Cara Merancang Microlearning Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Abstrak Mahasiswa Pendidikan dan Sains

·

·

, ,

Nuroh Aslihatu Rahmatin

220341600183

Kelas C23

Harapan Proyek

Kondisi ideal adalah paradigma pembelajaran mendalam (deep learning) dimana mahasiswa tidak hanya menghafal, tetapi secara aktif membangun pemahaman yang kuat terhadap konsep abstrak, terutama dalam pembelajaran daring. Pembelajaran harus bersifat personal, adaptif, dan mampu menjembatani kecerdasan pedagogis (mastery learning, PBL) dengan kecerdasan artifisial, menciptakan ekosistem pembelajaran yang sangat menarik, kolaboratif, dan relevan dengan konteks lokal (merujuk pada cita-cita yang didorong olehAlbert et al., 2021)

Konteks Proyek

Proyek ini diterapkan pada lingkungan pembelajaran daring di Perguruan Tinggi (khususnya melalui platform SPADA Indonesia) untuk mata kuliah sains dan pendidikan. Teknologi pendidikan berperan sebagai fasilitator kognitif yang tidak hanya menyajikan konten, tetapi memecahnya menjadi segmen microlearning yang terkelola, memberikan umpan balik adaptif (AI recommendation engine), dan memicu keterlibatan melalui mekanika gamifikasi dan forum kolaboratif (sejalan dengan visi teknologi sebagai fokus baru untuk belajar dari Hokanson et al., 2018).

Deskripsi Kesenjangan

Hambatan dalam pembelajaran daring adalah kesulitan mahasiswa dalam memahami konsep yang bersifat abstrak, seperti Teori Kognitif atau skema proses ilmiah, yang sering disajikan secara linear dalam video panjang atau teks padat. Hal ini mengakibatkan tingkat keterlibatan yang rendah, retensi informasi yang cepat hilang, dan kegagalan dalam menghubungkan teori dengan studi kasus nyata di lapangan. Model penyampaian konten saat ini kurang adaptif terhadap kebutuhan individual, menyebabkan learning gap yang signifikan (fenomena ini menyoroti tantangan yang dibahas dalam Spector et al., 2014 tentang tantangan komunikasi dalam pendidikan).

Uraian Deskripsi Solusi Proyek

Solusi yang ditawarkan adalah Konten Digital Interaktif berbasis Microlearning, dengan fitur utama:

  • Video Singkat (5–10 Menit): Memecah konsep abstrak menjadi unit-unit belajar yang ringkas dan terfokus.
  • Kuis Interaktif: Kuis adaptif di tengah segmen.
  • AI Recommendation Engine: Jika skor kuis rendah, sistem otomatis merekomendasikan video/materi tambahan yang relevan.
  • Forum Kolaboratif: Integrasi tugas berbasis masalah ke forum SPADA untuk mendorong aplikasi dan diskusi.

Rumusan Masalah Proyek

“Bagaimana pengembangan konten microlearning interaktif dapat secara efektif meningkatkan pemahaman konsep abstrak dan keterlibatan aktif bagi mahasiswa mata kuliah Pendidikan/Sains?”

Tujuan Proyek

  1. Mengembangkan konten digital interaktif berbasis microlearning yang efektif untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep abstrak dalam pembelajaran daring.
  2. Meningkatkan keterlibatan aktif dan motivasi belajar mahasiswa melalui forum kolaboratif.

Metodologi Pengembangan Proyek

Proyek ini mengadopsi model pengembangan sistematis, yang langkah-langkahnya berakar pada prinsip ADDIE atau Dick and Carey (sesuai dengan kerangka kerja yang umum dalam Januszewski & Molenda, 2008), yang dimodifikasi untuk pengembangan konten digital:

  1. Analisis: Mengidentifikasi konsep abstrak yang sulit (misal: Teori Kognitif) dan menganalisis kebutuhan/karakteristik mahasiswa (target user).
  2. Desain (Storyboarding): Merancang arsitektur konten, menetapkan tujuan pembelajaran terukur, dan membuat storyboard panel per panel.
  3. Pengembangan: Produksi aset visual, rekaman narasi, pengembangan interaktivitas (menggunakan alat seperti Articulate Storyline/Genially/Google Sites).
  4. Implementasi & Evaluasi Awal: Menguji coba modul kepada kelompok mahasiswa kecil untuk mengumpulkan umpan balik (misalnya, tes pemahaman konsep dan kuesioner keterlibatan).

Referensi

Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.

Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.

Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.

Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.

Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.

Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (Eds.). (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.

Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Eds.). (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.

Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *