Pengembangan SPADA NEXT Berbasis AI untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Proyek pada Kelas Digital

·

·

, ,

Dina Marrina
230121601177
Kelas B

BAGIAN 1: IMPLEMENTASI DAN DISEMINASI HASIL PROYEK

1.1. Skenario Implementasi di Lingkungan Belajar

Uji coba produk SPADA NEXT berbasis AI dilaksanakan melalui kegiatan implementasi terbatas yang melibatkan guru sebagai pengguna utama. Kegiatan ini dilakukan pada lingkungan pembelajaran digital di satuan pendidikan, dengan tujuan memperkenalkan serta menguji fungsi produk sebagai alat bantu perancangan dan pelaksanaan pembelajaran kolaboratif berbasis proyek. Implementasi berlangsung dalam sesi pendampingan dan praktik langsung, di mana guru berperan sebagai perancang pembelajaran sekaligus fasilitator yang mengoperasikan fitur-fitur utama SPADA NEXT.

Pada tahap awal implementasi, guru diarahkan untuk mengakses platform SPADA NEXT menggunakan akun pembelajaran yang telah disediakan. Setelah berhasil masuk ke dalam sistem, guru memilih course yang telah disiapkan untuk kegiatan uji coba. Selanjutnya, guru mengaktifkan menu Proyek Kolaboratif untuk mulai menyusun skenario pembelajaran berbasis proyek, termasuk penentuan tujuan pembelajaran, pengaturan alur kegiatan, dan pembagian kelompok belajar. Pada tahap ini, guru juga mengaktifkan fitur “Terhubung dengan AI”, yang secara otomatis menampilkan panel pendamping AI sebagai alat bantu perancangan pembelajaran.

Selama proses perancangan, guru berinteraksi langsung dengan sistem AI dengan memasukkan deskripsi tugas, konteks materi, serta capaian pembelajaran yang diharapkan. Sistem kemudian merespons input tersebut dengan memberikan rekomendasi struktur proyek, contoh aktivitas kolaboratif, serta saran rubrik penilaian yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelas. Setiap perubahan yang dilakukan guru—seperti penyesuaian tahapan proyek atau indikator penilaian—direspons oleh sistem melalui notifikasi dan pembaruan tampilan secara real-time, sehingga guru dapat langsung memantau hasil desain pembelajaran yang dibuat.

Respons sistem juga terlihat melalui fitur pratinjau pembelajaran, di mana guru dapat melihat alur proyek dari sudut pandang peserta didik sebelum diterapkan di kelas. Selama sesi implementasi, guru memberikan umpan balik terkait kemudahan penggunaan, kejelasan fitur, serta relevansi rekomendasi AI terhadap kebutuhan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan berlangsung, SPADA NEXT berfungsi secara stabil dan responsif, serta mampu mendukung guru dalam merancang pembelajaran kolaboratif berbasis proyek secara lebih terstruktur dan efisien.

1.2. Demonstrasi Fungsionalitas Produk

Demonstrasi fungsionalitas SPADA NEXT berbasis AI dilakukan bersamaan dengan kegiatan implementasi di lingkungan guru untuk menunjukkan bahwa produk berfungsi sesuai dengan rancangan awal dan mampu menjawab kebutuhan nyata dalam pembelajaran kolaboratif berbasis proyek. Proses demonstrasi difokuskan pada pengujian fitur-fitur inti yang menjadi keunggulan teknis produk, khususnya pada tahap perancangan dan pengelolaan pembelajaran digital oleh guru.

Fitur unggulan pertama yang menjadi jantung proyek ini adalah Fitur Proyek Kolaboratif Terintegrasi AI. Pada fitur ini, guru tidak hanya membuat tugas proyek secara manual, tetapi didampingi oleh sistem AI yang berperan sebagai instructional assistant. Berdasarkan hasil uji coba, ketika guru memasukkan deskripsi materi, tujuan pembelajaran, dan konteks kelas, sistem secara otomatis menghasilkan kerangka proyek yang mencakup tahapan kegiatan, bentuk kolaborasi antar peserta didik, serta rekomendasi penilaian. Bukti fungsionalitas terlihat dari kemampuan sistem menyesuaikan rekomendasi setelah guru melakukan revisi input, sehingga desain pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan kontekstual.

Fitur unggulan kedua adalah Integrasi Kelas Digital dan Akses Multiperangkat. SPADA NEXT dapat diakses melalui perangkat komputer maupun telepon pintar tanpa perbedaan fungsi utama. Selain itu, hasil perancangan proyek yang dibuat guru dapat diunduh dalam format dokumen (PDF atau dokumen teks) untuk kebutuhan administrasi pembelajaran. Dalam praktiknya, guru memanfaatkan fitur ini untuk menyimpan dan membagikan rancangan proyek kepada rekan sejawat, serta mengunggahnya ke sistem pembelajaran lain yang telah digunakan di sekolah. Hal ini menunjukkan tingkat interoperabilitas produk yang mendukung ekosistem pembelajaran digital yang sudah ada.

Dari sisi solusi masalah, fitur-fitur tersebut secara langsung menjawab kendala guru dalam merancang pembelajaran kolaboratif berbasis proyek yang selama ini dianggap memakan waktu dan memerlukan perencanaan yang kompleks. Dengan adanya pendampingan AI, proses penyusunan skenario proyek menjadi lebih efisien, terstruktur, dan berbasis tujuan pembelajaran yang jelas. Berdasarkan observasi selama demonstrasi, waktu yang dibutuhkan guru untuk menyusun rancangan proyek berkurang secara signifikan, serta tingkat kejelasan alur pembelajaran meningkat. Hal ini menjadi bukti bahwa SPADA NEXT tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga memberikan keunggulan praktis dalam konteks pembelajaran digital di lapangan.

1.3. Analisis Penerimaan Pengguna (User Acceptance)

Analisis penerimaan pengguna terhadap produk SPADA NEXT berbasis AI dilakukan berdasarkan hasil observasi langsung, diskusi reflektif, serta dokumentasi video selama proses implementasi. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai sejauh mana produk diterima oleh guru sebagai pengguna utama, sekaligus membuktikan klaim keberhasilan proyek berdasarkan pengalaman nyata di lapangan.

Bukti empiris penerimaan pengguna ditunjukkan melalui pernyataan langsung dari guru yang terlibat dalam uji coba. Beberapa guru menyampaikan bahwa SPADA NEXT dinilai “mudah digunakan” karena alur navigasi yang jelas dan fitur yang terstruktur. Salah satu guru menyatakan bahwa pendampingan AI dalam perancangan proyek “sangat membantu dan mempercepat proses menyusun pembelajaran”, terutama pada tahap menentukan tahapan kegiatan dan penilaian. Pernyataan lain menegaskan bahwa sistem ini “lebih praktis dibandingkan menyusun proyek secara manual”, karena rekomendasi yang diberikan dapat langsung disesuaikan dengan kebutuhan kelas. Kata kunci seperti mudah, cepat, dan membantu secara konsisten muncul dalam testimoni pengguna, baik dalam dokumentasi video maupun wawancara singkat setelah kegiatan implementasi.

Testimoni tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam indikator keberhasilan kinerja produk. Dari sisi efisiensi waktu, guru melaporkan bahwa durasi perancangan pembelajaran berbasis proyek menjadi lebih singkat dibandingkan metode konvensional. Dari aspek kemudahan penggunaan (usability), guru mampu mengoperasikan fitur utama tanpa memerlukan pelatihan teknis yang panjang, yang menunjukkan bahwa antarmuka dan logika sistem bersifat intuitif. Sementara itu, indikator kejelasan materi terlihat dari meningkatnya pemahaman guru terhadap alur pembelajaran berbasis proyek, karena sistem menampilkan tahapan kegiatan secara runtut dan mudah dipahami.

Dari perspektif dampak kognitif dan psikologis, penggunaan SPADA NEXT berbasis AI memberikan pengaruh positif terhadap beban kerja guru. Pendampingan AI membantu mengurangi beban kognitif dalam merancang pembelajaran yang kompleks, sehingga guru dapat lebih fokus pada substansi materi dan strategi pembelajaran. Selain itu, proses perancangan yang interaktif dan responsif membuat pengalaman penggunaan terasa lebih menyenangkan dan tidak membebani. Hal ini menunjukkan bahwa SPADA NEXT tidak hanya diterima secara fungsional, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kenyamanan dan motivasi guru dalam mengelola pembelajaran kolaboratif berbasis proyek di kelas digital.

1.4. Strategi Diseminasi Profesional

Strategi diseminasi profesional dalam proyek SPADA NEXT berbasis AI dirancang untuk memastikan bahwa hasil pengembangan dan praktik implementasi produk dapat dikomunikasikan secara efektif kepada khalayak profesional, khususnya pendidik dan praktisi teknologi pendidikan. Diseminasi dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu kanal visual dan kanal konseptual, yang saling melengkapi dalam menyampaikan aspek praktis dan teoretis dari produk yang dikembangkan.

Pada kanal visual, diseminasi dilakukan melalui video demonstrasi yang dipublikasikan pada platform berbagi video dan media sosial pendidikan. Video tersebut menampilkan penulis sebagai presenter, sekaligus memperlihatkan secara langsung proses penggunaan SPADA NEXT, mulai dari akses awal hingga pemanfaatan fitur proyek kolaboratif berbasis AI. Peran utama video ini adalah menjangkau praktisi pendidikan secara luas dengan format yang mudah dipahami, kontekstual, dan berbasis praktik nyata. Melalui visualisasi langsung, guru dan pendidik lain dapat melihat cara kerja produk secara konkret, sehingga memudahkan adopsi dan replikasi di lingkungan pembelajaran masing-masing.

Selain kanal visual, diseminasi juga dilakukan melalui kanal konseptual berupa artikel ilmiah dan publikasi berbasis web. Kanal ini berfungsi untuk menjelaskan landasan teoretis, kerangka pedagogis, serta dasar teknologis yang melandasi pengembangan SPADA NEXT. Melalui tulisan akademis, produk tidak hanya dipahami sebagai alat teknis, tetapi juga sebagai karya yang memiliki legitimasi keilmuan dalam bidang teknologi pendidikan. Kanal konseptual ini ditujukan bagi dosen, peneliti, dan pengambil kebijakan pendidikan yang membutuhkan penjelasan sistematis dan berbasis teori sebagai dasar evaluasi dan pengembangan lanjutan.

Tujuan utama diseminasi profesional ini adalah untuk berbagi praktik baik (best practices) dalam pemanfaatan AI untuk pembelajaran kolaboratif berbasis proyek, sekaligus membuka ruang dialog dan umpan balik dari komunitas pendidikan. Dengan mempublikasikan karya melalui berbagai kanal, penulis berharap SPADA NEXT dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ekosistem pembelajaran digital, serta mendorong kolaborasi berkelanjutan antara pengembang, pendidik, dan praktisi teknologi pendidikan.

BAGIAN 2: REFLEKSI KRITIS DAN PENGEMBANGAN PROYEK

2.1. Tantangan Signifikan dalam Pengembangan

Tantangan paling signifikan dalam pengembangan SPADA NEXT berbasis AI terletak pada upaya menjembatani kesenjangan antara landasan teori pendidikan yang ideal dengan implementasi teknis dalam bentuk produk digital yang dapat digunakan secara nyata oleh guru. Secara teoretis, pembelajaran kolaboratif berbasis proyek menuntut fleksibilitas, kontekstualitas, dan otonomi belajar yang tinggi. Namun, ketika prinsip-prinsip tersebut harus diterjemahkan ke dalam struktur sistem, menu, dan alur kerja aplikasi, muncul kesulitan dalam menjaga agar esensi pedagogis tidak tereduksi menjadi sekadar fitur teknis.

Kesenjangan teori dan praktik terlihat jelas pada tahap perancangan fitur pendamping AI. Secara pedagogis, AI diharapkan berperan sebagai scaffolding yang adaptif dan mendukung pengambilan keputusan guru, bukan sebagai pengganti peran pendidik. Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana merancang respons AI agar tetap bersifat rekomendatif dan reflektif, tanpa bersifat instruktif secara kaku. Proses ini menuntut penyesuaian berulang antara desain pedagogis dan logika sistem, sehingga AI tidak hanya menghasilkan keluaran otomatis, tetapi juga mendorong guru untuk tetap berpikir kritis dalam merancang pembelajaran.

Selain itu, kompleksitas desain juga menjadi tantangan utama dalam pengembangan produk. Beberapa fitur ideal, seperti personalisasi proyek secara mendalam dan penyesuaian tingkat kesulitan kolaborasi, sulit diwujudkan secara sederhana tanpa meningkatkan kompleksitas antarmuka. Dalam konteks ini, pengembang dihadapkan pada dilema antara mempertahankan idealisme desain pembelajaran yang komprehensif dengan kebutuhan akan produk yang praktis dan mudah digunakan oleh guru. Upaya menyeimbangkan kedua aspek tersebut dilakukan dengan menyederhanakan fitur menjadi fungsi inti yang paling relevan, meskipun konsekuensinya adalah tidak semua gagasan awal dapat diimplementasikan secara penuh.

Melalui proses ini, pengembangan SPADA NEXT menjadi pengalaman reflektif yang menegaskan bahwa desain teknologi pendidikan bukan sekadar persoalan teknis, melainkan proses negosiasi berkelanjutan antara teori, konteks pengguna, dan keterbatasan sistem. Tantangan-tantangan tersebut justru memperkaya pemahaman penulis tentang pentingnya pendekatan iteratif dan reflektif dalam mengembangkan produk pembelajaran digital yang bermakna dan berkelanjungan.

2.2. Pembelajaran Penting (Key Insights)

Salah satu “aha! moment” paling bermakna setelah menyelesaikan pengembangan SPADA NEXT berbasis AI adalah pemahaman bahwa teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan jembatan solusi pedagogis yang hanya efektif jika dirancang selaras dengan kebutuhan dan cara berpikir pengguna. Pada awal pengembangan, teknologi AI diposisikan sebagai fitur unggulan yang diharapkan mampu mengotomatisasi banyak proses perancangan pembelajaran. Namun, melalui proses implementasi dan refleksi, disadari bahwa nilai utama teknologi justru terletak pada kemampuannya mendukung pengambilan keputusan guru, bukan menggantikannya.

Refleksi ini semakin kuat ketika melihat bagaimana guru berinteraksi dengan sistem. Guru cenderung lebih menerima AI yang berperan sebagai pendamping reflektif—memberikan saran, alternatif, dan struktur—dibandingkan AI yang langsung menentukan atau “mengunci” alur pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa dalam konteks pendidikan, teknologi yang paling berdampak adalah teknologi yang memperkuat peran manusia, bukan mendominasi proses belajar. Dengan demikian, posisi teknologi dalam proyek ini bergeser dari sekadar inovasi teknis menjadi sarana mediasi antara teori pedagogis dan praktik pembelajaran di kelas digital.

Dari perspektif pengguna (user experience), pembelajaran penting lainnya adalah kesadaran bahwa kesederhanaan antarmuka dan kejelasan alur jauh lebih dihargai daripada kompleksitas fitur. Meskipun secara teknis memungkinkan untuk menambahkan banyak opsi dan personalisasi, guru lebih nyaman menggunakan sistem dengan tampilan yang sederhana, langkah yang runtut, dan istilah yang familiar dengan praktik pembelajaran sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa desain teknologi pendidikan harus berangkat dari pola pikir dan kebiasaan pengguna, bukan semata-mata dari potensi teknologi yang tersedia.

Secara keseluruhan, pembelajaran reflektif dari proyek ini menegaskan bahwa keberhasilan inovasi teknologi pendidikan tidak ditentukan oleh kecanggihan sistem, tetapi oleh sejauh mana teknologi tersebut mampu menyatu secara alami dengan kebutuhan, preferensi, dan konteks kerja pengguna. Insight ini menjadi landasan penting bagi pengembangan lanjutan SPADA NEXT agar tetap berorientasi pada manusia dan pembelajaran bermakna.

2.3. Rencana Pengembangan Diri dan Proyek Lanjutan

Apabila proyek SPADA NEXT berbasis AI dilanjutkan, pengembangan selanjutnya akan difokuskan pada penguatan fungsi pembelajaran yang lebih adaptif dan berpusat pada pengguna. Salah satu fitur konkret yang direncanakan untuk dikembangkan adalah asesmen adaptif berbasis AI, yang mampu menyesuaikan bentuk dan tingkat kesulitan penilaian berdasarkan karakteristik proyek dan capaian belajar peserta didik. Fitur ini diharapkan dapat membantu guru tidak hanya dalam merancang aktivitas pembelajaran, tetapi juga dalam memantau perkembangan belajar secara lebih personal dan berkelanjutan.

Selain asesmen adaptif, pengembangan lanjutan juga diarahkan pada penyempurnaan AI chatbot pendamping pembelajaran yang dapat diakses secara real-time oleh guru dan peserta didik. Chatbot ini dirancang untuk memberikan klarifikasi tugas, saran pengembangan proyek, serta umpan balik awal terhadap proses kolaborasi. Dengan demikian, SPADA NEXT dapat berkembang dari sekadar alat perancangan pembelajaran menjadi ekosistem pembelajaran digital yang mendukung interaksi dan refleksi sepanjang proses belajar.

Dari sisi pengembangan diri, proyek ini menunjukkan pentingnya penguatan kompetensi lintas bidang. Ke depan, penulis perlu mengasah kemampuan coding dan pemahaman logika sistem secara lebih mendalam agar mampu menerjemahkan gagasan pedagogis ke dalam desain teknis yang lebih fleksibel. Selain itu, kompetensi desain antarmuka dan pengalaman pengguna (UI/UX) menjadi area pengembangan penting untuk memastikan bahwa produk tetap intuitif dan ramah bagi guru sebagai pengguna utama. Kompetensi analisis data pembelajaran juga dipandang strategis untuk mendukung pengembangan fitur berbasis data, seperti pelacakan keterlibatan dan efektivitas pembelajaran berbasis proyek.

Secara keseluruhan, rencana pengembangan lanjutan proyek dan diri ini diarahkan untuk memperkuat integrasi antara pedagogi, teknologi, dan pengalaman pengguna. Dengan peningkatan kompetensi dan pengembangan fitur yang terarah, SPADA NEXT diharapkan dapat terus berevolusi sebagai solusi pembelajaran digital yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan.

KESIMPULAN

Pengembangan SPADA NEXT berbasis AI dilatarbelakangi oleh permasalahan utama dalam pembelajaran digital, khususnya tingginya kompleksitas dan beban kerja guru dalam merancang pembelajaran kolaboratif berbasis proyek. Keterbatasan waktu, kebutuhan akan struktur pembelajaran yang jelas, serta minimnya dukungan sistem yang terintegrasi menjadi dasar pengembangan solusi ini. SPADA NEXT dirancang sebagai ekosistem pembelajaran digital yang menggabungkan prinsip pedagogis pembelajaran berbasis proyek dengan dukungan teknologi AI sebagai pendamping perancangan pembelajaran.

Hasil implementasi dan uji coba menunjukkan bahwa SPADA NEXT berhasil menjawab permasalahan tersebut secara efektif. Produk ini terbukti meningkatkan efisiensi perancangan pembelajaran, memberikan alur proyek yang lebih terstruktur, serta mempermudah guru dalam mengintegrasikan pembelajaran kolaboratif ke dalam kelas digital. Respons positif guru sebagai pengguna utama, yang ditunjukkan melalui testimoni dan observasi lapangan, menjadi bukti bahwa solusi yang dikembangkan relevan, fungsional, dan memiliki nilai tambah nyata dalam praktik pembelajaran.

PENUTUP

Sebagai penutup, proyek pengembangan SPADA NEXT berbasis AI telah memenuhi siklus pengembangan konten dan teknologi pembelajaran digital secara menyeluruh, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan berbasis landasan pedagogis dan teknologi pendidikan, produksi produk digital, implementasi di lingkungan belajar, hingga evaluasi dan diseminasi profesional. Setiap tahapan dilalui secara reflektif dan berbasis bukti, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga memiliki legitimasi keilmuan.

Melalui proses ini, proyek tidak hanya menghasilkan sebuah produk pembelajaran digital, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bermakna bagi pengembang dalam memahami hubungan antara teori, teknologi, dan praktik pendidikan. Dengan demikian, SPADA NEXT diharapkan dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi pengembangan inovasi pembelajaran digital selanjutnya yang berorientasi pada kebutuhan pengguna dan keberlanjutan ekosistem pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.

Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.

Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.

Januszewski, A., & Molenda, M. (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.

Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.

Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (Eds.). (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.

Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Eds.). (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *