Implementasi Modul Microlearning Interaktif Berbasis Genially dengan Integrasi AI-Feedback untuk Mendukung Pembelajaran Asinkron pada Mata Kuliah Kajian Iklim Pembelajaran

·

·

Skenario Implementasi di Lingkungan Belajar

Uji coba produk dilakukan secara terbatas pada konteks pembelajaran asinkron mata kuliah Kajian Iklim Pembelajaran di Universitas Negeri Malang dengan melibatkan seorang mahasiswa sebagai pengguna representatif. Implementasi berlangsung di lingkungan belajar nonformal, yaitu di rumah mahasiswa, untuk merepresentasikan situasi belajar mandiri di luar kelas. Pada saat uji coba, pengembang hadir sebagai pendamping pasif tanpa memberikan arahan teknis, sehingga seluruh interaksi dengan modul microlearning interaktif berbasis Genially dijalankan sepenuhnya oleh mahasiswa berdasarkan pemahamannya sendiri. Mahasiswa memulai dengan mengakses halaman pembuka modul, menavigasi menu pembelajaran, lalu menyimak Materi singkat sebagai pemantik konseptual sebelum mengerjakan kuis formatif yang terintegrasi langsung. Setiap jawaban kuis direspons sistem melalui umpan balik instan yang secara otomatis menentukan apakah mahasiswa perlu mengulang atau dapat melanjutkan pembelajaran. Proses kemudian berlanjut ke aktivitas refleksi tertulis berbantuan AI sebagai bentuk internalisasi pemahaman, sebelum ditutup pada halaman penutup yang merangkum inti materi. Alur ini menunjukkan bahwa modul berfungsi sebagai sistem pembelajaran otonom, responsif, dan mampu memandu pengalaman belajar secara mandiri tanpa intervensi langsung pengembang.

Demonstrasi Fungsionalitas Produk

Hasil uji coba menunjukkan penerimaan pengguna yang positif terhadap modul microlearning interaktif berbasis Genially. Berdasarkan wawancara singkat pasca-implementasi, pengguna menyatakan bahwa modul “mudah dipahami dan tidak membingungkan meskipun tanpa penjelasan terlebih dahulu,” serta menilai alur pembelajaran “jelas, ringkas, dan membantu memahami konsep iklim pembelajaran secara bertahap.” Pernyataan ini mengindikasikan kemudahan penggunaan (usability) dan kejelasan struktur materi, sejalan dengan prinsip microlearning yang menekankan segmentasi dan navigasi non-linear. Selain itu, pengguna juga menyampaikan bahwa umpan balik otomatis pada kuis dan refleksi “membantu mengecek pemahaman tanpa harus menunggu dosen,” yang dapat diterjemahkan sebagai indikator efisiensi waktu dan penurunan beban kognitif dalam pembelajaran asinkron. Secara psikologis, pengalaman belajar dinilai lebih ringan dan menyenangkan karena interaksi visual dan respons sistem membuat pembelajaran terasa “lebih hidup” dibandingkan membaca materi teks di LMS. Temuan ini memperkuat klaim bahwa integrasi interaktivitas dan AI-feedback dalam modul berfungsi efektif sebagai fasilitator belajar mandiri yang adaptif dan bermakna.

Analisis Penerimaan Pengguna (User Acceptance)

Hasil evaluasi penerimaan pengguna menunjukkan bahwa modul microlearning interaktif berbasis Genially dapat diterima dengan baik oleh mahasiswa sebagai pengguna representatif pembelajaran asinkron. Berdasarkan wawancara singkat setelah penggunaan modul, mahasiswa menyampaikan bahwa alur pembelajaran terasa “mudah diikuti”, tampilan antarmuka “tidak membingungkan”, serta materi “lebih cepat dipahami karena tidak terlalu panjang”. Pernyataan tersebut mengindikasikan indikator keberhasilan pada aspek usability dan efisiensi kognitif, di mana desain microlearning dan navigasi non-linear membantu pengguna memahami konsep tanpa memerlukan penjelasan eksternal. Selain itu, keberadaan kuis formatif dengan umpan balik instan dan refleksi berbantuan AI dirasakan “membantu mengetahui apakah sudah paham atau belum”, yang menunjukkan dukungan terhadap regulasi diri dan refleksi belajar. Secara psikologis, pengguna menyatakan proses belajar terasa lebih ringan dan tidak menekan, mengindikasikan penurunan beban kognitif serta meningkatnya kenyamanan belajar mandiri, sejalan dengan tujuan proyek pada UAS Tahap 1 dan klaim pedagogis yang ditegaskan dalam artikel ilmiah populer UAS Tahap 2.

Strategi Diseminasi Profesional

Diseminasi proyek dilakukan melalui dua kanal utama yang saling melengkapi, yaitu kanal visual dan kanal konseptual. Kanal visual diwujudkan melalui video demonstrasi penggunaan modul microlearning interaktif berbasis Genially yang dipublikasikan melalui media berbagi video dan media sosial, dengan tujuan menjangkau praktisi pendidikan dan mahasiswa secara luas melalui representasi penggunaan produk secara nyata, runtut, dan mudah dipahami. Video ini berfungsi menunjukkan cara kerja sistem, alur interaksi pengguna, serta keunggulan fungsional produk dalam mendukung pembelajaran asinkron. Sementara itu, kanal konseptual diwujudkan melalui publikasi artikel ilmiah populer berbasis web yang menjelaskan landasan pedagogis, teknologis, serta logika desain pembelajaran yang mendasari pengembangan produk. Publikasi ini bertujuan memastikan bahwa karya tidak hanya dipahami sebagai artefak teknis, tetapi sebagai praktik teknologi pendidikan yang memiliki dasar keilmuan yang jelas, sekaligus membuka ruang berbagi praktik baik dan memperoleh umpan balik dari komunitas akademik dan praktisi pembelajaran digital.

BAGIAN 2: REFLEKSI KRITIS DAN PENGEMBANGAN PROYEK

Tantangan Signifikan dalam Pengembangan

Tantangan utama dalam pengembangan proyek ini terletak pada kesenjangan antara idealitas teori pedagogi dan realisasi teknis dalam bentuk produk digital. Konsep pembelajaran reflektif, microlearning, dan AI-feedback secara teoretis menuntut pengalaman belajar yang adaptif, personal, dan bermakna, namun pada tahap implementasi harus diterjemahkan ke dalam struktur antarmuka dan alur interaksi yang sederhana agar tetap dapat dipahami dan dijalankan secara mandiri oleh mahasiswa. Kompleksitas muncul ketika fitur refleksi berbantuan AI dan navigasi non-linear harus dirancang tanpa membebani kognisi pengguna, sehingga pengembang perlu menyeimbangkan antara kedalaman pedagogis dan keterbatasan teknis platform Genially. Proses ini menuntut reduksi konseptual yang cermat, di mana prinsip-prinsip teori pembelajaran tidak dihilangkan, tetapi disederhanakan ke dalam elemen interaktif yang tetap koheren, fungsional, dan realistis untuk konteks pembelajaran asinkron mahasiswa.

Pembelajaran Penting (Key Insights)

Wawasan paling fundamental (aha moment) yang diperoleh dari penyelesaian proyek microlearning interaktif berbasis Genially ini adalah redefinisi posisi teknologi dalam pembelajaran. Teknologi terbukti tidak sekadar berfungsi sebagai alat bantu penyajian konten, melainkan sebagai jembatan solusi pedagogis yang menghubungkan kerangka teori pembelajaran—seperti pembelajaran mandiri, reflektif, dan berorientasi pengalaman—dengan praktik belajar nyata mahasiswa dalam konteks asinkron. Tanpa desain teknologi yang terstruktur, teori pedagogi berisiko berhenti sebagai konsep normatif tanpa mekanisme operasional yang dapat dijalankan secara mandiri oleh pengguna.

Pembelajaran penting berikutnya muncul dari perspektif User Experience (UX). Uji coba menunjukkan bahwa mahasiswa lebih cepat memahami alur pembelajaran ketika antarmuka dirancang sederhana, konsisten, dan minim distraksi visual. Respons spontan pengguna yang menyatakan modul “mudah”, “jelas”, dan “tidak membingungkan” mengonfirmasi bahwa efektivitas teknologi pendidikan tidak ditentukan oleh kompleksitas fitur, melainkan oleh kemampuannya menurunkan beban kognitif dan memberikan rasa aman saat belajar. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan adopsi teknologi pendidikan bergantung pada keselarasan antara logika pedagogis dan pengalaman pengguna, bukan pada kecanggihan teknis semata.

Rencana Pengembangan Diri dan Proyek Lanjutan

Jika proyek microlearning interaktif berbasis Genially ini dilanjutkan, pengembangan utama diarahkan pada penguatan personalisasi pembelajaran melalui penambahan fitur asesmen adaptif berbantuan AI, yang mampu menyesuaikan jalur konten, tingkat kesulitan kuis, dan rekomendasi refleksi berdasarkan respons pengguna. Fitur ini dipandang strategis untuk memperdalam fungsi modul sebagai sistem pembelajaran otonom yang benar-benar responsif terhadap perbedaan pemahaman mahasiswa dalam konteks kajian iklim pembelajaran. Selain itu, integrasi dashboard analitik sederhana juga direncanakan untuk memberikan umpan balik berbasis data terhadap pola interaksi dan beban kognitif pengguna. Dari sisi pengembangan diri, proyek ini menegaskan kebutuhan untuk mengasah kompetensi learning experience design (LXD) secara lebih mendalam, khususnya pada penerjemahan teori pedagogi ke dalam logika sistem digital, serta peningkatan keterampilan pemanfaatan AI edukatif dan analisis data pembelajaran agar desain teknologi yang dikembangkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga semakin presisi dalam mendukung proses belajar yang bermakna dan berkelanjutan.

KESIMPULAN

Sintesis Keberhasilan Proyek

Berdasarkan rangkaian analisis kebutuhan, perancangan pedagogis, implementasi teknologi, hingga uji coba terbatas di lapangan, dapat disimpulkan bahwa modul microlearning interaktif berbasis Genially ini berhasil menjawab permasalahan utama pembelajaran asinkron, khususnya rendahnya keterlibatan dan lemahnya regulasi diri mahasiswa. Solusi yang dikembangkan tidak hanya menyajikan konten secara digital, tetapi membangun sistem pembelajaran yang terstruktur, adaptif, dan responsif melalui integrasi video singkat, kuis adaptif, umpan balik instan, serta refleksi terarah. Hasil uji coba menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menjalankan pembelajaran secara mandiri, memahami alur dengan jelas, serta merasakan peningkatan fokus dan efisiensi belajar. Dengan demikian, proyek ini terbukti efektif secara pedagogis dan fungsional dalam meningkatkan kualitas pengalaman belajar asinkron, sekaligus menegaskan bahwa desain tekno-pedagogis yang tepat mampu mentransformasikan pembelajaran digital dari sekadar distribusi materi menjadi pengalaman belajar yang bermakna dan terarah.

Penutup

Secara keseluruhan, proyek ini telah menuntaskan siklus pengembangan konten digital pendidikan secara utuh, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan berbasis landasan pedagogis, produksi modul microlearning interaktif berbasis Genially, hingga tahap implementasi, evaluasi penerimaan pengguna, dan diseminasi profesional. Hasil implementasi menunjukkan bahwa integrasi desain pedagogis dan teknologi mampu menghasilkan pembelajaran asinkron yang terstruktur, adaptif, dan bermakna. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya memenuhi capaian pembelajaran mata kuliah secara komprehensif, tetapi juga merepresentasikan kesiapan pengembang dalam merancang dan mengimplementasikan solusi teknologi pendidikan yang kontekstual, reflektif, dan aplikatif di era pembelajaran digital.


Referensi 

Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.

Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.

Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.

Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.

Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.

Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (Eds.). (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.

Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Eds.). (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *