Nanda Putri Pratama
Bagian I – Pendahuluan
Paragraf 1: Analisis Kesenjangan
Perkembangan pendidikan di era digital menuntut guru Sekolah Dasar tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mengintegrasikannya secara pedagogis dalam pembelajaran dan pengembangan profesional berkelanjutan. Secara ideal, guru berada dalam ekosistem belajar kolaboratif yang memungkinkan refleksi praktik, berbagi pengetahuan, dan peningkatan kompetensi digital secara berkelanjutan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pelatihan guru masih didominasi oleh model satu arah, berdurasi panjang, serta minim interaksi dan refleksi. Kondisi ini menyebabkan rendahnya keterlibatan guru dalam komunitas belajar digital dan terhambatnya transformasi praktik pedagogis berbasis teknologi. Kesenjangan antara harapan dan realitas inilah yang menegaskan pentingnya inovasi teknologi pendidikan yang berorientasi pada kolaborasi, microlearning, dan pembelajaran profesional berkelanjutan (Bishop et al., 2020; Hokanson et al., 2018).
Bagian II – Analisis Keilmuan Pendidikan (Pedagogi)
Paragraf 2: Fokus Masalah & Landasan Desain
Fokus masalah dalam proyek ini adalah rendahnya keterlibatan guru SD dalam pembelajaran digital yang bermakna dan berkelanjutan. Guru sering kali berperan sebagai konsumen materi, bukan sebagai pembelajar aktif dan reflektif. Oleh karena itu, desain GuruKita.ID berlandaskan pada pendekatan konstruktivistik dan konektivistik, di mana guru membangun pengetahuan melalui pengalaman, praktik langsung, dan interaksi sosial. Fitur microlearning dirancang untuk mendukung beban kognitif guru, sementara forum refleksi berfungsi sebagai ruang pedagogis untuk mengonstruksi makna pembelajaran secara kolaboratif (Spector et al., 2014).
Paragraf 3: Transformasi Teknologi & Koherensi Fitur
Transformasi teknologi dalam GuruKita.ID tidak hanya terletak pada digitalisasi materi, tetapi pada koherensi antarfitur yang mendukung proses belajar guru secara utuh. Modul singkat, kuis interaktif, forum komunitas, dan gamifikasi disusun secara sistematis untuk membentuk alur belajar yang saling terhubung. Koherensi ini memungkinkan guru berpindah dari pemahaman konsep, praktik pembuatan media, hingga refleksi pedagogis secara berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan pandangan bahwa teknologi pendidikan harus melampaui penyajian konten dan berfokus pada pengalaman belajar yang bermakna (Hokanson et al., 2018).
Bagian III – Analisis Keilmuan Teknologi Pendidikan (Tekno-Pedagogi)
Paragraf 4: Analisis “How” – Kolaborasi Manusia & Teknologi
GuruKita.ID bekerja sebagai sistem kolaboratif yang menghubungkan guru sebagai subjek pembelajaran dengan teknologi sebagai fasilitator. Guru berinteraksi dengan modul digital, kuis, dan forum refleksi untuk membangun pemahaman dan berbagi praktik baik. Teknologi dalam proyek ini berfungsi sebagai mitra pedagogis yang mendukung proses berpikir, refleksi, dan kolaborasi manusia, sejalan dengan konsep kolaborasi antara kecerdasan manusia dan sistem digital dalam pendidikan (Albert et al., 2021).
Paragraf 5: Analisis “How” – Dekomposisi Masalah
Masalah kompleks berupa rendahnya literasi digital dan kolaborasi guru didekomposisi menjadi beberapa komponen sederhana dalam struktur platform. Setiap modul microlearning fokus pada satu kompetensi, seperti pemahaman konsep, pembuatan media, atau refleksi praktik. Kuis dan forum berfungsi sebagai alat evaluasi formatif dan reflektif. Dengan dekomposisi ini, guru dapat belajar secara bertahap, terarah, dan tidak terbebani oleh materi yang terlalu luas, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan berkelanjutan (Rich & Hodges, 2017).
Paragraf 6: Analisis “How” – Definisi & Peran Teknologi
Berdasarkan definisi Teknologi Pendidikan menurut Januszewski dan Molenda (2008), teknologi pendidikan merupakan studi dan praktik etis dalam memfasilitasi pembelajaran serta meningkatkan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, dan pengelolaan proses dan sumber daya teknologi. GuruKita.ID memosisikan diri secara jelas dalam disiplin Teknologi Pendidikan karena berfungsi sebagai sistem terintegrasi yang memfasilitasi pembelajaran guru melalui desain, pemanfaatan, dan evaluasi teknologi secara sistematis.
Bagian IV – Tutorial Pemanfaatan Produk Proyek
Paragraf 7: Aksesibilitas & Konsep Pembelajaran
GuruKita.ID dapat diakses melalui perangkat laptop atau smartphone menggunakan akun pengguna. Setelah masuk ke dashboard, guru dapat memilih modul microlearning sesuai kebutuhan. Struktur pembelajaran dirancang fleksibel dan self-paced, sehingga guru dapat belajar kapan saja dan di mana saja. Pendekatan ini mendukung pembelajaran mandiri sekaligus kolaboratif melalui forum komunitas.
Paragraf 8: Tutorial & Video
Penggunaan GuruKita.ID diawali dengan memilih modul pengantar microlearning, menonton video singkat, dan mengerjakan kuis interaktif. Selanjutnya, guru mengikuti modul praktik pembuatan media digital menggunakan Canva atau Genially, lalu mengunggah hasil karya ke forum refleksi. Pada bagian ini disematkan video tutorial YouTube yang menampilkan presenter (mahasiswa) untuk memandu penggunaan platform secara langsung dan sistematis.
Bagian V – Penutup
Paragraf 9: Kesimpulan & Unconstrained Learning
GuruKita.ID merupakan solusi teknologi pendidikan yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan pengembangan profesional guru dan realitas pembelajaran digital di lapangan. Dengan mengintegrasikan microlearning, komunitas belajar, dan gamifikasi, platform ini mendukung paradigma Unconstrained Learning, yaitu pembelajaran tanpa batas ruang, waktu, dan metode konvensional. Dalam konteks pendidikan jarak jauh dan digital, GuruKita.ID berkontribusi sebagai ekosistem belajar yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan bagi guru Sekolah Dasar (Moller & Huett, 2012; Moller et al., 2009).
Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.
Daftar Referensi
Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.
Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.
Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.
Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.
Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (Eds.). (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.
Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Eds.). (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.
Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.

Tinggalkan Balasan