Rosa Elfi Rohamania
220341610191
Kelas C23
Harapan Proyek (Das Sollen / Idealita)
Pendidikan di era digital menuntut pergeseran paradigma menuju penciptaan pengalaman belajar yang mendalam (deep learning), melampaui sekadar transfer pengetahuan faktual. Kondisi ideal pendidikan abad ke-21 adalah tercapainya lingkungan belajar yang adaptif dan intensional, di mana teknologi berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan kapasitas intelektual pembelajar, bukan hanya penyedia konten statis (beyond content).
Harapan ideal dalam biologi untuk proyek ini adalah peserta didik mampu mengintegrasikan konsep yang kompleks, seperti dinamika ekosistem dan isu lingkungan melalui pembelajaran berbasis inkuiri, membangun kemampuan penalaran sistemik. Praktik pengajaran harus adaptif dan mendukung kebutuhan akademik tingkat lanjut, memfasilitasi konstruksi pengetahuan yang bermakna yang sejalan dengan visi unconstrained learning (pembelajaran tanpa batas) yang fleksibel dan terbuka.
Konteks Proyek (Lingkungan & Peran Teknologi)
Proyek EcoLearn diterapkan dalam konteks pembelajaran Biologi pada topik ekosistem dan isu lingkungan bagi siswa SMA, dengan sasaran utama peserta didik Generasi Z yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap interaksi visual, pengalaman belajar yang imersif, serta aktivitas eksploratif. Dalam implementasinya, teknologi pendidikan memegang peran sentral. Pertama, proyek ini membangun ekosistem belajar terpadu dengan mengintegrasikan layanan Google Workspace, seperti Google Site, Google Form, Google Drive, hingga YouTube ke dalam satu platform tunggal yang memfasilitasi Digital Pedagogy Alignment sesuai karakteristik pelajar Gen Z. Kedua, teknologi berfungsi sebagai fasilitator keterlibatan melalui penyajian konten interaktif, mulai dari simulasi hingga infografis dinamis, yang mengubah proses belajar dari pasif menjadi lebih eksploratif, adaptif, dan berpusat pada pengalaman siswa. Ketiga, ekosistem digital ini dirancang untuk mendukung strategi Problem-Based Learning (PBL) dengan memanfaatkan Google Site sebagai container yang menuntun siswa melalui tahapan PBL secara sistematis, mulai dari orientasi masalah, eksplorasi informasi, analisis, hingga evaluasi sehingga keterlibatan aktif dalam memecahkan masalah autentik dapat terjamin.
Deskripsi Kesenjangan (Das Sein / Realita Masalah)
Kesenjangan utama dalam pembelajaran Biologi, khususnya pada topik ekosistem, terletak pada rendahnya pemahaman konseptual serta literasi data siswa. Kondisi ini muncul karena berbagai faktor. Pertama, pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional yang kurang selaras dengan karakteristik Generasi Z yang membutuhkan pengalaman belajar visual, interaktif, dan berbasis pengalaman langsung. Kedua, sejumlah materi yang bersifat abstrak, seperti siklus biogeokimia dan keterkaitan komponen ekosistem yang tidak didukung oleh visualisasi interaktif yang memadai sehingga menyulitkan siswa untuk membangun representasi mental yang akurat. Ketiga, siswa mengalami kesulitan dalam menghubungkan teori Biologi dengan isu lingkungan aktual, seperti perubahan iklim, pencemaran, atau degradasi ekosistem, sehingga pemahaman mereka cenderung terfragmentasi. Selain itu, teknologi yang tersedia di sekolah belum diintegrasikan secara pedagogis untuk mendukung sense-making, literasi data, dan keterampilan berpikir komputasional. Kesenjangan tersebut menunjukkan perlunya solusi digital yang mampu menjembatani human intelligence dengan teknologi, sekaligus menyediakan umpan balik cerdas dan pengalaman belajar yang terpersonalisasi, sebagaimana ditawarkan oleh konten berbasis kecerdasan buatan (AI).
Uraian Deskripsi Solusi Proyek
Solusi yang ditawarkan melalui proyek ini adalah pengembangan Konten Digital Interaktif EcoLearn, sebuah platform berbasis Google Site yang berfungsi sebagai ekosistem belajar terpaduuntuk mengatasi kesenjangan pemahaman siswa pada topik ekosistem dan isu lingkungan. Platform ini dirancang dengan mengintegrasikan model Problem-Based Learning(PBL) yang diperkuat oleh elemen visualisasi data, sehingga mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih eksploratif, analitis, dan relevan dengan konteks nyata. Dari sisi pedagogis, EcoLearn mengadopsi strategi kunci berbasis PBL dengan mengalirkan seluruh konten sesuai tahapan sistematis, mulai dari orientasi masalah, organisasi belajar, penyelidikan mandiri, kolaborasi, hingga evaluasi akhir. Selain itu, pendekatan pembelajaran digital terpadu diwujudkan melalui pemanfaatan layanan Google Workspace, seperti Google Form untuk refleksi dan pengumpulan hasil kerja, Google Drive untuk menyediakan sumber data, serta YouTube sebagai media penyajian materi audiovisual, sehingga tercipta pengalaman belajar yang kolaboratif, non-linier, dan sesuai karakteristik Gen Z.
EcoLearn dilengkapi dengan berbagai fitur inti. Bagian Beranda/Orientasi Masalah menyajikan isu lingkungan autentik yang berfungsi sebagai pemicu analisis dan diskusi. Menu Penyelidikan Mandiri (Jelajah Data) menyediakan infografik interaktif serta data nyata yang mendukung siswa dalam melakukan analisis sistemik sekaligus mengembangkan literasi data. Fitur Studi Kasus & Peta Konsep memanfaatkan media simulasi, seperti Genially atau Articulate Storyline untuk memvisualisasikan konsep-konsep abstrak dan hubungan antar komponen ekosistem sehingga pemahaman konseptual menjadi lebih mendalam. Selain itu, ruang Kolaborasi Kelompok disediakan melalui area unggah tugas menggunakan Google Form dan forum diskusi yang memungkinkan siswa berdialog, berbagi temuan, dan membangun solusi secara kolektif.
Rumusan Masalah Proyek
Bagaimana pengembangan Konten Digital Interaktif EcoLearn (berbasis Google Site) yang mengintegrasikan Problem-Based Learning dan visualisasi data dapat meningkatkan pemahaman konseptual dan literasi data bagi siswa SMA dalam topik ekosistem dan isu lingkungan?
Metodologi Pengembangan Proyek
Proyek EcoLearn dikembangkan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), di mana laporan kemajuan saat ini berfokus pada tahapan Design dan persiapan Development. Tahapan dalam model ini dijalankan secara sistematis sebagai berikut.
- Tahap Analysis
Pada tahap ini dilakukan analisis kebutuhan siswa Generasi Z serta identifikasi kesulitan konseptual terkait materi ekosistem. Analisis ini memastikan bahwa solusi yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan target pengguna dan sejalan dengan prinsip Instructional Design yang valid.
- Tahap Design
Tahap desain mencakup perancangan storyboard secara detail, termasuk untuk menu “Jelajah Data” dan penyusunan diagram alur (Flowchart PBL) yang sistematis. Pendekatan Computational Thinking digunakan untuk merancang alur logika konten sehingga konsisten dan dapat memfasilitasi proses pemecahan masalah secara efektif.
- Tahap Development
Tahap pengembangan meliputi produksi aset pembelajaran seperti simulasi dan infografis interaktif, pembuatan template Google Site, serta integrasi Google Form sebagai komponen pendukung interaktivitas. Tahap ini diakhiri dengan Alpha Testing untuk memastikan kelayakan awal. Seluruh aset dirancang agar memiliki aksesibilitas tinggi dan bersifat ubiquitous, sehingga mendukung unconstrained learning.
- Tahap Implementation
Pada tahap implementasi dilakukan uji coba terbatas (Beta Testing) serta pengumpulan data awal. Fokus utamanya adalah memvalidasi fungsionalitas platform dan memastikan bahwa alur PBL berjalan konsisten di lingkungan pembelajaran nyata.
- Tahap Evaluation
Tahap evaluasi mencakup pengukuran dampak penggunaan EcoLearn melalui pre–post test serta refleksi terhadap peningkatan pemahaman konseptual siswa. Proses ini menggunakan instrumen asesmen yang valid agar pengaruh teknologi terhadap hasil belajar dapat diukur secara objektif.
Referensi
Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). 2021. Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.
Ataş, A. H., & Yıldırım, Z. 2025. A shared metacognition-focused instructional design model for online collaborative learning environments. Educational Technology Research and Development, 73(1), 567-613.
Bishop, M. J., Boling, E. C., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). 2021. Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.
Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). 2018. Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.
Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). 2008. Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.
Jing, Y., Dai, J., Wang, C., Shen, S., & Shadiev, R. 2025. Unleashing the power of virtual learning environment: exploring the impact on learning outcomes through a meta-analysis. Interactive Learning Environments, 33(1), 52-69.
Lo, A. 2024. Digital learning engagement and ecological awareness among Gen Z learners. Journal of Environmental Education and Technology, 9(2), 115-128.
Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). 2012. The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.
Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (Eds.). 2009. Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.
Primandhika, R., Nurhadi, A., & Setiawan, T. 2025. Digital pedagogy alignment for Gen Z learners: Challenges in Indonesian high schools. Journal of Educational Innovation, 12(1), 33-45.
Ramadhani, D., Putri, N., & Siregar, R. 2023. Artificial intelligence-based adaptive learning for biology education. International Journal of STEM Education Research, 6(4), 202-214.
Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Eds.). 2017. Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.
Simamora, E., & Yogica, D. 2022. Challenges of conceptual understanding in biology learning: The case of ecosystem topics. Journal of Biology Education Research, 5(3), 221-232.
Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). 2014. Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.
Taroreh, V. 2024. Interactive digital media for science concept mastery: A quasi-experimental study. Indonesian Journal of Digital Learning, 8(1), 58-70. Wahyuningtyas, L., & Silalahi, R. 2025. Data literacy and conceptual understanding in environmental biology learning. Journal of Science Education and Innovation, 10(1), 91-104.

Tinggalkan Balasan