
Asif Fira Rahma
Bagian I: Pendahuluan
Uraian Produk Proyek
Era digitalisasi ini, praktik pembelajaran di sekolah sudah banyak yang menerapkan sistem daring, terlebih lagi setelan Indonesia mengalami pandemi Covid-19 dimana seluruh aktivitas harus ditunda dan segala pekerjaan di lakukan dari rumah (work from home). Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik dalam melaksanakan pembelajaran secara daring seperti bagaimana cara mengoptimalkan pembelajaran dan keterlibatan siswa dalam kelas. Dari sini dapat dilihat bahwa terdapat kesenjangan nyata antara harapan dan realita. Secara ideal, pembelajaran digital diharapkan mampu menghadirkan media yang interaktif, fleksibel, dan mendorong keterlibatan aktif siswa. Namun kenyataannya, seringkali metode daring hanya berbasis presentasi statis atau teks, sehingga keterlibatan siswa rendah dan pemahaman konsep abstrak menjadi lemah. Penelitian oleh Ifadah (2022) menyatakan bahwa di masa pandemi, beberapa sekolah menerapkan e-learning atau platform daring sederhana (misalnya LMS atau WhatsApp), namun hasilnya menunjukkan bahwa literasi digital dan pemahaman siswa terhadap materi biologi belum optimal (misalnya dalam konteks materi biodiversitas atau konsep biologi dasar).
Kesenjangan ini menunjukkan perlunya media pembelajaran yang tidak sekadar digital, tetapi juga interaktif, reflektif, dan berpusat pada pengalaman siswa. Oleh karena itu, BioLearn hadir menjadi media pembelajaran berbasis web microlearning yang diharapkan menjadi jembatan gap antara idealitas pendidikan digital dan realita daring di lapangan sehingga menjadikannya media yang relevan untuk mendukung pendidikan biologi daring yang lebih ideal.
Bagian II: Analisis Keilmuan Pendidikan (Pedagogi)
Hasil Analisis Fokus Proyek
Permasalahan utama dalam pembelajaran daring biologi berkisar pada keterbatasan media yang mendukung pemahaman konsep abstrak dan keterlibatan siswa. Media konvensional (PDF, PPT, teks) kurang mendukung agar siswa aktif berpikir, bereksplorasi, dan terlibat secara mendalam. Berdasarkan penelitian tentang media interaktif di biologi, pengembangan media berbasis interaktif seperti e-modul atau multimedia terbukti valid, praktis, dan mampu mendukung pemahaman materi sel dan konsep biologi lainnya (Ginting, 2023). Oleh karena itu, desain BioLearn menggunakan pendekatan pedagogis yang mengedepankan interaktivitas, visualisasi proses biologis, dan aktivitas reflektif, agar sesuai dengan kebutuhan belajar siswa dalam konteks daring.
Hasil Analisis Transformasi Asesmen yang Valid
Rancangan BioLearn dibangun atas dasar keselarasan instruksional (instructional alignment), yakni keterpaduan antara sasaran pembelajaran, kegiatan yang dilakukan, serta bentuk penilaiannya. Keselarasan semacam ini, menurut Biggs & Tang (2011), menjadi syarat fundamental dalam membangun suasana pembelajaran yang produktif sebab membantu siswa memusatkan perhatian pada kompetensi yang hendak mereka kuasai. Prinsip tersebut diterapkan dalam BioLearn melalui pengaitan langsung antara capaian pembelajaran Biologi Fase E dengan rangkaian tahapan PBL serta evaluasi yang tersedia di dalam platform.
Selain itu, penerapan konsep microlearning memberikan manfaat berupa materi pembelajaran yang padat, terfokus, dan dapat diakses dengan leluasa sesuai kebutuhan waktu pengguna. Pendekatan ini sejalan dengan hasil kajian Hug (2015) yang menunjukkan bahwa microlearning mampu memperkuat daya ingat terhadap konsep sekaligus memberi kebebasan kepada siswa untuk belajar secara otonom mengikuti tempo belajar masing-masing. Oleh karena itu, BioLearn tidak sekadar berperan sebagai sarana penyampaian materi, melainkan juga sebagai ekosistem pembelajaran (learning ecosystem) yang menunjang kompetensi abad ke-21, khususnya dalam hal pemecahan masalah, kerja sama, serta kemandirian dalam belajar. Penggabungan elemen PBL, video yang interaktif, dan sistem asesmen yang terstruktur menjadikan BioLearn sebagai terobosan pembelajaran yang sahih, aplikatif, dan berpeluang mengangkat mutu pengalaman belajar siswa secara menyeluruh.
Bagian III: Analisis Keilmuan Teknologi Pendidikan (Tekno-Pedagogi)
“How” – Kolaborasi Manusia & Teknologi
Pengembangan BioLearn didasarkan pada pandangan bahwa teknologi dalam pendidikan memiliki peran lebih dari sekedar perangkat bantu, melainkan sebagai penghubung antara kapasitas intelektual pendidik dan peserta didik dengan potensi teknologi komputasi serta media digital. Sejalan dengan konsep teknologi pendidikan yang baku, perangkat digital perlu dikembangkan melalui pendekatan sistematis guna menunjang aktivitas pembelajaran (Diharjo, 2025). Berdasarkan hal tersebut, BioLearn memberikan kesempatan kepada pendidik untuk menghadirkan konten pembelajaran biologi yang berkualitas secara instruksional, sedangkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang aktif dan interaktif melalui sinergi antara elemen manusia dan teknologi.
“How” – Dekomposisi Masalah
Kompleksitas dalam pembelajaran daring diatasi dengan memecahkan permasalahan menjadi segmen-segmen yang lebih mudah dipahami. Konsep-konsep yang bersifat abstrak ditransformasikan ke dalam bentuk visual dan animasi, sementara penyampaian materi dirancang secara modular dan berjenjang. Kegiatan evaluasi berupa kuis dirancang sebagai sarana refleksi pemahaman siswa, dan simulasi interaktif sederhana diintegrasikan untuk memperkokoh penguasaan konsep. Strategi pemecahan masalah semacam ini memungkinkan platform BioLearn mengorganisasi konten pembelajaran secara gradual dan teratur, sehingga mampu mengurangi tekanan kognitif yang dialami siswa. Selain itu, konsistensi dalam perancangan pembelajaran tetap terjaga, yang pada akhirnya menciptakan pengalaman belajar daring yang lebih tersusun rapi dan memberikan hasil optimal.
“How” – Definisi & Peran Teknologi Pendidikan
Mengacu pada konsep dasar teknologi pendidikan, platform seperti BioLearn mencerminkan implementasi terstruktur dari konsep teoritis, perancangan pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi digital dalam menunjang proses edukatif (Diharjo, 2025). Kehadiran BioLearn menggambarkan wujud nyata teknologi pendidikan kontemporer yang menghadirkan sarana pembelajaran bersifat fleksibel, adaptif, dan interaktif, sekaligus menjadi solusi penghubung antara kebutuhan pedagogis dengan berbagai kendala teknis yang dihadapi dalam pembelajaran biologi secara daring.
Bagian IV: Tutorial Pemanfaatan BioLearn
Aksesibilitas & Konsep Pembelajaran
BioLearn dirancang sebagai platform berbasis web/mobile sehingga siswa dan guru dapat mengakses melalui browser atau perangkat smartphone kapan saja dan dari mana saja. Setelah login, pengguna akan disambut oleh Dashboard utama yang menampilkan materi (misalnya sel, ekosistem, genetika, dsb.). Setiap point terdiri dari video pembelajaran singkat, kuis reflektif, dan tugas eksploratif yang memungkinkan siswa memilih jalur belajar sesuai kebutuhan dan ritme masing-masing.
Panduan Menggunakan BioLearn
- Masuk ke halaman utama BioLearn
- Pilih materi sesuai topik (Ekosistem, Perubahan Lingkungan, dsb.).
- Tonton video pembelajaran; perhatikan animasi dan caption agar memahami konsep biologis.
- Jelajahi animasi interaktif dan simulasi (jika ada) — eksplorasi proses biologis secara visual.
- Selesaikan kuis reflektif: catat hasil observasi atau jawaban refleksi.
- Navigasi ke materi berikutnya atau ulang materi sebelumnya sesuai kebutuhan belajar, memberi fleksibilitas dan kontrol belajar ke siswa.
Bagian V: Penutup
Kesimpulan & Paradigma Unconstrained Learning
BioLearn menawarkan pendekatan baru dalam pembelajaran biologi daring bukan sekadar media digital, melainkan sistem pembelajaran interaktif, fleksibel, dan pedagogis. Dengan menggabungkan desain instruksional yang matang, fitur multimedia interaktif, serta akses yang mudah melalui web/mobile, BioLearn memungkinkan siswa belajar secara mandiri namun tetap terstruktur, sesuai dengan konsep Unconstrained Learning seperti yang dikemukakan oleh Moller & Huett (2012). BioLearn berpotensi menghapus batasan ruang dan waktu dalam belajar, memberikan kebebasan bagi siswa untuk mengatur ritme belajar mereka, dan mendukung pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, dan adaptif. Dengan demikian, BioLearn bukan hanya alat bantu — tetapi representasi paradigma baru pendidikan digital yang mengutamakan fleksibilitas, interaktivitas, dan kualitas pedagogis.
Referensi
Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for quality learning at university (4th ed.). McGraw-Hill Education.
Diharjo, D., Fatmawati, U., & Prayitno, B. A. (2023). Development of interactive learning media based on socio scientific issues using Smart Apps Creator for virus material in senior high school students. JPBI: Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia.
Fitria, A. S., Ramdani, A., & Hadiprayitno, G. (2023). Keefektifan pelaksanaan e-learning pada mata pelajaran biologi. Journal of Classroom Action Research.
Ginting, N. B., & Sidabutar, H. (2023). The development of interactive multimedia learning media on cell materials in class XI IPA SMA Negeri 2 Kabanjahé. Indonesian Science Education Research (ISER), 5(2), 21–27
Hug, T. (2015). Microlearning: A strategy for ongoing professional development. Journal of Educational Technology Development and Exchange, 8(1), 11–26.
Haka, N. B., Sari, M. E., Masya, H., & Rakhmawati, I. (2024). Educative web-based virtual as a learning media for training scientific attitude in high school student. Phenomenon: Jurnal Pendidikan MIPA.
Ifadah, E., & Prastiwi, M. S. (2022). Keefektifan Pembelajaran Daring pada Materi Biologi dalam Meningkatkan Literasi Digital Siswa. Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu), 11(1), 228-239. DOI: https://doi.org/10.26740/bioedu.v11n1.p228-239
Khaeruman, K., Sudiatmika, A. R., Suma, I. K., & Suardana, I. N. (2023). Meta analisis: Efektivitas multimedia interaktif terhadap peningkatkan hasil belajar siswa. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi.
Mariati, S. L. (2024). The influence of interactive learning media on students’ learning interest in biology subjects in junior high schools. International Journal of Curriculum Development, Teaching and Learning Innovation.
Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.
Sadikin, A., & Hakim, N. (2019). Interactive media development of e-learning in welcoming 4.0 industrial revolution on ecosystem material for high school students. BIODIK.
Tinggalkan Balasan