Pengembangan Flipbook Berbasis Deep Learning untuk Personalisasi Pembelajaran Audio-Visual dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar

·

·

, ,

Nadia Imelda Rosalia
NIM: 230121603870
Offering/Kelas: A23


Harapan Proyek

Pendidikan pada era digital idealnya mengarah pada pengalaman belajar yang personal, adaptif, dan mampu mengakomodasi kebutuhan belajar individual siswa. Dalam konteks pembelajaran sains di sekolah dasar, kondisi ideal tersebut mencakup tersedianya media pembelajaran yang mampu menyesuaikan penyajian materi berdasarkan kemampuan, gaya belajar, dan tingkat pemahaman setiap peserta didik. Paradigma pembelajaran masa depan menekankan pentingnya integrasi kecerdasan buatan sebagai penunjang pengambilan keputusan instruksional, penguatan pemahaman konseptual, serta pendampingan belajar secara lebih manusiawi dan berkelanjutan (Albert et al., 2021; Spector et al., 2014).

Idealnya, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar tidak hanya menyajikan teks dan penjelasan verbal, tetapi dilengkapi dengan visualisasi dinamis, audio naratif, simulasi interaktif, dan pengalaman multimodal lain yang secara signifikan dapat mengurangi beban kognitif dan meningkatkan kejernihan konsep ilmiah bagi siswa. Dalam kerangka teknologi pendidikan modern, media pembelajaran seharusnya mampu menghadirkan pengalaman belajar yang fleksibel, kaya, dan disesuaikan secara real-time berdasarkan performa peserta didik (Bishop et al., 2020; Moller & Huett, 2012).

Dengan demikian, kondisi ideal yang ingin dicapai melalui proyek ini adalah terwujudnya sistem pembelajaran IPA yang bukan hanya menghibur atau informatif, tetapi juga adaptif, ilmiah, dan berpusat pada kebutuhan belajar generasi digital muda.


Konteks Proyek (Lingkungan & Peran Teknologi)

Proyek ini diimplementasikan pada lingkungan pendidikan dasar, khususnya siswa kelas 5 Sekolah Dasar yang tengah mempelajari konsep-konsep abstrak IPA seperti gaya, energi, atau sistem pernapasan. Pada jenjang ini, siswa termasuk kategori generasi Alfa yang memiliki karakteristik pembelajaran visual, interaktif, dan berbasis multimodal. Namun dalam praktiknya, sebagian besar sekolah dasar masih mengandalkan media pembelajaran linear atau konvensional yang tidak mampu menyesuaikan kebutuhan belajar individual.

Teknologi pendidikan memainkan peran strategis sebagai penghubung antara tuntutan Kurikulum Merdeka—yang menekankan pembelajaran berdiferensiasi—dengan implementasi pembelajaran aktual. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya deep learning, memungkinkan analisis performa belajar siswa, prediksi kesulitan, dan rekomendasi materi secara otomatis. Teknologi ini relevan dengan arah perkembangan teori teknologi pendidikan yang mendefinisikan bahwa inovasi seharusnya berfungsi sebagai sistem adaptif yang mengoptimalkan pembelajaran berdasarkan karakteristik pengguna (Januszewski & Molenda, 2008; Hokanson et al., 2018).

Dalam konteks sekolah dasar, media digital seperti flipbook interaktif dapat menjadi platform tepat untuk menyajikan materi sains secara terstruktur, visual, dan mudah diintegrasikan dengan AI maupun augmented reality. Oleh karena itu, proyek ini ditempatkan pada peran teknologi sebagai katalis kunci dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang bermakna dan relevan bagi siswa abad 21.


Deskripsi Kesenjangan

Realitas pembelajaran IPA pada siswa sekolah dasar menunjukkan adanya kesenjangan mencolok antara kondisi ideal pembelajaran adaptif dan praktik pembelajaran yang terjadi di lapangan. Banyak siswa mengalami kesulitan memahami konsep-konsep abstrak dalam IPA karena penyajian materi masih dominan berupa teks dan penjelasan lisan tanpa visualisasi yang memadai. Penelitian menunjukkan bahwa 50–60% siswa sekolah dasar belum mencapai kompetensi dasar IPA secara optimal (Gumilar, 2023), yang menandakan adanya ketidaksesuaian antara target kurikulum dan pengalaman belajar siswa.

Keterbatasan media pembelajaran digital di sekolah memperbesar kesenjangan tersebut. Sebagian besar media hanya bersifat linier, pasif, dan kurang interaktif, sehingga tidak mampu merespons kebutuhan belajar yang beragam. Selain itu, guru menghadapi tantangan dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi karena minimnya dukungan teknologi adaptif yang mampu memberikan rekomendasi pembelajaran berdasarkan performa siswa secara real-time (Sari et al., 2025). Penggunaan media digital yang tidak fleksibel juga berdampak pada tingginya beban kognitif siswa ketika mempelajari konsep abstrak tanpa bantuan ilustrasi dinamis atau pengalaman multimodal yang relevan (Sweller, 2011).

Dengan demikian, kesenjangan utama terletak pada:

  1. Ketidaksesuaian antara karakteristik belajar generasi digital dengan media pembelajaran yang digunakan.
  2. Kurangnya media adaptif yang mampu mempersonalisasi pembelajaran IPA.
  3. Terbatasnya penggunaan AI atau teknologi cerdas untuk mendukung rekomendasi belajar dan pemantauan performa siswa.

Kesenjangan-kesenjangan inilah yang menjadi dasar perlunya pengembangan flipbook berbasis deep learning sebagai solusi inovatif.


Uraian Deskripsi Solusi Proyek

Solusi yang dikembangkan melalui proyek ini berupa flipbook digital interaktif berbasis deep learning yang berfungsi sebagai media pembelajaran personal bagi siswa kelas 5 SD. Flipbook ini menyajikan materi IPA dalam format multimodal—teks, gambar, video, audio naratif, kuis interaktif, serta elemen augmented reality (AR), sehingga siswa dapat mempelajari konsep abstrak dengan representasi visual yang konkret dan menarik.

Integrasi deep learning berfungsi untuk menganalisis hasil kuis siswa, mengidentifikasi tingkat pemahaman, dan memberikan rekomendasi belajar secara otomatis seperti materi penguatan atau video tambahan. Teknologi ini sejalan dengan perkembangan praktik adaptive learning yang diproyeksikan sebagai arah masa depan pendidikan (Rich & Hodges, 2017; Moller et al., 2009).

Solusi ini memenuhi kebutuhan pembelajaran karena:

  1. Personalisasi Pembelajaran: sistem memberikan rekomendasi berdasarkan performa siswa.
  2. Representasi Multimodal: visualisasi konsep menjadi lebih konkret dengan AR dan video.
  3. Interaktivitas Tinggi: aktivitas kuis, eksplorasi visual, dan navigasi fleksibel meningkatkan engagement.
  4. Dukungan Guru: guru dapat memantau data performa siswa untuk memberi intervensi yang tepat.

Dengan demikian, flipbook ini menjadi media pembelajaran digital yang adaptif, relevan, dan fungsional untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan pembelajaran IPA dan praktik di lapangan.


Rumusan Masalah Proyek

Berdasarkan perumusan format tugas, pertanyaan utama proyek ini adalah:

“Bagaimana pengembangan Flipbook Berbasis Deep Learning dapat mempersonalisasi pembelajaran audio-visual dan meningkatkan pemahaman konsep IPA bagi siswa kelas 5 sekolah dasar?”


Metodologi Pengembangan Proyek

Metode pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahap sistematis:

a. Analysis

Tahap ini mencakup identifikasi karakteristik siswa kelas 5 SD, pemetaan kesulitan belajar IPA, analisis kebutuhan media digital, serta pengumpulan referensi materi sains dan kompetensi dasar.

b. Design

Meliputi perancangan struktur navigasi flipbook, penulisan storyboard, desain antarmuka, penyusunan naskah multimedia, dan perencanaan integrasi kuis interaktif serta fitur AR.

c. Development

Tahap ini mencakup pembuatan konten (teks, ilustrasi, video, audio), desain grafis, integrasi konten ke dalam Heyzine Flipbook, implementasi kuis eksternal, serta pembuatan prototipe deep learning sederhana untuk analisis hasil belajar.

d. Implementation

Dilakukan uji coba terbatas pada kelompok kecil siswa kelas 5 SD untuk memperoleh umpan balik terkait fungsionalitas, keterbacaan, dan efektivitas media.

e. Evaluation

Evaluasi formatif dan sumatif dilakukan untuk melihat kepraktisan, efektivitas, dan kelayakan media. Hasil evaluasi digunakan untuk revisi sebelum produk akhir dirilis.


Referensi

Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.

Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.

Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.

Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.

Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.

Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (Eds.). (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.

Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Eds.). (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.

Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *