Pengembangan Pembelajaran Digital berbasis Microlearning melalui Web FitAcademy.id untuk Meningkatkan Motivasi dan Pemahaman Peserta Didik

·

·

Novita Eka Sari
220341601149
Kelas C


Harapan Proyek

Dalam idealitas pendidikan abad ke-21, pembelajaran seharusnya berlangsung secara fleksibel, personal, dan mampu menyesuaikan kebutuhan serta kecepatan belajar masing-masing peserta didik. Pembelajaran ideal bukan lagi sekadar transfer pengetahuan, tetapi sebuah pengalaman belajar yang adaptif, interaktif, dan memfasilitasi eksplorasi mandiri. Microlearning menjadi pendekatan ideal karena membagi konten menjadi unit-unit singkat yang mudah dicerna, sehingga mengurangi beban kognitif dan meningkatkan retensi pengetahuan (Buchem & Hamelmann, 2020). Pembelajaran digital yang ideal juga seharusnya meningkatkan motivasi intrinsik peserta didik, memperkuat keterlibatan, dan mendukung perkembangan kompetensi abad ke-21 seperti kemandirian dan berpikir kritis (Muali & Karlina, 2025). Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat, pendidikan dapat bergerak menuju lingkungan belajar yang lebih manusiawi, kreatif, dan bermakna.

Konteks Proyek

Proyek ini dikembangkan dalam konteks pembelajaran digital di lingkungan pendidikan formal dan nonformal, di mana peserta didik telah terbiasa menggunakan perangkat digital dan membutuhkan model pembelajaran yang lebih fleksibel. Perkembangan teknologi pendidikan memungkinkan penyampaian konten secara lebih efisien, interaktif, dan terukur melalui platform web seperti FitAcademy.id. Platform ini menyediakan ruang bagi guru dan pengembang konten untuk mendistribusikan materi microlearning dalam bentuk video, teks ringkas, infografis, dan kuis interaktif. Teknologi berperan penting dalam memastikan pembelajaran dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, sekaligus memberikan fitur seperti progres belajar, pelaporan otomatis, dan gamifikasi yang terbukti mampu meningkatkan engagement peserta didik (Muali & Karlina, 2025). Selain itu, integrasi teknologi dalam pembelajaran terbukti mampu memperkaya pengalaman belajar dan mendukung adaptasi peserta didik terhadap era digital yang menuntut kemampuan belajar mandiri dan literasi digital (Jainuri et al., 2025). Dengan demikian, FitAcademy.id menjadi lingkungan strategis untuk menerapkan pendekatan microlearning yang relevan dengan karakteristik generasi pembelajar saat ini.

Deskripsi Kesenjangan

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran masih banyak menggunakan metode ceramah panjang dengan materi yang padat, sehingga siswa sering kehilangan fokus dan mengalami overload informasi. Kondisi ini menghambat pemahaman mendalam dan berdampak pada rendahnya motivasi belajar (Aprilia et al., 2025). Selain itu, banyak guru belum memiliki kemampuan atau waktu untuk mengembangkan konten digital yang menarik, sehingga kualitas pembelajaran daring tidak optimal (OECD, 2020). Peserta didik juga membutuhkan model belajar yang lebih fleksibel, namun fasilitas digital di sekolah atau kemampuan pendidik dalam memanfaatkan teknologi masih belum merata. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya solusi pembelajaran yang sederhana, efektif, dan mendukung kebutuhan belajar generasi digital.

Uraian Deskripsi Solusi Proyek

Sebagai respons terhadap tantangan implementasi pembelajaran digital yang sering kali tidak terstruktur dan kurang memfasilitasi fokus belajar peserta didik, proyek ini mengembangkan solusi konkret berupa Pembelajaran Digital berbasis Microlearning melalui platform web FitAcademy.id. Konsep microlearning dipilih karena terbukti mampu memecah konten pembelajaran menjadi unit-unit kecil yang mudah dicerna, mempersingkat durasi belajar, dan meningkatkan retensi informasi. Pendekatan ini sejalan dengan temuan Hug (2016) dan Buchem & Hamelmann (2020) yang menegaskan bahwa microlearning efektif dalam mendukung proses belajar jangka pendek maupun berkelanjutan melalui segmentasi konten yang ringkas dan fokus.

FitAcademy.id dirancang sebagai web interaktif yang menyajikan materi microlearning dalam bentuk video pendek, kuis adaptif, ringkasan visual, dan reward system berbasis gamifikasi untuk meningkatkan motivasi intrinsik peserta didik. Struktur ini sesuai dengan penelitian Ifenthaler & Yau (2020) yang menekankan pentingnya integrasi teknologi edukatif yang responsif dan adaptif terhadap proses belajar individu. Dengan demikian, FitAcademy.id tidak hanya menyediakan konten terstruktur, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang personal, menarik, dan terukur. Platform ini dirancang untuk memfasilitasi peningkatan motivasi belajar sekaligus memperdalam pemahaman konsep secara progresif melalui unit-unit microlearning yang sistematis.

Rumusan Masalah Proyek

Permasalahan utama dalam proyek ini berfokus pada bagaimana pembelajaran digital berbasis microlearning melalui Web FitAcademy.id dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman peserta didik pada konteks pembelajaran modern. Dalam praktiknya, masih banyak peserta didik yang mengalami kejenuhan, kurang fokus, dan rendahnya keterlibatan ketika mengikuti pembelajaran digital yang bersifat panjang dan monoton. Di sisi lain, guru sering mengalami kesulitan dalam menyediakan materi digital yang ringkas namun tetap berkualitas. Tantangan ini selaras dengan temuan Nugroho et al. (2021) yang menunjukkan bahwa kualitas desain pembelajaran digital sangat menentukan tingkat keterlibatan dan keberhasilan belajar.

Tujuan Proyek

Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman peserta didik melalui pengembangan pembelajaran digital berbasis microlearning yang diimplementasikan dalam platform web FitAcademy.id. Pembelajaran berbasis microlearning diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang ringkas, menarik, dan mudah dipahami sehingga mampu menjawab tantangan keterbatasan fokus dan minat belajar pada pembelajaran digital modern.

Tujuan khusus, menghasilkan modul microlearning digital yang sistematis dan mudah diakses, mengembangkan fitur web FitAcademy.id yang mendukung motivasi belajar melalui video singkat, kuis interaktif, dan gamifikasi, dan meningkatkan pemahaman konsep peserta didik melalui penyajian konten yang tersegmentasi dan terarah.

Metodologi Pengembangan Proyek

Proyek ini dilaksanakan dengan mengadaptasi model pengembangan konten digital yang sistematis, mencakup empat tahapan utama: Analysis, Design, Prototype, dan Evaluation.

1. Analysis, Tahap ini dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, kesenjangan pembelajaran digital yang ada, serta preferensi gaya belajar mereka. Observasi awal menunjukkan bahwa peserta didik membutuhkan materi yang singkat, jelas, dan mudah diakses kapan saja. Analisis kebutuhan merujuk pada panduan desain pembelajaran digital oleh Bower (2019) yang menekankan pentingnya mencocokkan karakteristik peserta didik dengan desain konten digital.

2. Design, Pada tahap ini, alur microlearning disusun mulai dari pembuatan video 3–5 menit, ringkasan konten, hingga kuis refleksi. Struktur desain mengikuti prinsip cognitive load theory, di mana konten dipadatkan untuk menghindari beban kognitif berlebih. Prinsip ini sejalan dengan rekomendasi Plass & Kaplan (2016) yang menekankan bahwa pembelajaran digital harus meminimalkan distraksi dan memaksimalkan fokus konsep. Desain antarmuka FitAcademy.id disusun untuk menarik, intuitif, dan tidak membebani pengguna.

3. Development, Tahap ini mencakup pembuatan konten microlearning, produksi video pendek, integrasi kuis adaptif, dan pengembangan web FitAcademy.id. Proses produksi didukung oleh temuan Kohnke & Moorhouse (2022) yang menyatakan bahwa pembelajaran digital yang efektif harus memadukan media interaktif, segmentasi konten, dan fitur asesmen ringan. Hasil tahap ini adalah prototipe FitAcademy.id yang siap diuji coba.

4. Evaluation, Evaluasi dilakukan melalui uji coba terbatas kepada peserta didik untuk mengukur efektivitas platform dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman. Teknik evaluasi mengacu pada kerangka evaluasi teknologi pendidikan oleh Spector (2016), yang menekankan pentingnya pengukuran berbasis data, seperti keaktifan, skor kuis microlearning, dan persepsi pengguna. Hasil evaluasi digunakan untuk menyempurnakan konten dan fitur web.

Daftar Referensi

Aprilia, N., Suryani, N., & Nurhayati, E. (2025). Student engagement in digital learning during the post-pandemic era. Journal of Educational Technology Innovation, 12(1), 45–58.

Bower, M. (2019). Design of technology-enhanced learning: Integrating research and practice. Emerald Publishing.

Buchem, I., & Hamelmann, H. (2020). Microlearning: A strategy for ongoing professional development in the digital age. International Journal of Advanced Corporate Learning, 13(1), 20–28.

Hug, T. (2016). Microlearning: A collaborative microcontent approach. Innsbruck University Press.

Ifenthaler, D., & Yau, J. Y. K. (2020). Utilising learning analytics to support study success in higher education: A systematic review. Educational Technology Research and Development, 68(4), 1961–1990.

Jainuri, J., Rahmawati, S., & Haq, M. (2025). Digital literacy and learning autonomy in the era of smart education. Journal of Digital Learning and Innovation, 4(2), 55–70.

Kohnke, L. (2022). Exploring the potential of microlearning for mobile-assisted language learning. Computer Assisted Language Learning, 35(4), 567–589.

Kohnke, L., & Moorhouse, B. (2022). Designing microlearning for higher education: Principles and practices. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 19(28), 1–16.

Muali, C., & Karlina, E. (2025). Fostering motivation and self-regulated learning through digital gamification. Journal of Contemporary Educational Technology, 17(1), 112–128.

Nugroho, A., Setiawan, D., & Putri, R. (2021). The role of instructional design quality in digital learning engagement. International Journal of Emerging Technologies in Learning, 16(11), 50–63.

OECD. (2020). Digital education outlook 2020: PISA, technology, and the future of learning. OECD Publishing.

Plass, J. L., & Kaplan, U. (2016). Learning and instructional design in the digital age. MIT Press.

Spector, J. M. (2016). Foundations of educational technology: Integrative approaches and interdisciplinary perspectives (2nd ed.). Routledge.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *