Implementasi Modul Microlearning Interaktif Berbasis Genially untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Regulasi Diri Mahasiswa dalam Pembelajaran Asinkron: Studi Penerimaan dan Refleksi Pengembangan

·

·

, ,

BAGIAN 1: IMPLEMENTASI DAN DISEMINASI HASIL PROYEK

Skenario Implementasi di Lingkungan Belajar

Uji coba produk dilakukan secara terbatas pada pembelajaran asinkron mata kuliah Manajemen Inovasi Offering D10 Universitas Negeri Malang dengan melibatkan mahasiswa sebagai pengguna, dan dilaksanakan di lingkungan belajar non formal (rumah mahasiswa) untuk merepresentasikan situasi belajar mandiri. Pada pelaksanaan ini, pengembang hanya mendampingi tanpa memberikan arahan teknis, sehingga seluruh interaksi dengan modul microlearning interaktif berbasis Genially dijalankan secara mandiri oleh mahasiswa. Proses dimulai saat mahasiswa membuka halaman orientasi modul, melanjutkan ke video pembelajaran singkat sebagai pemantik konsep, kemudian mengerjakan kuis adaptif yang terintegrasi langsung setelah video. Setiap respons kuis langsung direspons sistem melalui umpan balik instan yang menentukan apakah mahasiswa perlu mengulang materi atau dapat melanjutkan pembelajaran. Setelah kuis, mahasiswa mengisi refleksi tertulis yang kemudian direspons sistem dengan pemberian badge sebagai penanda progres, sebelum pembelajaran ditutup melalui halaman rangkuman materi, sehingga modul berjalan secara otonom, responsif, dan memandu pengalaman belajar tanpa intervensi langsung pengembang.

Demonstrasi Fungsionalitas Produk

Fungsionalitas produk ditunjukkan melalui dua fitur inti yang menjadi jantung proyek, yaitu struktur microlearning bersyarat (conditional flow) dan umpan balik instan adaptif yang terintegrasi dalam platform Genially. Saat mahasiswa mengakses modul, sistem mengarahkan pengguna mengikuti segmentasi materi berbasis video singkat yang dikunci secara sistemik, sehingga tahapan pembelajaran tidak dapat dilompati sebelum pemaknaan awal diselesaikan. Setelah video, mahasiswa langsung diarahkan ke kuis adaptif, di mana setiap respons diproses sistem untuk menentukan kelanjutan atau pengulangan materi melalui notifikasi benar–salah, perubahan tampilan, dan pengulangan otomatis tanpa intervensi manual. Modul dapat diakses berbasis web melalui berbagai perangkat dan didistribusikan melalui LMS seperti SIPEJAR atau Google Classroom hanya dengan tautan, sehingga mendukung fleksibilitas pembelajaran asinkron. Secara fungsional, kombinasi fitur ini secara konkret menjawab permasalahan rendahnya keterlibatan dan regulasi diri mahasiswa, karena sistem tidak hanya menyajikan konten, tetapi secara aktif mengarahkan dan memandu proses belajar agar tetap terstruktur, responsif, dan bermakna.

Analisis Penerimaan Pengguna (User Acceptance)

Penerimaan pengguna terhadap modul microlearning interaktif berbasis Genially ini tercermin dari respons empiris mahasiswa selama uji coba, di mana pengguna menyatakan bahwa modul “mudah dipahami sejak awal,” “alur belajarnya jelas,” dan “dapat dijalankan secara mandiri tanpa arahan pendamping,” yang menunjukkan tingkat usability dan kejelasan desain yang tinggi. Pernyataan tersebut menjadi indikator keberhasilan dalam bentuk efisiensi waktu belajar dan kemudahan penggunaan, karena mahasiswa mampu memahami struktur pembelajaran, mengikuti setiap tahapan secara runtut, serta menyelesaikan modul secara otonom. Selain itu, pengguna merasakan bahwa kombinasi video singkat, kuis adaptif, dan umpan balik instan membuat proses belajar terasa “lebih fokus” dan “tidak melelahkan,” yang mengindikasikan penurunan beban kognitif dibandingkan pola pembelajaran asinkron konvensional berbasis unggah materi. Dari sisi dampak psikologis, mekanisme progres dan pemberian badge dipersepsikan sebagai pemicu motivasi untuk menuntaskan pembelajaran, sehingga pengalaman belajar tidak hanya lebih efisien secara kognitif, tetapi juga lebih terarah, menyenangkan, dan mendukung regulasi diri mahasiswa sebagaimana tujuan utama proyek ini.

