan kemampuan presentasi digital. Dengan mengintegrasikan prinsip multimedia, proyek GENI-Science hadir untuk mengubah materi yang padat menjadi unit informasi kecil (microlearning) yang lebih mudah dicerna. Strategi ini sejalan dengan pandangan bahwa teknologi pendidikan harus mampu melampaui sekadar penyampaian konten dan fokus pada penciptaan lingkungan belajar yang baru.
Bagian II: Analisis Keilmuan Pendidikan (Pedagogi)
Fokus Masalah & Landasan Desain Fokus masalah dalam proyek ini adalah rendahnya keterlibatan siswa akibat metode ceramah satu arah pada materi Tata Surya. Sebagai solusinya, GENI-Science dirancang dengan fitur navigasi non-linear yang memungkinkan siswa mengeksplorasi planet berdasarkan minat mereka sendir. Secara akademis, desain ini berlandaskan pada teori Konstruktivisme, di mana siswa membangun pengetahuan secara aktif melalui interaksi dengan objek digital. Hubungan antara fitur pop-up information dengan landasan pedagogis ini memastikan bahwa setiap klik yang dilakukan siswa bukan sekadar aksi mekanis, melainkan sebuah proses penemuan (discovery learning) yang didukung oleh desain komunikasi dan teknologi pendidikan yang mapan.
Transformasi Teknologi & Koherensi Fitur Transformasi teknologi dalam GENI-Science terlihat pada perubahan narasi teks menjadi visualisasi dinamis 360° untuk rotasi dan orbit untuk revolusi. Koherensi antar fitur terjaga melalui Peta Konsep Interaktif yang menghubungkan seluruh materi secara logis dan masuk akal. Secara teoritis, koherensi ini mengikuti Prinsip Multimedia Mayer, yang menyatakan bahwa pembelajaran akan lebih efektif jika teks dan gambar disajikan secara terintegrasi daripada terpisah. Integrasi ini mencerminkan visi masa depan tentang bagaimana teknologi instruksional abad ke-21 seharusnya bekerja, yaitu dengan menyelaraskan estetika visual dengan beban kognitif siswa agar pemahaman menjadi lebih mendalam
Bagian III: Analisis Keilmuan Teknologi Pendidikan (Tekno-Pedagogi)
GENI-Science bekerja sebagai solusi sistematis melalui kolaborasi antara kreativitas guru sebagai perancang konten dan platform Genially sebagai penyedia infrastruktur interaktif. Teknologi ini bertindak sebagai perpanjangan tangan manusia dalam menyajikan fenomena alam yang mustahil dibawa ke dalam kelas secara fisik, seperti pergerakan planet. Dalam perspektif teknologi pendidikan, kolaborasi ini menciptakan sistem instruksional yang efektif di mana teknologi tidak menggantikan peran guru, melainkan memperkuat kapasitas guru dalam menyampaikan pesan pembelajaran yang kompleks secara lebih sistematis.
Dalam struktur aplikasinya, GENI-Science menerapkan aspek dekomposisi masalah dengan menguraikan sistem Tata Surya yang kompleks menjadi bagian-bagian sederhana: Pengenalan, Karakteristik Planet, Rotasi, dan Revolusi. Penguraian ini merupakan bentuk implementasi computational thinking, di mana masalah besar dipecah agar lebih mudah dikelola dan dipelajari oleh siswa secara bertahap. Dengan membagi konten ke dalam panel-panel storyboard yang terstruktur, media ini memastikan transisi informasi mengalir secara logis sesuai dengan kemampuan kognitif siswa dalam memproses informasi baru.
Secara definitif, GENI-Science merupakan wujud nyata dari Teknologi Pendidikan, yaitu studi dan praktik etis untuk memfasilitasi belajar serta meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan, dan mengelola proses serta sumber daya teknologi yang tepat. Peran teknologi dalam proyek ini bukan sekadar alat bantu, melainkan sebuah proses sistematis untuk menyelesaikan masalah pembelajaran melalui desain media interaktif. Hal ini menegaskan posisi GENI-Science dalam disiplin ilmu Teknologi Pendidikan sebagai produk yang mengombinasikan desain instruksional dengan kemajuan perangkat lunak modern untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
Bagian IV: Tutorial Pemanfaatan Produk Proyek
Aksesibilitas & Konsep Pembelajaran GENI-Science dapat diakses secara daring melalui tautan Genially, yang memungkinkan fleksibilitas akses kapan saja dan di mana saja. Sifat produk yang berbasis web mendukung konsep pembelajaran mandiri, di mana siswa memegang kendali penuh atas kecepatan belajarnya sendiri (self-paced learning). Secara teknis-akademis, penggunaan navigasi berbasis ikon dan kartu interaktif dalam media ini bertujuan untuk mengurangi beban kognitif luar (extraneous cognitive load), sehingga fokus utama siswa tetap pada pemahaman materi Tata Surya.
Panduan Tutorial & Video Untuk menggunakan media ini, siswa cukup mengeklik tombol “Mulai” pada halaman pembuka untuk masuk ke menu utama. Pada bagian planet, siswa dapat mengeklik ikon planet tertentu untuk memunculkan informasi detail melalui fitur pop-up. Untuk menguji pemahaman, tersedia kuis gamifikasi dengan sistem skor instan. Panduan lengkap mengenai interaksi navigasi dan fitur-fitur GENI-Science dapat disimak dalam video tutorial berikut:
.
Bagian V: Penutup
Sebagai simpulan, GENI-Science merupakan solusi strategis yang mengintegrasikan aspek pedagogi konstruktivistik dengan teknologi interaktif untuk mengatasi hambatan belajar pada materi Tata Surya. Produk ini selaras dengan konsep Unconstrained Learning atau pembelajaran tanpa kendala, yang bertujuan menghilangkan hambatan geografis, fisik, dan waktu dalam proses pendidikan. Dengan memanfaatkan media digital ini, siswa tidak lagi dibatasi oleh keterbatasan visualisasi di kelas tradisional, melainkan dapat mengeksplorasi ruang angkasa secara virtual tanpa batas, yang merupakan paradigma utama dalam pendidikan jarak jauh dan era digital generasi baru.
Daftar Referensi
- Albert, M. V., dkk. (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence.
- Bishop, M. J., dkk. (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.).
- Hokanson, B., dkk. (2018). Educational technology beyond content.
- Januszewski, A., & Molenda, M. (2008). Educational technology: A definition with commentary.
- Moller, L., & Huett, J. B. (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning.
- Moller, L., dkk. (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century.
- Rich, P. J., & Hodges, C. B. (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking.
- Spector, J. M., dkk. (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.).

Tinggalkan Balasan