Bagian I: Pendahuluan
- Paragraf 1: Analisis Kesenjangan
- Tujuan: Menjelaskan kesenjangan antara harapan optimalisasi skenario pembelajaran adaptif dengan kondisi nyata di lapangan terkait tantangan scaffolding dan prompting yang efektif, serta mengintegrasikannya dengan referensi wajib dan tambahan.
- Fokus Konten: Masalah utama adalah implementasi scaffolding yang dinamis dan terstruktur dalam sistem pembelajaran adaptif. Kebanyakan sistem AI cenderung kurang memiliki landasan pedagogis yang kuat, sehingga Model AIS-P3 (Pedagogical Prompting Pyramid) diusulkan untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
Bagian II: Analisis Keilmuan Pendidikan (Pedagogi)
- Paragraf 2: Fokus Masalah & Landasan Desain
- Tujuan: Menyajikan analisis akademis mengenai fokus masalah (misalnya, kesulitan siswa dalam self-regulation atau penyesuaian materi) dan hubungannya dengan landasan teori desain Pembelajaran (misalnya, Zone of Proximal Development, Constructivism) yang mendukung model AIS-P3.
- Fokus Konten: Analisis bagaimana Model P3 dapat menjadi solusi desain untuk mengatasi kelelahan kognitif (cognitive load) siswa dan menyediakan bantuan bertahap yang paling optimal.
- Paragraf 3: Transformasi Teknologi & Koherensi Fitur
- Tujuan: Menganalisis Transformasi Teknologi proyek AIS-P3 (misalnya, dari Substitution ke Redefinition dalam model SAMR). Hubungkan koherensi fitur (logika yang membuat fitur scaffolding dan prompting berlapis terhubung) dengan landasan teoritis pada bidang pendidikan.
- Fokus Konten: Jelaskan bagaimana AIS-P3 memungkinkan pendidik beralih dari sekadar substitusi alat ke redefinisi praktik pembelajaran adaptif, di mana koherensi fitur pyramid prompting konsisten dengan prinsip fading dalam teori scaffolding.
Bagian III: Analisis Keilmuan Teknologi Pendidikan (Tekno-Pedagogi)
- Paragraf 4: Analisis “How” – Kolaborasi Manusia & Teknologi
- Tujuan: Menjelaskan bagaimana AIS-P3 bekerja sebagai bentuk kolaborasi konkret antara guru (manusia) dan teknologi (AI) dalam memberikan scaffolding yang sistematis, sesuai landasan teori.
- Fokus Konten: Fokuskan pada pembagian tugas: AI mengelola pemberian prompt adaptif berbasis data (P3), sementara guru fokus pada desain makro skenario dan intervensi yang membutuhkan empati/penilaian kontekstual. Ini mencerminkan konsep Augmented Intelligence.
- Paragraf 5: Analisis “How” – Dekomposisi Masalah
- Tujuan: Menjelaskan bagaimana AIS-P3 memecah masalah perancangan skenario pembelajaran adaptif menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana (dekomposisi) dalam struktur model yang dikembangkan.
- Fokus Konten: Dekomposisi dapat berupa: 1) Pengumpulan Data Kinerja Siswa, 2) Penerapan Algoritma P3 untuk Penentuan Tingkat Bantuan, dan 3) Feedback dan Penyesuaian Skala Besar. Jelaskan bagaimana struktur Model AIS-P3 mengelola setiap bagian.
- Paragraf 6: Analisis “How” – Definisi & Peran Teknologi
- Tujuan: Menjelaskan Definisi dan Peran Model AIS-P3. Tegaskan posisi karya ini dalam disiplin ilmu Teknologi Pendidikan sesuai definisi standar, wajib menggunakan Januszewski & Molenda (2008).
- Fokus Konten: Definisikan AIS-P3 sebagai “teknologi kompleks” atau sistem cerdas yang memfasilitasi pembelajaran. Perannya adalah sebagai Adaptive Instructional System (AIS) yang menggunakan kerangka kerja pedagogis (P3) untuk mengelola sumber daya dan proses pembelajaran.
Bagian IV: Tutorial Pemanfaatan Produk Proyek
- Paragraf 7: Aksesibilitas & Konsep Pembelajaran
- Tujuan: Memberikan panduan penggunaan Model AIS-P3 (misalnya, melalui dashboard atau plugin LMS) dengan narasi teknis-akademis, menghubungkan sifat produk dengan konsep-konsep pembelajaran (Personalized Learning, Mastery Learning).
- Fokus Konten: Jelaskan bagaimana akses dan penggunaan P3 menjamin personalisasi yang tinggi dan mendukung konsep Mastery Learning dengan memastikan siswa menguasai satu level prompt sebelum beralih ke level mandiri.
Bagian V: Penutup
- Paragraf 9 (Terakhir): Kesimpulan & Unconstrained Learning
- Tujuan: Merangkum nilai strategis Model AIS-P3. Hubungkan dengan konsep Unconstrained Learning (Pembelajaran Tanpa Kendala)—paradigma pendidikan jarak jauh dan digital yang bertujuan menghilangkan hambatan-hambatan tradisional.
- Fokus Konten: Nilai strategis adalah menyediakan scaffolding berbasis AI yang terstandarisasi dan efektif. Hubungkan dengan Unconstrained Learning dengan menyatakan bahwa AIS-P3 menghilangkan hambatan ketersediaan bantuan belajar yang personal, memungkinkan siswa untuk belajar secara adaptif kapan saja dan di mana saja.
C. Daftar Referensi Wajib
Pastikan Anda mensitasi ke-8 sumber berikut di seluruh artikel Anda:
- Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.
- Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.
- Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.
- Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.
- Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.
- Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (Eds.). (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.
- Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Eds.). (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.
- Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.
Tinggalkan Balasan