Sofia Maulina Zulfa
220231604703
Kelas TEP-PGSD
Harapan Proyek
Pendidikan bahasa Arab di era digital menuntut pergeseran fundamental dari sekadar transfer pengetahuan deklaratif (hafalan kata) menuju penciptaan pengalaman belajar yang mendalam (deep learning). Sejalan dengan perspektif Hokanson et al. (2018), teknologi pendidikan tidak lagi dipandang sekadar alat penyampaian materi, melainkan sarana untuk melampaui konten statis (beyond content) demi mengembangkan kapasitas kognitif pembelajar. Dalam konteks pembelajaran kosakata (mufrodat), idealnya proses belajar memanfaatkan prinsip Dual Coding (Paivio, 1991), di mana informasi diproses melalui saluran verbal dan visual secara simultan untuk menciptakan jejak memori jangka panjang yang kokoh. Harapannya, pembelajaran tidak lagi menjadi aktivitas mekanis yang membosankan, melainkan sebuah ekosistem visual yang imersif di mana atensi siswa terikat sepenuhnya melalui desain instruksional yang secara emosional dan kognitif relevan (Mayer & Estrella, 2014), sehingga mampu mengatasi beban kognitif (cognitive load) siswa.
Konteks Proyek
Proyek ini dikembangkan dalam ekosistem pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyyah (MI), secara spesifik menargetkan siswa Kelas 5 yang merupakan generasi digital natives. Dalam konteks ini, peran teknologi didefinisikan ulang mengacu pada Januszewski & Molenda (2008), bukan sebagai perangkat keras semata, melainkan sebagai studi dan praktik etis untuk memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja. Secara spesifik, proyek ini menerapkan teknologi Kinetic Typography (animasi teks bergerak) sebagai implementasi praktis dari prinsip Signaling dalam Teori Kognitif Pembelajaran Multimedia (CTML). Teknologi ini berperan vital untuk mengarahkan atensi visual siswa secara eksplisit pada ortografi Arab (rasm) dan maknanya, menjembatani kesenjangan antara persepsi visual dan pemahaman linguistik di tengah distraksi lingkungan digital.
Deskripsi Kesenjangan
Meskipun urgensi penguasaan mufrodat sangat tinggi sebagai fondasi bahasa, realita di lapangan menunjukkan kesenjangan (gap) yang signifikan. Pembelajaran bahasa Arab seringkali dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang “sulit” dan “membosankan” (Mustofa, 2011). Metode konvensional yang dominan masih mengandalkan rote memorization (menghafal buta) dari buku teks dengan visual statis yang kaku, yang gagal menstimulasi keterlibatan siswa secara emosional maupun kognitif. Di sisi lain, meskipun adopsi media digital seperti YouTube mulai marak, konten yang tersedia seringkali memiliki durasi yang terlalu panjang, irama lambat, dan desain yang tidak mematuhi prinsip multimedia, sehingga memicu extraneous cognitive load (beban kognitif berlebih). Akibatnya, terjadi kegagalan dalam memenangkan atensi siswa, yang bermuara pada rendahnya retensi (daya ingat) mufrodat dan lemahnya atensi visual terhadap detail tulisan Arab.
Uraian Deskripsi Solusi Proyek
Sebagai respons strategis terhadap kesenjangan tersebut, proyek ini menawarkan solusi berupa pengembangan “ARABIC-SNAP”, sebuah prototipe video micro-learning (durasi 3-5 menit) berbasis Kinetic Typography. Solusi ini dirancang untuk memadatkan materi guna menyesuaikan rentang atensi siswa (attention span) yang pendek. Keunikan solusi ini terletak pada penggunaan animasi teks dinamis yang berfungsi sebagai signaling visual—misalnya, kata kerja “menulis” dianimasikan dengan gerakan seperti pena—untuk memperkuat asosiasi makna. Dengan mengintegrasikan narasi audio yang jernih dan visual teks yang bergerak secara sinkron (Prinsip Kontiguitas Temporal), solusi ini bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas memori kerja siswa dan memfasilitasi transfer informasi ke memori jangka panjang secara efisien.
Rumusan Masalah Proyek
Berdasarkan analisis latar belakang dan kesenjangan di atas, rumusan masalah dalam pengembangan proyek ini adalah:
- Bagaimana spesifikasi desain video micro-learning berbasis Kinetic Typography yang valid dan layak digunakan untuk pembelajaran mufrodat siswa kelas 5 MI?
- Bagaimana efektivitas penerapan prinsip signaling melalui Kinetic Typography dalam meningkatkan atensi visual siswa terhadap bentuk tulisan (rasm) Arab?
- Apakah penggunaan media ARABIC-SNAP dapat meningkatkan retensi (daya ingat) mufrodat siswa secara signifikan dibandingkan metode konvensional?
Tujuan Proyek
Proyek pengembangan ini bertujuan untuk:
- Menghasilkan produk video micro-learning “ARABIC-SNAP” yang memenuhi kriteria validitas ahli materi dan ahli media.
- Mendeskripsikan strategi desain Kinetic Typography yang mampu mengarahkan atensi visual siswa secara efektif selama proses pembelajaran.
- Menguji efektivitas produk dalam mengoptimalkan retensi mufrodat siswa kelas 5 MI, yang diukur melalui peningkatan hasil belajar (post-test).
Metodologi Pengembangan Proyek
Penelitian ini menggunakan model pengembangan Lee & Owens (2004) yang dipilih karena strukturnya yang sistematis untuk pengembangan produk multimedia. Tahapan pelaksanaannya meliputi:
- Analisis (Assessment/Analysis): Melakukan analisis kebutuhan (needs assessment) terhadap siswa kelas 5 MI dan analisis kurikulum bahasa Arab untuk menentukan mufrodat target.
- Desain (Design): Merancang papan cerita (storyboard) yang mendetail, menetapkan spesifikasi Kinetic Typography, serta menyusun naskah audio (voice over) berdasarkan prinsip Dual Coding.
- Pengembangan (Development): Memproduksi aset visual menggunakan Canva dan melakukan editing serta animasi teks menggunakan perangkat lunak CapCut. Tahap ini juga mencakup validasi oleh ahli materi dan ahli media.
- Implementasi (Implementation): Melakukan uji coba produk kepada audiens target (siswa kelas 5 MI) dalam setting pembelajaran nyata.
- Evaluasi (Evaluation): Mengukur efektivitas produk menggunakan instrumen tes (untuk retensi) dan observasi/angket (untuk atensi visual), serta melakukan revisi akhir produk.
Daftar Pustaka
Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.
Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.
Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.
Mayer, R. E. (2009). Constructivism as a theory of learning versus constructivism as a prescription for instruction. In Constructivist instruction (pp. 196–212). Routledge.
Beno, J., Silen, A. P., & Yanti, D. (2022). Efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis video animasi terhadap prestasi belajar siswa.
Lee, W. W., & Owens, D. L. (2004). Multimedia-based instructional design. Pfeiffer.
Mayer, R. E., & Estrella, G. (2014). Benefits of emotional design in multimedia instruction. Learning and Instruction, 33, 12–18.
Mustofa, S. (2011). Strategi pembelajaran bahasa Arab inovatif. UIN-Maliki Press.
Paivio, A. (1991). Dual coding theory: Retrospect and current status. Canadian Journal of Psychology, 45(3), 255.

Tinggalkan Balasan