Implementasi Modul Hybrid-Microcredential H5P pada SPADA Professional Track untuk Menegakkan Mastery Learning dan Validasi Kompetensi Kreasi: Studi Penerimaan dan Refleksi Pengembangan

·

·

,

Masyitah
230121606586
Kelas C23

BAGIAN 1: IMPLEMENTASI DAN DISEMINASI HASIL PROYEK

Skenario Implementasi di Lingkungan Belajar

Uji coba prototipe Modul Hybrid-Microcredential: Literasi Digital Dasar: Keamanan Data Pribadi dilaksanakan dalam konteks simulasi lingkungan belajar digital yang mereplikasi Learning Management System (LMS) SPADA, dengan target audiens adalah kelompok siswa atau siswi (kelompok belajar) sebagai pengguna utama yang membutuhkan sertifikasi terapan. Alur Interaksi yang dialami pengguna dirancang secara naratif untuk menjamin rigor instruksional dan ketertiban. Pengguna memulai dengan Pre-Test (T-00) diagnostik, dilanjutkan dengan Unit 1 (Klasifikasi Data) berupa Interactive Video yang berhenti secara paksa pada durasi tertentu untuk memicu Checkpoint 1 (C1-01) berupa asesmen H5P Drag & Drop. Respons Sistem adalah inti dari Mastery Learning: Jika skor pengguna di bawah ambang batas wajib (Mastery Gate) 75%, sistem secara otomatis memicu Remedial Loop Tersegmentasi, mengarahkan mereka kembali ke segmen video spesifik (U1-02) yang memuat materi korektif, alih-alih mengulang keseluruhan unit. Alur interaksi berbasis penguasaan ini berlanjut hingga Checkpoint 2 (Branching Scenario Simulasi Phishing), dan hanya peserta yang lulus Post-Test (T-01) yang dapat mengakses dan mengunduh tugas Capstone Project (P-01).

Demonstrasi Fungsionalitas Produk

Produk ini mendemonstrasikan fungsionalitas teknis yang unggul dalam mengatasi kelemahan User Experience (UX) dan konten pasif di LMS tradisional. Fitur Unggulan utama proyek ini adalah sistem Mastery Gate (≥ 75%) dan Remedial Loop Tersegmentasi yang diimplementasikan melalui logika percabangan H5P, yang secara efektif memecahkan masalah kualifikasi kompetensi yang longgar. Fitur ini memastikan peserta menguasai kompetensi dasar (C2) sebelum diizinkan mencoba kompetensi terapan (C5), sejalan dengan prinsip Pembelajaran Berbasis Proyek. Dari sisi Integrasi/Interoperabilitas, Prototipe H5P menjamin portabilitas konten dan kemudahan integrasi yang tinggi dengan Moodle (basis SPADA), mendukung visi akses yang mudah dan ada di mana saja. Yang terpenting, proyek ini secara spesifik mengatasi Solusi Masalah relevansi dengan memungkinkan deliverable akhir berupa dokumen SOP Handling Phishing yang dibuat peserta memiliki format (PDF) yang siap dijadikan portofolio kerja profesional, secara langsung menjembatani pembelajaran dengan kebutuhan employability di industri modern.

Analisis Penerimaan Pengguna (User Acceptance)

Analisis penerimaan dari kelompok pengguna uji coba yang terekam dalam demonstrasi implementasi menunjukkan indikasi keberhasilan proyek yang kuat, khususnya pada dua aspek krusial: efisiensi waktu dan relevansi industri. Bukti empiris yang dikumpulkan dari survei pasca-uji coba dan wawancara secara konsisten menunjukkan kepuasan tinggi terhadap alur pembelajaran yang dirancang ketat. Testimoni pengguna, seperti, “Saya suka banget fitur yang kalau gagal kuis, dia cuma suruh saya tonton ulang bagian video yang salah saja. Jadi, enggak perlu buang waktu ngulang dari awal,” dan “Puas karena tugas akhirnya membuat SOP beneran, bukan sekadar esai. Ini menunjukkan proyeknya memang dirancang untuk output yang sangat praktis,” memperkuat temuan ini. Testimoni tersebut diterjemahkan menjadi dua Indikator Keberhasilan utama. Pertama, Efektivitas Remediasi Waktu, yang dicapai karena fungsionalitas Remedial Loop Tersegmentasi secara signifikan mengoptimalkan waktu belajar peserta dan menghilangkan pengulangan modul secara sia-sia. Kedua, Dampak Kognitif/Psikologis, di mana fokus pada kompetensi Kreasi (C5) melalui Capstone Project meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri, karena proses belajar terasa lebih terarah pada tujuan karier dan menghasilkan luaran yang bernilai pasar tinggi.

Strategi Diseminasi Profesional

Strategi diseminasi proyek ini dirancang untuk menjangkau praktisi dan akademisi secara luas. Kanal Visual utama adalah video tutorial yang disematkan pada artikel ilmiah populer, yang berperan mendemonstrasikan secara real-time alur Mastery Learning, cara kerja Branching Scenario, dan proses pengunggahan Capstone Project untuk menjangkau praktisi di platform media sosial. Kanal Konseptual diwujudkan melalui publikasi artikel ilmiah populer dan laporan proyek, yang bertugas menjelaskan landasan teoritis proyek, seperti berpikir komputasional, pembelajaran tanpa kendala, dan kolaborasi antara kecerdasan manusia dan buatan kepada komunitas akademis. Tujuan Diseminasi utama adalah untuk berbagi praktik baik (best practice) mengenai desain instruksional yang berhasil mengintegrasikan rigor akademis dengan validasi kompetensi industri, serta mengundang umpan balik (feedback) dari komunitas pendidikan untuk penyempurnaan model Hybrid-Microcredential nasional.

BAGIAN 2: REFLEKSI KRITIS DAN PENGEMBANGAN PROYEK

Tantangan Signifikan dalam Pengembangan

Tantangan terberat dalam pengembangan proyek ini berpusat pada Kesenjangan Teori vs Praktik dalam ekosistem SPADA. Secara teoritis, Microcredential dan pembelajaran tanpa kendala menuntut mekanisme validasi yang sepenuhnya independen dari SKS dan bersifat fleksibel. Namun, kesulitan muncul saat harus beroperasi dalam LMS nasional yang masih terikat erat pada batasan administrasi akademik formal dan kurangnya dukungan Learning Record Store (LRS), sehingga produk final hanya dapat berupa prototipe konten H5P dan kerangka validasi, bukan sertifikasi resmi yang memiliki validitas hukum setara sertifikasi industri. Kompleksitas Desain terletak pada perancangan logika percabangan H5P yang detail dan kompleks, yang harus memastikan Remedial Loop bekerja sempurna dan valid pada skor ambang batas 75%, sekaligus memastikan rubrik penilaian Kreasi di Capstone Project mampu mengukur luaran yang kredibel dan setara standar profesional.

Pembelajaran Penting (Key Insights)

Pembelajaran penting atau Key Insights yang didapatkan setelah menyelesaikan proyek ini adalah pemahaman mendalam tentang Peran Teknologi yang bergeser dari sekadar alat bantu (tool) menjadi arsitek rigor instruksional. Teknologi (H5P) dalam desain ini secara aktif digunakan untuk menegakkan penguasaan (Mastery Gate), yang mengkonfirmasi posisi teknologi sebagai jembatan solusi (kolaborasi kecerdasan manusia dan buatan), bukan pengganti peran guru. Dari Perspektif Pengguna (UX), kami belajar bahwa pengguna (siswa/siswi) sangat menghargai alur pembelajaran yang efisien (Microlearning) dan relevan (Capstone Project) yang secara langsung meningkatkan employability mereka, menunjukkan bahwa mengatasi UI/UX kaku SPADA dan konten pasif adalah prasyarat mutlak untuk penerimaan teknologi pendidikan.

Rencana Pengembangan Diri dan Proyek Lanjutan

Jika proyek SPADA Professional Track ini dilanjutkan, Fitur Masa Depan yang paling konkret adalah Implementasi Asesmen Adaptif Penuh berbasis performa (menghilangkan remedial yang kaku) dan Integrasi Learning Record Store (LRS) untuk mengeluarkan sertifikat digital resmi yang dapat diverifikasi oleh industri. Fitur ini akan memberikan validitas pasar yang tak terbantahkan kepada lulusan. Untuk mendukung pengembangan tersebut, Kompetensi Diri yang perlu diasah selanjutnya adalah Advanced Instructional Design untuk konten Microcredential yang kompleks, serta Analisis Data (data analytics) yang lebih mendalam untuk mengukur dampak remedial loop dan Capstone Project secara objektif, menjamin peningkatan kualitas yang berkelanjutan.

KESIMPULAN

Sintesis Keberhasilan Proyek

Proyek SPADA Professional Track berhasil menyajikan prototipe yang secara sistematis mengatasi kesenjangan antara pendidikan akademik formal dan tuntutan kompetensi terapan industri, dengan berfokus pada perancangan yang menghasilkan kompetensi terukur. Solusi yang dibuat Modul Hybrid-Microcredential berbasis H5P dengan Mastery Learning berhasil menegakkan rigor instruksional di lingkungan SPADA, dan bukti uji coba menunjukkan fungsionalitas Mastery Gate yang sempurna serta dihasilkan deliverable Capstone Project (SOP Handling Phishing) yang mengukur kemampuan Kreasi (C5) yang siap pakai di pasar kerja. Dengan demikian, proyek ini menegaskan bahwa desain instruksional yang canggih mampu mentransformasi LMS formal menjadi platform yang relevan dan bernilai ekonomi bagi lulusan.

Penutup

Proyek ini telah memenuhi siklus pengembangan konten digital secara utuh, mulai dari analisis kebutuhan pasar dan landasan teoritis, desain kerangka pedagogis dan teknis, produksi prototipe interaktif, hingga evaluasi terbatas dan diseminasi praktik baik kepada komunitas akademis dan praktisi. Komitmen terhadap prinsip Unconstrained Learning dalam proyek ini memastikan bahwa transformasi pendidikan tinggi bukan sekadar wacana, melainkan menghasilkan luaran nyata, yang membebaskan pembelajar dari batasan lama demi masa depan yang berorientasi pada keterampilan dan lifelong learning.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *