EduLens: Simulasi Interaktif Berbasis AR dan AI untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis & Pengambilan Keputusan Mahasiswa dalam Lingkungan Belajar Digital

·

·

Harapan Proyek (Das Sollen / Idealita)

Proyek ini berangkat dari visi ideal pembelajaran masa depan di mana mahasiswa bukan hanya penerima informasi, tetapi aktor aktif yang membangun pemahaman melalui interaksi kontekstual, refleksi mendalam, dan pengambilan keputusan yang bermakna. Pendidikan ideal menempatkan teknologi sebagai mitra kognitif yang mampu memperkaya pengalaman belajar melalui simulasi autentik, umpan balik adaptif, dan interaktivitas yang terstruktur. Pandangan ini selaras dengan Spector (2014), Hokanson et al. (2018), serta Moller & Huett (2012) yang menekankan bahwa teknologi pendidikan tidak cukup hanya menyampaikan konten, tetapi harus membentuk pengalaman belajar yang menstimulasi proses kognitif tingkat tinggi.

Konteks Proyek (Lingkungan & Peran Teknologi)

EduLens diterapkan pada konteks pendidikan tinggi, khususnya mahasiswa Teknologi Pendidikan yang membutuhkan ruang praktik untuk menghubungkan teori dengan kasus nyata. Banyak pembelajaran digital saat ini masih bersifat linier dan konsumtif, sehingga mahasiswa kurang memiliki kesempatan untuk menganalisis situasi yang kompleks. Teknologi pendidikan melalui AR dan AI memungkinkan pengalaman belajar yang lebih adaptif: AR menghadirkan simulasi yang imersif, sementara AI memberikan umpan balik personal yang membantu mahasiswa memperkuat kemampuan berpikir kritis. Pendekatan ini konsisten dengan gagasan Albert et al. (2021) yang menekankan peran AI dalam memperkuat kecerdasan manusia dalam proses belajar.

Deskripsi Kesenjangan (Das Sein / Realita Masalah)

Meskipun mahasiswa mampu memahami teori secara konseptual, kemampuan untuk menganalisis konteks nyata dan mengambil keputusan berbasis data sering kali belum terbentuk secara optimal. Pembelajaran digital yang tersedia lebih dominan menyajikan informasi alih-alih menempatkan mahasiswa dalam situasi yang menuntut pemikiran reflektif. Hambatan lainnya adalah minimnya ruang aman untuk eksplorasi dan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar, serta kurangnya umpan balik cepat dan personal. Kondisi ini memperlebar jarak antara kompetensi yang dibutuhkan di lapangan dan pengalaman belajar aktual.

Uraian Deskripsi Solusi Proyek

Sebagai solusi terhadap kesenjangan tersebut, EduLens dirancang sebagai simulasi interaktif berbasis AR dengan dukungan AI reflektif. Melalui ponsel atau tablet, mahasiswa dapat memindai marker untuk mengakses simulasi kasus nyata, mengamati situasi dari berbagai perspektif, lalu memilih tindakan melalui jalur percabangan yang menghasilkan konsekuensi berbeda. Setelah keputusan dibuat, AI memberikan evaluasi otomatis mengenai logika keputusan, risiko, serta rekomendasi strategis. EduLens menggabungkan microlearning, simulasi, dan refleksi adaptif menjadi satu pengalaman yang ringkas namun mendalam.

Rumusan Masalah Proyek

Rumusan inti proyek ini adalah: “Bagaimana pengembangan EduLens sebagai simulasi interaktif berbasis Augmented Reality dan kecerdasan buatan dapat meningkatkan kemampuan analisis situasi serta pengambilan keputusan mahasiswa dalam lingkungan belajar digital?”

Metodologi Pengembangan Proyek

Pengembangan EduLens mengikuti model ADDIE yang diterapkan secara berurutan sejak awal semester. Tahap analisis memetakan kebutuhan mahasiswa dan kesenjangan kemampuan kognitif tingkat tinggi. Tahap desain menghasilkan alur interaktif, peta materi, flowchart bercabang, dan storyboard detail. Tahap pengembangan menghasilkan prototipe low-fidelity berupa simulasi AR sederhana dengan AI berbasis prompt untuk analisis keputusan. Tahap implementasi terbatas digunakan untuk menguji kelogisan alur, sedangkan tahap evaluasi mengecek konsistensi pedagogis serta ketercapaian tujuan belajar. Prinsip desain ini diperkuat oleh literatur Januszewski & Molenda (2008) serta Moller & Huett (2012) mengenai pentingnya sistematisasi dan keselarasan antara kebutuhan belajar dan desain instruksional.

Referensi (APA Style)

Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.
Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.
Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.
Januszewski, A., & Molenda, M. (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.
Moller, L., & Huett, J. B. (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.
Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.
Rich, P. J., & Hodges, C. B. (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.
Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *