Dyta Septiya Nurhasan
S1 Teknologi Pendidikan
Bagian I. Pendahuluan
1 – Analisis Kesenjangan
Perkembangan pendidikan digital menghadirkan harapan akan pembelajaran yang adaptif, personal, dan fleksibel. Idealnya, teknologi pembelajaran mampu melampaui sekadar penyampaian konten dan memfasilitasi pengalaman belajar bermakna yang mendorong kemandirian serta refleksi peserta didik (Hokanson et al., 2018). Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak platform pembelajaran digital masih bersifat linier, seragam, dan kurang responsif terhadap perbedaan kebutuhan belajar siswa. Kesenjangan antara idealitas dan praktik inilah yang mendorong pengembangan EduAI Nusantara, sebuah prototipe platform pembelajaran adaptif berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk menjembatani kebutuhan personalisasi belajar dengan kemajuan teknologi pendidikan.
Bagian II. Analisis Keilmuan Pendidikan (Pedagogi)
2 – Fokus Masalah & Landasan Desain
Fokus utama permasalahan dalam proyek ini adalah rendahnya kemandirian belajar siswa akibat sistem pembelajaran digital yang belum adaptif. Secara pedagogis, EduAI Nusantara dirancang dengan mengacu pada prinsip desain pembelajaran berbasis riset, di mana teknologi berfungsi sebagai fasilitator pengalaman belajar, bukan sekadar media penyampai informasi (Bishop et al., 2020). Fitur microlearning, kuis adaptif, dan dashboard perkembangan belajar dikembangkan untuk mendukung proses belajar bertahap, reflektif, dan terarah sesuai karakteristik siswa digital native.
3 – Transformasi Teknologi & Koherensi Fitur
Transformasi teknologi dalam EduAI Nusantara tercermin pada koherensi antarfitur yang membentuk alur belajar yang logis dan terintegrasi. Video microlearning berfungsi sebagai pemantik konsep, kuis adaptif sebagai alat diagnosis pemahaman, dan dashboard sebagai sarana refleksi perkembangan belajar. Pendekatan ini sejalan dengan gagasan educational technology beyond content, di mana nilai utama teknologi terletak pada desain pengalaman belajar yang mendukung konstruksi pengetahuan secara aktif (Hokanson et al., 2018).
Bagian III. Analisis Keilmuan Teknologi Pendidikan (Tekno-Pedagogi)
4 – Analisis “How”: Kolaborasi Manusia & Teknologi
Dari perspektif “how”, EduAI Nusantara dirancang sebagai bentuk kolaborasi antara manusia dan teknologi. Sistem AI tidak menggantikan peran guru atau siswa, melainkan berperan sebagai mitra pedagogis yang membantu memetakan kebutuhan belajar, memberikan rekomendasi materi, dan menyajikan umpan balik secara real-time. Pendekatan ini sejalan dengan konsep bridging human intelligence and artificial intelligence yang menekankan integrasi kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan secara etis dan produktif (Albert et al., 2021).
5 – Analisis “How”: Dekomposisi Masalah
Secara teknologis, EduAI Nusantara menerapkan prinsip dekomposisi masalah dengan membagi sistem pembelajaran kompleks menjadi komponen yang lebih sederhana dan terstruktur. Proses belajar diuraikan menjadi tahapan akses modul, eksplorasi materi, evaluasi adaptif, dan refleksi progres. Prinsip ini selaras dengan pendekatan computational thinking dalam desain teknologi pendidikan, di mana sistem dirancang agar mudah dipahami, digunakan, dan dikembangkan secara berkelanjutan (Rich & Hodges, 2017).
6 – Analisis “How”: Definisi & Peran Teknologi Pendidikan
Dalam disiplin Teknologi Pendidikan, EduAI Nusantara diposisikan sebagai produk yang memenuhi definisi standar Teknologi Pendidikan, yaitu proses dan sumber daya yang dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran secara efektif dan etis (Januszewski & Molenda, 2008). Platform ini tidak hanya berfungsi sebagai media digital, tetapi sebagai sistem pembelajaran terpadu yang mengelola, menggunakan, dan mengevaluasi teknologi untuk meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa.
Bagian IV. Tutorial Pemanfaatan Produk Proyek
7 – Aksesibilitas & Konsep Pembelajaran
EduAI Nusantara dirancang agar mudah diakses melalui perangkat digital seperti laptop dan smartphone. Pengguna dapat masuk ke platform, memilih modul pembelajaran, dan mengikuti alur belajar yang telah disesuaikan dengan tingkat pemahaman mereka. Konsep pembelajaran yang diusung bersifat fleksibel dan mandiri, memungkinkan siswa belajar kapan saja dan di mana saja sesuai ritme masing-masing, sebagaimana visi pembelajaran digital abad ke-21 (Moller & Huett, 2012).
8 – Tutorial & Video
Panduan penggunaan EduAI Nusantara disajikan melalui video tutorial yang disematkan dari YouTube. Video ini menampilkan langkah-langkah penggunaan platform mulai dari login, pemilihan modul, interaksi dengan kuis adaptif, hingga pemantauan progres belajar. Penyematan video tutorial ini bertujuan memperkuat literasi digital pengguna sekaligus memberikan pengalaman belajar multimodal yang lebih kaya.
Bagian V. Penutup
9 – Kesimpulan & Unconstrained Learning
Sebagai penutup, EduAI Nusantara merepresentasikan upaya pengembangan teknologi pendidikan yang adaptif, humanis, dan berorientasi masa depan. Platform ini mendukung paradigma unconstrained learning, yaitu pembelajaran tanpa batas ruang, waktu, dan pendekatan pedagogis konvensional (Moller & Huett, 2012). Melalui integrasi AI, desain pembelajaran berbasis riset, dan pengalaman pengguna yang reflektif, EduAI Nusantara diharapkan menjadi contoh konkret bagaimana teknologi pendidikan dapat menjawab tantangan pembelajaran digital di era modern.
Daftar Referensi
- Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.
- Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.
- Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.
- Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.
- Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.
- Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (Eds.). (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.
- Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Eds.). (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.
- Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.

Tinggalkan Balasan