Nama : Oktavia susi purwaningrum
NIM : 220231600212
KELAS : TEP-PGSD
BAGIAN 1: IMPLEMENTASI DAN DISEMINASI HASIL PROYEK
1.1. Skenario Implementasi di Lingkungan Belajar
Implementasi media digital video animasi berbasis aplikasi Plotagon dilaksanakan melalui kegiatan uji coba terbatas dengan melibatkan rekan guru Bahasa Arab sebagai pengguna utama. Uji coba ini dilaksanakan pada Selasa, 2 Desember 2025, bertempat di perpustakaan Universitas Negeri Malang dan lingkungan sekolah/madrasah tempat peneliti mengajar.
Pemilihan rekan guru sebagai target uji coba didasarkan pada pertimbangan profesional, yaitu untuk memperoleh penilaian ahli (expert judgment) terkait kelayakan media, kesesuaian materi dengan karakteristik pembelajaran Bahasa Arab, serta potensi penerapannya dalam kegiatan pembelajaran maharah istima’. Rekan guru yang terlibat memiliki pengalaman mengajar pada jenjang menengah dan terbiasa menggunakan media pembelajaran digital.
Kegiatan uji coba diawali dengan pemaparan singkat mengenai latar belakang pengembangan media dan permasalahan yang sering dihadapi dalam pembelajaran maharah istima’, khususnya kesulitan peserta didik dalam memahami dialog lisan yang bersifat abstrak. Selanjutnya, peneliti mendemonstrasikan video animasi Plotagon yang telah dikembangkan dengan menayangkan video menggunakan laptop dan proyektor.
Rekan guru diminta menyimak video animasi sebagaimana posisi peserta didik dalam proses pembelajaran. Video menampilkan dialog Bahasa Arab bertema kehidupan sehari-hari dengan durasi singkat, disertai visual karakter animasi yang bergerak sesuai konteks percakapan. Setelah pemutaran video, peneliti memberikan kesempatan kepada rekan guru untuk mengakses video secara mandiri melalui gawai masing-masing.
Respons sistem terlihat dari kelancaran pemutaran video, kejelasan audio, serta sinkronisasi antara suara dan gerak karakter animasi. Media berjalan secara otomatis tanpa memerlukan navigasi yang rumit, sehingga mudah digunakan oleh guru dengan tingkat literasi digital yang beragam. Kegiatan uji coba ditutup dengan diskusi reflektif untuk menggali tanggapan, kritik, dan saran dari rekan guru terkait penggunaan media dalam pembelajaran nyata.
1.2. Demonstrasi Fungsionalitas Produk
Media digital video animasi berbasis Plotagon memiliki sejumlah fitur utama yang menjadi inti dari pengembangan proyek ini. Fitur unggulan pertama adalah visualisasi dialog Bahasa Arab melalui karakter animasi. Karakter animasi dilengkapi dengan ekspresi wajah, gerak tubuh, dan latar tempat yang relevan sehingga mampu merepresentasikan konteks komunikasi secara lebih konkret.
Fitur unggulan kedua adalah sinkronisasi audio-visual yang mendukung kejelasan pelafalan dan intonasi Bahasa Arab. Setiap dialog yang diucapkan selaras dengan gerakan bibir karakter, sehingga membantu proses penyimakan secara alami dan menyerupai situasi komunikasi nyata.
Dari sisi interoperabilitas, media ini memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi. Video animasi dapat diakses melalui berbagai perangkat, baik laptop maupun telepon pintar, serta dapat diunggah ke platform pembelajaran digital seperti YouTube dan Google Classroom. Hal ini memudahkan guru untuk membagikan media kepada peserta didik dan memungkinkan pembelajaran dilakukan secara mandiri di luar kelas.
Keberadaan fitur-fitur tersebut secara langsung menjawab permasalahan utama dalam pembelajaran maharah istima’, yaitu keterbatasan media yang hanya mengandalkan audio. Dengan dukungan visual yang kontekstual, guru tidak perlu lagi menjelaskan situasi dialog secara panjang lebar, sehingga pembelajaran menjadi lebih efisien dan mudah dipahami.
1.3. Analisis Penerimaan Pengguna (User Acceptance)
Analisis penerimaan pengguna dilakukan melalui observasi dan wawancara singkat dengan rekan guru setelah kegiatan uji coba berlangsung. Secara umum, rekan guru memberikan respons positif terhadap penggunaan media video animasi berbasis Plotagon.
Beberapa pernyataan rekan guru yang terekam dalam sesi diskusi antara lain:
“Media ini sangat menarik dan membantu dalam menjelaskan konteks dialog Bahasa Arab,”
“Tampilannya sederhana, tetapi efektif dan mudah digunakan,” serta
“Video animasi seperti ini dapat meningkatkan minat belajar siswa, terutama dalam keterampilan menyimak.”
Pernyataan tersebut menunjukkan indikator keberhasilan pada aspek kemudahan penggunaan, kejelasan materi, dan efisiensi pembelajaran. Rekan guru menilai bahwa media ini mampu mengurangi waktu penjelasan konteks percakapan dan meminimalkan kesalahpahaman peserta didik terhadap isi dialog. Dari sisi psikologis, media ini dipandang mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan tidak menegangkan. Rekan guru berpendapat bahwa penggunaan animasi dapat menurunkan beban kognitif peserta didik karena informasi disajikan secara visual dan auditori secara bersamaan.
1.4. Strategi Diseminasi Profesional
Sebagai bagian dari diseminasi profesional, produk media video animasi berbasis Plotagon dikomunikasikan melalui dua kanal utama, yaitu kanal visual dan kanal konseptual. Kanal visual dilakukan melalui pembuatan video demonstrasi yang diunggah ke platform YouTube dan media sosial pendidikan. Video ini berfungsi untuk memperlihatkan cara kerja media serta contoh penerapannya dalam pembelajaran.
Selain itu, kanal konseptual dilakukan melalui penulisan artikel dan makalah ilmiah yang memuat landasan teoretis, proses pengembangan, hasil uji coba, serta refleksi kritis terhadap penggunaan media. Tulisan ini ditujukan kepada pendidik dan praktisi pendidikan Bahasa Arab sebagai sarana berbagi praktik baik dan inovasi pembelajaran.
Tujuan diseminasi ini adalah untuk memperluas pemanfaatan media digital dalam pembelajaran Bahasa Arab, mendorong kolaborasi antarpendidik, serta memperoleh umpan balik yang konstruktif guna penyempurnaan produk di masa mendatang.
BAGIAN 2: REFLEKSI KRITIS DAN PENGEMBANGAN PROYEK
2.1. Tantangan Signifikan dalam Pengembangan
Tantangan utama dalam pengembangan media ini terletak pada upaya menerjemahkan konsep pedagogis pembelajaran maharah istima’ ke dalam bentuk teknis video animasi. Secara teoretis, pembelajaran menyimak menuntut keautentikan bahasa dan konteks, namun dalam praktiknya, tidak semua situasi komunikasi dapat divisualisasikan secara sempurna melalui animasi.
Selain itu, kompleksitas desain menjadi tantangan tersendiri. Pengembang harus menyeleksi materi, dialog, dan visual agar tetap sederhana, tetapi tidak menghilangkan makna pembelajaran. Keterbatasan fitur dalam aplikasi Plotagon juga menuntut kreativitas dalam menyusun skenario animasi yang tetap relevan dan efektif.
2.2. Pembelajaran Penting (Key Insights)
Refleksi terhadap proses pengembangan menunjukkan bahwa teknologi dalam pembelajaran bukan sekadar alat bantu, melainkan sarana strategis yang mampu menjembatani kesulitan belajar peserta didik. Media animasi terbukti membantu mengonkretkan materi yang sebelumnya bersifat abstrak.
Dari perspektif pengalaman pengguna, diperoleh pemahaman bahwa guru dan peserta didik lebih menghargai media dengan tampilan sederhana, fokus pada tujuan pembelajaran, dan mudah diakses. Media yang terlalu kompleks justru berpotensi mengganggu proses belajar.
2.3 Rencana Pengembangan Diri dan Proyek Lanjutan
Ke depan, media ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan fitur asesmen berbasis video, seperti soal pemahaman istima’ setelah pemutaran animasi. Selain itu, integrasi unsur gamifikasi juga dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Dari sisi pengembangan diri, kompetensi yang perlu ditingkatkan meliputi keterampilan pengolahan audio, desain visual lanjutan, serta pemahaman dasar analisis data pembelajaran agar efektivitas media dapat diukur secara lebih sistematis.
KESIMPULAN
Media digital video animasi berbasis aplikasi Plotagon yang dikembangkan dalam proyek ini terbukti layak dan aplikatif berdasarkan hasil uji coba terbatas bersama rekan guru Bahasa Arab. Media ini mampu menjawab permasalahan pembelajaran maharah istima’, khususnya dalam hal kejelasan konteks dialog, efisiensi pembelajaran, dan peningkatan motivasi belajar.
Secara keseluruhan, proyek ini telah memenuhi siklus pengembangan konten digital secara utuh, mulai dari analisis kebutuhan, desain, produksi, implementasi, evaluasi, hingga diseminasi. Dengan demikian, pengembangan media ini tidak hanya menghasilkan produk pembelajaran, tetapi juga menjadi proses pembelajaran reflektif yang bermakna bagi pengembang dan praktisi pendidikan.
PENUTUP
Proyek pengembangan media digital video animasi berbasis aplikasi Plotagon ini telah menyelesaikan seluruh tahapan dalam siklus pengembangan konten digital secara utuh dan sistematis. Kegiatan diawali dengan analisis kebutuhan pembelajaran maharah istima’, dilanjutkan dengan perancangan desain media, proses produksi video animasi, implementasi melalui uji coba bersama rekan guru, serta evaluasi berbasis umpan balik pengguna. Tahap akhir berupa diseminasi hasil proyek melalui media visual dan tulisan ilmiah menjadi penegas bahwa proses pengembangan tidak berhenti pada penciptaan produk, tetapi berlanjut pada refleksi dan berbagi praktik baik. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya menghasilkan media pembelajaran yang layak digunakan, tetapi juga merepresentasikan penyelesaian siklus belajar pengembang secara komprehensif dan berkelanjutan.
Referensi
Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.
Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.
Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.
Januszewski, A., & Molenda, M. (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.
Moller, L., & Huett, J. B. (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.
Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.
Rich, P. J., & Hodges, C. B. (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.
Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.
Tinggalkan Balasan