Nama : Rahma Izzatul Hajjah
NIM : 230121601480
Off : C’23
A. Pengantar
Judul ini dipilih untuk menegaskan fokus proyek pengembangan, yaitu memperbaiki kualitas interaksi dalam pembelajaran daring melalui pemanfaatan Padlet sebagai pendukung platform SPADA. Judul tersebut menggambarkan bahwa produk yang dikembangkan bukan hanya menambahkan fitur baru, tetapi juga mengoptimalkan pengalaman belajar digital yang sudah ada. Dengan menempatkan kata “optimalisasi”, proyek ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk mengatasi keterbatasan yang terdapat pada forum SPADA saat ini.
Selain itu, penyebutan Padlet dalam judul memberikan gambaran jelas mengenai pendekatan teknologi yang digunakan. Padlet dipilih sebagai solusi karena memiliki kemampuan kolaboratif berbasis visual yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat berinteraksi dalam ruang diskusi. Melalui integrasi ini, diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih partisipatif dan mendukung prinsip pembelajaran abad 21.
- Harapan Proyek (Das Sollen / Idealita)
Dalam kondisi ideal, SPADA sebagai platform pembelajaran daring nasional seharusnya mampu memfasilitasi interaksi mahasiswa dan dosen melalui forum diskusi yang stabil, responsif, dan suportif terhadap berbagai jenis konten digital. Forum ideal tidak hanya dapat memuat teks, tetapi juga memungkinkan penyematan konten multimedia seperti gambar, video, dan visual interaktif untuk mendukung komunikasi akademik. Harapan ini selaras dengan tuntutan pembelajaran digital berbasis kolaborasi dan konstruktivisme sosial, yang menempatkan interaksi sebagai kunci dalam proses belajar (Roman & Boling, 2024).
Selain itu, dalam kondisi ideal mahasiswa dapat mengakses forum tanpa hambatan teknis seperti error tampilan, kegagalan memuat komentar, atau pembatasan fitur teknologi. Forum diskusi yang ideal seharusnya memberikan pengalaman seamless: mahasiswa dapat masuk, membaca materi, mengunggah pendapat, serta memberikan umpan balik secara real time tanpa mengalami kendala teknis yang mengganggu alur belajar (Rajabalee & Santally, 2021). Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan mendukung kebutuhan kurikulum berbasis kolaborasi.
Harapan lainnya adalah terciptanya ruang diskusi digital yang mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan mahasiswa. Ruang belajar harus mendukung aspek holistik mahasiswa, bukan hanya transfer informasi (Hockridge, 2022). Integrasi teknologi yang baik seharusnya tidak hanya berfungsi secara praktis, tetapi juga mendukung aspek psikologis belajar seperti perhatian, keaktifan, dan kepuasan (Ang et al., 2024). Forum ideal akan membantu mahasiswa membangun komunitas belajar dan merefleksikan pengetahuan secara lebih
Dalam kondisi ideal, SPADA sebagai platform pembelajaran daring nasional seharusnya mampu memfasilitasi interaksi mahasiswa dan dosen melalui forum diskusi yang stabil, responsif, dan suportif terhadap berbagai jenis konten digital. Forum ideal tidak hanya dapat memuat teks, tetapi juga memungkinkan penyematan konten multimedia seperti gambar, video, dan visual interaktif untuk mendukung komunikasi akademik. Harapan ini selaras dengan tuntutan pembelajaran digital berbasis kolaborasi dan konstruktivisme sosial, yang menempatkan interaksi sebagai kunci dalam proses belajar.
Selain itu, dalam kondisi ideal mahasiswa dapat mengakses forum tanpa hambatan teknis seperti error tampilan, kegagalan memuat komentar, atau pembatasan fitur teknologi. Forum diskusi yang ideal seharusnya memberikan pengalaman seamless: mahasiswa dapat masuk, membaca materi, mengunggah pendapat, serta memberikan umpan balik secara real time tanpa mengalami kendala teknis yang mengganggu alur belajar. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan mendukung kebutuhan kurikulum berbasis kolaborasi.
Harapan lainnya adalah terciptanya ruang diskusi digital yang mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan mahasiswa. Integrasi teknologi yang baik seharusnya tidak hanya berfungsi secara praktis, tetapi juga mendukung aspek psikologis belajar seperti perhatian, keaktifan, dan kepuasan. Forum ideal akan membantu mahasiswa membangun komunitas belajar dan merefleksikan pengetahuan secara lebih.
- Konteks Proyek (Lingkungan & Peran Teknologi)
Proyek ini dilaksanakan dalam konteks perkuliahan yang memanfaatkan SPADA sebagai platform utama pembelajaran daring. SPADA menjadi pusat aktivitas pembelajaran, mulai dari penyampaian materi, forum diskusi, hingga penilaian. Namun, fitur forum SPADA sering kali tidak bekerja secara optimal, terutama saat menampilkan komentar atau unggahan mahasiswa. Kondisi ini berdampak pada menurunnya efektivitas komunikasi akademik, khususnya pada kegiatan diskusi kelas yang sangat membutuhkan kelancaran interaksi digital.
Dalam konteks tersebut, Padlet dipilih sebagai media pendukung karena memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas, tampilan visual, dan kemampuan kolaborasi real-time (Muralei et al., 2024). Padlet memungkinkan mahasiswa berinteraksi secara lebih bebas, kreatif, dan terstruktur. Dengan demikian, Padlet dapat berfungsi sebagai perpanjangan fitur forum SPADA dan membantu mengatasi keterbatasan teknis yang sering muncul saat proses pembelajaran berlangsung.
Konteks ini menggambarkan bahwa pengembangan forum gabungan SPADA–Padlet bukan hanya sebagai inovasi teknis, melainkan sebagai respon terhadap tuntutan pembelajaran jarak jauh yang menjadi keharusan di era pandemi (Ali, 2020). Dengan demikian, proyek ini berlandaskan pada analisis kebutuhan nyata di lingkungan pembelajaran daring yang sering disebut sebagai blended learning (Hrastinski, 2019).
- Deskripsi Kesenjangan (Das Sein / Realita Masalah)
Permasalahan utama yang ditemukan adalah bahwa SPADA tidak mendukung penyematan (embed) Padlet secara langsung. Meskipun Padlet menyediakan kode iframe untuk integrasi, SPADA memblokir penayangan konten eksternal karena pengaturan keamanan. Akibatnya, setiap kali kode embed ditempelkan, halaman tidak memunculkan Padlet dan menyebabkan proses integrasi gagal total. Kondisi ini menunjukkan adanya batasan teknis yang mempengaruhi kualitas layanan E-Learning (Raufu et al., 2024).
Selain hambatan teknis, keterbatasan ini menyebabkan rancangan ideal dalam proposal tidak dapat terimplementasi secara penuh. Pada tahap desain, integrasi langsung diharapkan dapat menciptakan pengalaman pengguna yang lebih sederhana dan efisien. Namun kenyataannya, mahasiswa harus meninggalkan SPADA dan membuka Padlet di tab atau aplikasi lain, sehingga alur navigasi menjadi tidak sesederhana skenario awal. Perbedaan antara harapan desain dan realitas sistem inilah yang menjadi kesenjangan utama dalam proyek (Rajabalee & Santally, 2021).
Selain itu, keterbatasan teknis ini menimbulkan dampak pada pengalaman pembelajaran. Tanpa integrasi langsung, kegiatan diskusi bergantung pada tautan eksternal yang berpotensi mengurangi konsistensi aktivitas pembelajaran dalam satu platform. Hal ini mempengaruhi kefokusan dan keterlibatan mahasiswa, dan menambah langkah navigasi yang sebenarnya tidak diperlukan dalam desain ideal (Ang et al., 2024).
- Uraian Deskripsi Solusi Proyek
Solusi pertama yang realistis adalah menggunakan Padlet sebagai tautan eksternal dalam SPADA. Meskipun tidak ideal, pendekatan ini memastikan bahwa mahasiswa tetap dapat mengakses forum diskusi tanpa harus bergantung pada fitur embed (Hamid & Ibrahim, 2020). Tautan eksternal dapat ditempatkan dalam aktivitas SPADA sehingga mahasiswa tetap mengikuti alur pembelajaran yang terstruktur. Pendekatan ini dinilai sebagai alternatif yang paling aman dan sesuai dengan batasan teknis yang ada.
Solusi kedua adalah menampilkan integrasi embed pada level desain, bukan implementasi. Pada storyboard, flowchart, dan prototipe visual, penyematan Padlet tetap dapat divisualisasikan sebagai fitur ideal untuk menunjukkan arah pengembangan jangka panjang (Roman & Boling, 2024). Dengan demikian, rancangan tetap mencerminkan pendekatan pedagogis yang tepat (kolaborasi dan penggunaan alat), walaupun secara teknis belum dapat diwujudkan di SPADA.
Solusi ketiga adalah menggunakan Padlet sebagai alat yang difokuskan untuk meningkatkan keterampilan tertentu, seperti menulis, melalui gamifikasi, yang kemudian ditautkan dari SPADA (Muralei et al., 2024). Strategi ini memberikan tampilan yang lebih profesional dan memungkinkan mahasiswa mengakses forum dalam format visual yang lebih komprehensif, sekaligus memastikan kualitas layanan E-Learning tetap terjaga meskipun adanya kendala integrasi (Raufu et al., 2024).
- Rumusan Masalah Proyek
Rumusan masalah dalam proyek ini difokuskan pada tantangan integrasi teknologi dalam pembelajaran digital. Pertanyaan utama yang ingin dijawab adalah: Bagaimana merancang integrasi Padlet sebagai forum diskusi interaktif dalam SPADA, mengingat adanya keterbatasan teknis yang menghalangi penyematan langsung? Rumusan ini mencakup aspek pedagogis, teknis, dan pengalaman pengguna.
Selain itu, rumusan masalah ini bertujuan mengidentifikasi pendekatan terbaik untuk menciptakan pengalaman belajar kolaboratif yang tetap efektif meskipun platform utama memiliki batasan sistem. Pertanyaan ini penting karena forum diskusi merupakan elemen inti dalam pembelajaran digital berbasis sosial. Maka, solusi yang dikembangkan perlu memastikan kelancaran komunikasi antar mahasiswa dan dosen.
Rumusan masalah ini juga menjadi landasan bagi setiap langkah desain, termasuk analisis kebutuhan, perumusan alur interaksi, pengembangan storyboard, serta penyusunan prototipe. Dengan demikian, seluruh proses pengembangan berjalan secara sistematis dan konsisten dengan tujuan awal.
- Metodologi Pengembangan Proyek
Metodologi pengembangan yang digunakan mengikuti tahapan analisis kebutuhan, desain, uji coba teknis, dan perumusan solusi alternatif. Tahap pertama adalah mengidentifikasi batasan teknis SPADA melalui percobaan embed Padlet dan memeriksa respon sistem terhadap kode iframe. Hasil uji coba menunjukkan adanya blokir sistem, yang menegaskan perlunya adaptasi desain untuk memastikan kelancaran dalam konteks pembelajaran daring (Ali, 2020).
Tahap berikutnya adalah menyusun desain interaksi menggunakan flowchart dan storyboard untuk menggambarkan alur ideal penggunaan forum, dengan fokus pada bagaimana alat eksternal (Padlet) dapat menjadi strategi desain yang memfasilitasi komunikasi antar teman dan kolaborasi (Roman & Boling, 2024). Pada tahap ini, semua navigasi, tampilan, dan interaksi pengguna dirancang secara detail, termasuk bagaimana Padlet digunakan untuk meningkatkan keterlibatan dan kepuasan peserta didik (Rajabalee & Santally, 2021).
Tahap terakhir adalah merumuskan solusi alternatif yang kompatibel dengan kondisi sistem, yaitu menggunakan tautan eksternal dan platform perantara, yang diklasifikasikan sebagai blended learning (Hrastinski, 2019). Seluruh metodologi mengikuti prinsip desain pembelajaran dan pengembangan teknologi pendidikan berbasis masalah, sambil tetap memperhatikan pentingnya pembentukan mahasiswa holistik (Hockridge, 2022).
C. Daftar Referensi
- Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of Research in Educational Communications and Technology (5th ed.). Springer.
- Ali, W. (2020). Online and remote learning in higher education institutes: A necessity in light of COVID-19 pandemic. Higher education studies, 10(3), 16-25.
- Ang, J. W. J., Ng, Y. N., Lee, L. H.-W., & Yong, J. Y. (2024). Mengeksplorasi Pengalaman Belajar dan Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran Asinkron Menggunakan Kerangka Kerja Komunitas Inkuiri melalui Penelitian Desain Pendidikan. Ilmu Pendidikan, 14(3), 215.
- Hockridge, D. (2022). Desain pembelajaran untuk pembentukan mahasiswa holistik dalam pendidikan teologi daring dan jarak jauh (Disertasi Doktoral, Universitas Macquarie).
- Hrastinski, S. (2019). Apa yang dimaksud dengan pembelajaran campuran?. TechTrends, 63(5), 564-569.
- Muralei, D., George, P., Selvaraju, V., & Yunus, M. M. (2024). Menulis Gamifikasi: Meningkatkan Keterampilan Pembelajar ESL Melalui Padlet dan Kahoot. Berinovasi Hari Ini untuk Masa Depan yang Berkelanjutan, 46.
- Rajabalee, Y. B., & Santally, M. I. (2021). Kepuasan, keterlibatan, dan kinerja peserta didik dalam modul daring: Implikasi terhadap kebijakan pembelajaran daring institusi. Pendidikan dan Teknologi Informasi, 26(3), 2623-2656.
- Raufu, M. O., Fajobi, D. T., & Ojediran, J. T. (2024). Faktor-Faktor Penentu Kualitas Layanan E-Learning di Pusat Pembelajaran Terbuka dan Jarak Jauh Lautech, Nigeria. Jurnal Pembelajaran Terbuka, Jarak Jauh, dan e-Learning Nigeria (NODeLJ), 2, 116-131.
- Roman, T. A., & Boling, E. (2024). Pembelajaran kolaboratif, komunikasi antarteman, dan penggunaan alat sebagai strategi desain: merevisi Matriks Pengajaran dan Pembelajaran Desain Terinformasi berdasarkan praktik pengajaran pendidik desain sekolah menengah. Penelitian dan pengembangan teknologi pendidikan, 72(4), 1977-2012.

Tinggalkan Balasan