Strategi Diseminasi Profesional

Diseminasi proyek ini dilakukan melalui dua kanal utama, yaitu kanal visual dan kanal konseptual, untuk menjangkau praktisi pendidikan secara luas sekaligus membangun pemahaman teoritis yang mendalam. Kanal visual diwujudkan melalui video demonstrasi modul microlearning interaktif berbasis Genially yang menampilkan alur penggunaan produk secara nyata, memperlihatkan fungsi inti seperti video interaktif, kuis adaptif, umpan balik instan, dan refleksi sebagai satu sistem pembelajaran asinkron yang utuh dan mudah direplikasi. Kanal konseptual diwujudkan melalui publikasi artikel ilmiah populer berbasis web yang menguraikan landasan pedagogis, analisis tekno-pedagogis, serta relevansi produk terhadap paradigma pembelajaran digital dan unconstrained learning. Strategi ini bertujuan untuk membagikan praktik baik pengembangan teknologi pendidikan, sekaligus membuka ruang umpan balik profesional agar produk dapat terus disempurnakan dan berkontribusi pada pengembangan pembelajaran asinkron yang bermakna.

BAGIAN 2: REFLEKSI KRITIS DAN PENGEMBANGAN PROYEK

Tantangan Signifikan dalam Pengembangan

Tantangan terberat dalam pengembangan proyek ini terletak pada kesenjangan antara idealitas teori pedagogis dan realisasi teknis produk microlearning interaktif. Secara konseptual, proyek ini dirancang berlandaskan prinsip beyond content, microlearning, dan self-directed learning yang menuntut pembelajaran asinkron bersifat interaktif, reflektif, dan adaptif. Namun, menerjemahkan prinsip tersebut ke dalam struktur aplikasi berbasis Genially menuntut penyederhanaan desain yang tidak selalu sejalan dengan ideal pedagogis. Kompleksitas muncul saat merancang fitur kontrol belajar, seperti prasyarat penyelesaian video sebelum kuis dan mekanisme umpan balik adaptif, yang secara pedagogis penting untuk menjaga alur pemaknaan, tetapi secara teknis berisiko membatasi fleksibilitas pengguna. Untuk menyeimbangkan idealisme dan keterbatasan teknis platform no-code, adaptivitas pembelajaran akhirnya diwujudkan melalui sistem looping, feedback instan, dan navigasi bersyarat yang lebih sederhana namun tetap bermakna. Proses ini menuntut keputusan desain reflektif agar kedalaman pedagogis tetap terjaga tanpa mengorbankan keterjangkauan teknis dan pengalaman belajar pengguna.

Pembelajaran Penting (Key Insights)

Berdasarkan proses perancangan dan implementasi proyek ini, wawasan paling fundamental yang diperoleh adalah perubahan cara pandang terhadap peran teknologi dalam pembelajaran asinkron. Teknologi yang semula diposisikan sebagai alat bantu penyaji materi terbukti berfungsi lebih strategis sebagai jembatan solusi pedagogis yang menghubungkan teori pembelajaran yang abstrak dengan pengalaman belajar mandiri yang nyata. Pengembangan modul microlearning interaktif berbasis Genially menunjukkan bahwa tanpa desain teknologi yang intentional, prinsip keterlibatan kognitif, regulasi diri, dan refleksi belajar berisiko berhenti pada tataran konseptual. Dari perspektif pengalaman pengguna (UX), interaksi mahasiswa memperlihatkan bahwa kejelasan alur, kesederhanaan antarmuka, dan konsistensi navigasi jauh lebih menentukan efektivitas pembelajaran dibandingkan kompleksitas fitur. Tampilan yang terlalu rumit justru meningkatkan beban kognitif, sementara struktur yang sederhana namun terarah memberikan rasa aman, kontrol, dan keberanian bagi pengguna untuk mengeksplorasi pembelajaran secara mandiri. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan teknologi pendidikan tidak ditentukan oleh tingkat kecanggihan teknisnya, melainkan oleh kemampuannya menyederhanakan proses belajar dan memfasilitasi pengalaman belajar yang intuitif, terarah, dan bermakna.

Rencana Pengembangan Diri dan Proyek Lanjutan

Jika proyek ini dilanjutkan, pengembangan utama akan difokuskan pada penambahan fitur asesmen adaptif berbasis respons pengguna, sehingga jalur microlearning tidak lagi bersifat linear, melainkan menyesuaikan tingkat pemahaman, kecepatan belajar, dan kebutuhan refleksi pengguna secara lebih personal. Fitur ini dirancang sebagai kelanjutan logis dari temuan proyek bahwa kesederhanaan alur dan relevansi konten lebih berdampak daripada kompleksitas fitur yang statis. Selain pengembangan produk, proyek ini juga mengungkap kebutuhan penguatan kompetensi diri, khususnya pada pemahaman desain pembelajaran adaptif, pengolahan data interaksi pengguna untuk pengambilan keputusan pedagogis, serta eksplorasi teknologi berbasis AI sebagai pendukung refleksi belajar, bukan sekadar otomatisasi. Dengan penguatan kompetensi tersebut, pengembangan lanjutan diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kedalaman pedagogis, kejelasan pengalaman pengguna, dan keberlanjutan inovasi teknologi pendidikan yang kontekstual dan realistis.

KESIMPULAN

Sintesis Keberhasilan Proyek

Proyek pengembangan modul microlearning interaktif berbasis Genially ini berhasil menjawab permasalahan rendahnya keterlibatan dan regulasi diri mahasiswa dalam pembelajaran asinkron mata kuliah Manajemen Inovasi yang sebelumnya cenderung berorientasi pada distribusi materi. Melalui desain pembelajaran yang intentional, modul ini menerjemahkan prinsip microlearning, interaktivitas, dan umpan balik adaptif ke dalam alur teknologi yang terstruktur dan responsif. Hasil uji coba menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menjalankan pembelajaran secara mandiri, memahami alur sejak awal, serta menyelesaikan modul secara efisien tanpa arahan langsung, dengan pengalaman belajar yang dirasakan lebih fokus dan tidak melelahkan. Temuan ini menegaskan bahwa produk tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi efektif secara pedagogis dalam mengarahkan, memandu, dan memperkuat proses belajar asinkron. Dengan demikian, proyek ini membuktikan bahwa teknologi pendidikan yang dirancang berbasis pengalaman belajar mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran asinkron secara nyata dan kontekstual.

Penutup

Secara keseluruhan, proyek ini telah menuntaskan siklus pengembangan konten digital pembelajaran secara utuh dan sistematis, mulai dari analisis kebutuhan pembelajaran asinkron, perancangan desain pedagogis berbasis teori, produksi modul microlearning interaktif, hingga tahap implementasi, evaluasi, dan diseminasi. Rangkaian proses tersebut memastikan bahwa solusi yang dikembangkan tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi teruji secara fungsional dan diterima pengguna di lapangan. Pengalaman ini tidak hanya menegaskan keberhasilan produk dalam menjawab permasalahan efektivitas pembelajaran asinkron, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi penguatan kompetensi penulis sebagai calon pengembang teknologi pendidikan yang reflektif, adaptif, dan berorientasi pada solusi pedagogis yang bermakna.

Referensi 

Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.

Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.

Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.

Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.

Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.

Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (Eds.). (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.

Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Eds.). (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.

Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *