Pengembangan Microlearning Berbasis Quizizz pada Pembelajaran IPA SMP Materi Ekosistem: Analisis Pedagogi dan Tekno-Pedagogi dalam Perspektif Unconstrained Learning

·

·

, ,

Bagian I. Pendahuluan

Analisis Kesenjangan
Pembelajaran IPA SMP pada materi Ekosistem diharapkan mampu membangun pemahaman konseptual dan motivasi belajar siswa. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan pembelajaran masih dominan satu arah, berorientasi hafalan, dan minim interaksi digital bermakna. Kesenjangan ini menuntut solusi pembelajaran yang adaptif, singkat, dan kontekstual agar sesuai dengan karakteristik generasi digital. Oleh karena itu, proyek microlearning berbasis Quizizz dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan pembelajaran bermakna dan realitas keterbatasan waktu, atensi, serta akses teknologi siswa.

Bagian II. Analisis Keilmuan Pendidikan (Pedagogi)

Fokus Masalah & Landasan Desain
Fokus masalah proyek ini adalah rendahnya motivasi dan keterlibatan belajar siswa. Desain pembelajaran mengacu pada pendekatan konstruktivisme dan student-centered learning, di mana siswa membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar aktif. Microlearning dipilih karena memungkinkan pemecahan materi menjadi unit kecil yang mudah diproses, sejalan dengan prinsip beban kognitif dan pembelajaran bermakna.

Transformasi Teknologi & Koherensi Fitur
Transformasi teknologi dalam proyek ini terletak pada pemanfaatan Quizizz tidak hanya sebagai alat evaluasi, tetapi sebagai media pembelajaran. Fitur kuis interaktif, umpan balik instan, poin, dan leaderboard disusun secara koheren untuk mendukung motivasi intrinsik dan ekstrinsik siswa, sehingga teknologi berfungsi sebagai penguat proses pedagogis, bukan sekadar alat bantu.

Bagian III. Analisis Keilmuan Teknologi Pendidikan (Tekno-Pedagogi)

Analisis How – Kolaborasi Manusia & Teknologi
Produk microlearning Quizizz bekerja sebagai sistem kolaboratif antara guru dan teknologi. Guru berperan sebagai perancang pengalaman belajar, sementara teknologi menyediakan lingkungan interaktif, otomatisasi umpan balik, dan visualisasi capaian belajar siswa.

Analisis How – Dekomposisi Masalah
Masalah pembelajaran diuraikan menjadi beberapa komponen: pemahaman konsep, motivasi, dan evaluasi. Setiap komponen dijawab melalui fitur berbeda, seperti video singkat untuk konsep, gamifikasi untuk motivasi, dan kuis otomatis untuk evaluasi, sehingga solusi bersifat sistematis dan terstruktur.

Analisis How – Definisi & Peran Teknologi
Mengacu pada Januszewski & Molenda (2008), teknologi pendidikan dipahami sebagai studi dan praktik etis dalam memfasilitasi pembelajaran melalui penciptaan, penggunaan, dan pengelolaan proses serta sumber teknologi. Dalam proyek ini, Quizizz diposisikan sebagai teknologi pendidikan yang memfasilitasi pembelajaran efektif melalui desain instruksional yang terencana.

Bagian IV. Tutorial Pemanfaatan Produk Proyek

Aksesibilitas & Konsep Pembelajaran
Produk dapat diakses melalui perangkat mobile maupun desktop dengan koneksi internet rendah. Siswa mengakses tautan Quizizz, mempelajari microlearning berupa video/infografis singkat, lalu mengerjakan kuis reflektif yang terintegrasi dengan konsep pembelajaran aktif.

Tutorial & Video

Bagian V. Penutup

Kesimpulan & Unconstrained Learning
Microlearning berbasis Quizizz memiliki nilai strategis dalam mendukung pembelajaran tanpa kendala ruang, waktu, dan atensi. Produk ini sejalan dengan konsep Unconstrained Learning karena memungkinkan pembelajaran fleksibel, adaptif, dan inklusif dalam konteks pendidikan digital di Indonesia.

Daftar Referensi

Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.

Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.

Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.

Januszewski, A., & Molenda, M. (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.

Moller, L., & Huett, J. B. (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.

Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.

Darmawan, D. (2014). Inovasi pendidikan: Pendekatan praktik teknologi multimedia dan pembelajaran online. PT Remaja Rosdakarya.

Suyanto, E., & Jihad, A. (2013). Menjadi guru profesional: Strategi meningkatkan kualifikasi dan kualitas guru di era global. Erlangga.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *