Workinpedia: LMS Terintegrasi Kompetensi dan Micro-Credential untuk Perencanaan Karier Internal di Perusahaan Pendidikan

·

·

Oleh: Olivia Novena Widyaputri
230121601212 | Kelas A

Bagian I: Pendahuluan

Dalam era transformasi digital, perusahaan di sektor pendidikan menghadapi kesenjangan signifikan antara harapan ideal pengembangan kompetensi terstruktur dengan realitas implementasi sistemik. Idealnya, teknologi pendidikan seharusnya berfungsi sebagai sarana untuk “melampaui konten” (beyond content) dalam mengembangkan kapasitas intelektual dan kesiapan kerja pembelajar (Hokanson et al., 2018). Namun kenyataannya, sistem pelatihan internal masih terfragmentasi dan tidak terintegrasi dengan perencanaan karier. Micro-credential yang seharusnya menjadi terobosan dalam pembelajaran sepanjang hayat (Gamage & Dehideniya, 2025) menghadapi tantangan implementasi dalam hal standarisasi dan integrasi dengan sistem yang ada (Raj et al., 2024; Varadarajan et al., 2023). Kesenjangan ini diperparah oleh kurangnya mekanisme pengakuan formal untuk pencapaian kompetensi spesifik, serta platform LMS konvensional yang tidak dirancang untuk personalisasi berbasis kompetensi.

Bagian II: Analisis Keilmuan Pendidikan (Pedagogi)

Fokus masalah utama dalam proyek ini adalah bagaimana menciptakan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi dengan manajemen kompetensi dan perencanaan karier. Landasan desain pedagogis mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi (competency-based education) dengan metodologi mastery learning. Setiap fitur teknis dalam LMS ini dirancang untuk mendukung pencapaian penguasaan kompetensi spesifik, di mana karyawan hanya dapat melanjutkan ke modul berikutnya setelah menunjukkan penguasaan yang memadai. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip desain pembelajaran yang berpusat pada peserta dan berbasis bukti, sebagaimana ditekankan dalam Handbook of Research in Educational Communications and Technology (Bishop et al., 2020).

Transformasi teknologi dalam proyek ini tercermin dalam koherensi antar fitur yang membentuk ekosistem pembelajaran terpadu. LMS ini tidak hanya menyajikan konten pembelajaran, tetapi mengintegrasikan empat pilar utama: profil kompetensi dinamis, jalur pembelajaran personal, sistem pelacakan kompetensi, dan mekanisme penerbitan micro-credential. Koherensi ini terwujud melalui logika sistem yang menghubungkan data kompetensi dengan rekomendasi pembelajaran, yang kemudian menghasilkan bukti pencapaian (micro-credential) yang dapat ditindaklanjuti untuk perencanaan karier. Transformasi ini mendukung visi pendidikan generasi baru, di mana teknologi berperan sebagai enabler pembelajaran yang tidak terbatas (unconstrained learning) (Moller & Huett, 2012).

Bagian III: Analisis Keilmuan Teknologi Pendidikan (Tekno-Pedagogi)

Workinpedia berfungsi sebagai solusi sistematis yang memfasilitasi kolaborasi konkret antara kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan (Albert et al., 2021). Sistem ini bekerja dengan mengintegrasikan intuisi pedagogis dari desainer pembelajaran dengan kapasitas komputasional untuk analisis data dan personalisasi. Misalnya, ketika karyawan melakukan self-assessment kompetensi, sistem menganalisis gap yang ada dan merekomendasikan jalur pembelajaran yang paling relevan. Kolaborasi ini memastikan bahwa teknologi tidak menggantikan peran manusia, melainkan memperkuat kapasitas pedagogis melalui dukungan data yang akurat dan terstruktur.

Proyek ini menerapkan prinsip dekomposisi masalah melalui penguraian masalah kompleks pengembangan SDM menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana dan terukur. Struktur aplikasi mengikuti hierarki logis: (1) identifikasi kompetensi inti yang dibutuhkan organisasi, (2) pemetaan kompetensi individu terhadap standar yang ditetapkan, (3) penyediaan konten pembelajaran yang sesuai dengan gap kompetensi, (4) asesmen penguasaan berbasis kriteria, dan (5) penerbitan bukti pencapaian. Pendekatan computational thinking ini (Rich & Hodges, 2017) memungkinkan sistem mengelola kompleksitas pengembangan kompetensi secara sistematis dan terukur.

Dalam konteks disiplin Teknologi Pendidikan, Workinpedia berfungsi sebagai sumber teknologi yang diciptakan untuk memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja melalui proses “penciptaan, penggunaan, dan pengelolaan” sumber daya teknologi secara etis dan tepat guna (Januszewski & Molenda, 2008). Peran teknologi dalam proyek ini adalah tigafold: pertama, sebagai platform integratif yang menghubungkan sistem kompetensi, pembelajaran, sertifikasi, dan data karier; kedua, sebagai fasilitator personalisasi yang menggunakan prinsip computational thinking untuk analisis kebutuhan individu; ketiga, sebagai mekanisme validasi yang memastikan kredibilitas micro-credential melalui proses otomatis dan transparan.

Bagian IV: Tutorial Pemanfaatan Produk Proyek

Workinpedia dapat diakses melalui platform berbasis web dengan antarmuka responsif yang juga tersedia dalam versi mobile ringan. Konsep pembelajaran yang mendasari platform ini adalah unconstrained learning (Moller & Huett, 2012), di mana pembelajaran dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Pengguna dapat mengakses sistem melalui browser di komputer atau perangkat mobile dengan koneksi internet. Desain antarmuka mengutamakan usability dan kemudahan navigasi, sebagaimana prinsip yang diuji dalam pengembangan LMS untuk pengembangan profesional berkelanjutan (Kondoro et al., 2023).

  1. Registrasi dan Onboarding: Pengguna membuat akun dengan mengisi data dasar dan melakukan self-assessment kompetensi awal. Sistem akan menghasilkan peta kompetensi personal berdasarkan input yang diberikan.
  2. Eksplorasi Learning Pathway: Dashboard utama menampilkan rekomendasi jalur pembelajaran berdasarkan gap kompetensi dan tujuan karier. Pengguna dapat memilih modul microlearning yang sesuai.
  3. Pembelajaran Interaktif: Setiap modul terdiri dari video pembelajaran singkat (5-8 menit), studi kasus interaktif, dan kuis formatif. Sistem menerapkan prinsip mastery learning di mana pengguna harus mencapai skor minimal 80% untuk melanjutkan.
  4. Assessment dan Micro-Credential: Setelah menyelesaikan modul, pengguna mengikuti asesmen sumatif. Jika lulus, sistem secara otomatis menerbitkan digital badge (micro-credential) dengan metadata lengkap yang mencakup kompetensi yang dikuasai, level pencapaian, dan tanggal penerbitan.
  5. Pelacakan Kemajuan dan Perencanaan Karier: Fitur competency tracker memvisualisasikan perkembangan kompetensi dalam bentuk grafik radar. Career path visualizer menghubungkan kompetensi yang telah dikuasai dengan jenjang karier yang tersedia dalam organisasi.

Bagian V: Penutup

Workinpedia merepresentasikan solusi tekno-pedagogis inovatif yang menghubungkan pengembangan kompetensi dengan perencanaan karier dalam ekosistem pembelajaran terintegrasi. Platform ini tidak hanya menyajikan konten pembelajaran, tetapi memfasilitasi konstruksi kompetensi yang bermakna dan terukur melalui mekanisme micro-credentialing. Nilai strategis produk ini terletak pada kemampuannya untuk menerapkan konsep unconstrained learning (Moller & Huett, 2012) dalam konteks korporat, di mana pembelajaran menjadi proses berkelanjutan yang tidak terbatas oleh ruang, waktu, atau struktur organisasi tradisional. Dengan mengintegrasikan pembelajaran berbasis kompetensi, personalisasi teknologi, dan pengakuan formal melalui micro-credential, Workinpedia membuka jalan menuju paradigma baru dalam pengembangan SDM di era digital—di mana pembelajaran dan pertumbuhan karier menjadi dua sisi dari mata uang yang sama, saling memperkuat dalam siklus berkelanjutan yang mendorong keunggulan organisasi dan pemenuhan potensi individu.

Referensi

Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.

Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.

Gamage, K. A. A., & Dehideniya, S. C. P. (2025). Unlocking career potential: How micro-credentials are revolutionising higher education and lifelong learning. Education Sciences, 15(5), 525.

Healy, M. (2025). Microcredential learners need quality careers and employability support: Provocation. Journal of Teaching and Learning for Graduate Employability, 12(1), 21–23.

Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.

Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.

Kondoro, A., Maro, S., Mtebe, J., Haßler, B., & Proctor, J. (2023). Usability testing of a mobile-based learning management system for teacher continuous professional development in Tanzania. International Journal of Education and Development using ICT, 19(2), 75–92.

Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.

Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (Eds.). (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.

Raj, R., Singh, A., Kumar, V., & Verma, P. (2024). Achieving professional qualifications using micro-credentials: A case of small packages and big challenges in higher education. International Journal of Educational Management, 38(4), 916–947.

Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Eds.). (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.

Sharma, H., Jain, V., Mogaji, E., & Babbilid, A. S. (2024). Blended learning and augmented employability: A multi-stakeholder perspective of the micro-credentialing ecosystem in higher education. International Journal of Educational Management, 38(10), 1021–1037.

Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.

Varadarajan, S., Koh, J. H. L., & Daniel, B. K. (2023). A systematic review of the opportunities and challenges of micro-credentials for multiple stakeholders: learners, employers, higher education institutions and government. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 20, Article 13.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *