Implementasi, Diseminasi, dan Refleksi Kritis Pengembangan Media Video Edukatif Interaktif pada Materi Sistem Pernapasan Manusia

·

·

, ,

Adinda Juwita Tri Hapsari

230121609240

Kelas A23

BAGIAN 1: IMPLEMENTASI DAN DISEMINASI HASIL PROYEK

1.1. Skenario Implementasi di Lingkungan Belajar

Implementasi produk dilakukan pada tanggal 5 Desember 2025 secara daring melalui platform Google Meet dengan melibatkan teman sebaya sebagai pengguna. Pada tahap awal, penulis membagikan tautan media pembelajaran digital kepada pengguna. Setelah tautan diterima, pengguna membuka media tersebut secara mandiri dan mulai mengikuti alur pembelajaran yang telah dirancang. Selama proses implementasi, pengguna berinteraksi langsung dengan media, mulai dari menyimak materi pembelajaran hingga mengerjakan soal-soal interaktif yang tersedia. Setelah seluruh rangkaian aktivitas selesai, pengguna diminta untuk menyampaikan kesan dan saran terkait media yang digunakan. Umpan balik tersebut dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi awal untuk menilai keterpahaman materi, kejelasan penyajian, serta fungsionalitas media. Media pembelajaran memberikan respons sistem secara otomatis, khususnya pada bagian kuis. Apabila pengguna memberikan jawaban yang kurang tepat, sistem secara langsung menampilkan jawaban yang benar sebagai bentuk umpan balik. Selain itu, skor hasil pengerjaan ditampilkan secara otomatis setelah pengguna

1.2. Demonstrasi Fungsionalitas Produk

Produk yang dikembangkan memiliki fungsionalitas utama berupa sistem umpan balik otomatis pada soal interaktif. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengetahui hasil jawaban secara langsung, baik dalam bentuk benar maupun salah, disertai dengan penjelasan singkat mengenai jawaban yang tepat. Dengan demikian, pengguna dapat melakukan koreksi pemahaman secara mandiri. Selain itu, media pembelajaran ini bersifat fleksibel karena dapat diakses melalui berbagai perangkat, seperti komputer, laptop, maupun telepon genggam. Fleksibilitas akses tersebut mendukung penerapan media dalam berbagai kondisi pembelajaran, baik secara daring maupun luring terbatas. Keberadaan fitur umpan balik otomatis dan tampilan skor secara langsung menjadi solusi terhadap permasalahan keterlambatan evaluasi dalam pembelajaran. Melalui satu media yang terintegrasi, pengguna dapat mempelajari materi sekaligus mengetahui hasil belajarnya secara efisien.

1.3. Analisis Penerimaan Pengguna (User Acceptance)

Berdasarkan hasil uji coba, pengguna memberikan respons positif terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Salah satu pengguna menyatakan bahwa media yang digunakan sudah bersifat interaktif dan materi yang disajikan mudah dipahami. Tanggapan tersebut menunjukkan bahwa media mampu menyampaikan konsep pembelajaran secara jelas dan menarik.

Penerimaan positif dari pengguna mengindikasikan keberhasilan media pada aspek kemudahan penggunaan dan kejelasan penyajian materi. Integrasi antara penjelasan materi dan latihan soal dalam satu media dinilai membantu pengguna memahami konsep secara lebih terstruktur.

Selain itu, penggunaan media ini dinilai dapat menurunkan beban belajar pengguna karena seluruh aktivitas pembelajaran terpusat dalam satu platform. Pengguna tidak perlu berpindah ke media lain untuk memahami materi maupun mengerjakan latihan soal, sehingga waktu belajar dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.

1.4. Strategi Diseminasi Profesional

Diseminasi produk dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu kanal visual dan kanal konseptual. Pada kanal visual, penulis menyiapkan video demonstrasi penggunaan media yang dapat dibagikan melalui platform digital seperti YouTube atau media sosial. Video ini bertujuan untuk memperlihatkan cara kerja media dan alur penggunaannya secara praktis.

Pada kanal konseptual, diseminasi dilakukan melalui penyusunan laporan atau artikel yang menjelaskan latar belakang pengembangan, landasan pedagogis, serta desain media pembelajaran. Pendekatan ini ditujukan untuk kalangan akademisi dan praktisi pendidikan agar dapat memahami konsep dan potensi pemanfaatan media secara lebih mendalam.

Strategi diseminasi ini dilakukan sebagai upaya untuk berbagi praktik baik, memperluas jangkauan pemanfaatan media pembelajaran, serta memperoleh masukan dari komunitas pendidikan untuk pengembangan produk pada tahap selanjutnya.

BAGIAN 2: REFLEKSI KRITIS DAN PENGEMBANGAN PROYEK

2.1. Tantangan Signifikan dalam Pengembangan

Selama proses pengembangan media pembelajaran, tantangan utama yang dihadapi adalah menentukan penempatan elemen interaktif agar tetap selaras dengan alur video pembelajaran. Media yang berbasis video menuntut keseimbangan antara penyampaian materi dan interaksi, sehingga elemen interaktif tidak mengganggu fokus pengguna terhadap konten utama.

Selain itu, penulis juga menghadapi tantangan dalam menyederhanakan materi sistem pernapasan manusia agar sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Proses ini membutuhkan penyesuaian bahasa, visual, dan durasi penyampaian materi agar tetap mudah dipahami tanpa mengurangi esensi konsep.

2.2. Pembelajaran Penting (Key Insights)

Melalui proses pengembangan media ini, penulis memperoleh pemahaman bahwa penguasaan teknologi saja tidak cukup untuk menghasilkan media pembelajaran yang efektif. Perlu adanya integrasi yang seimbang antara aspek pedagogis, desain visual, dan pengalaman pengguna.

Penulis juga menyadari pentingnya peran umpan balik langsung dalam pembelajaran digital. Fitur umpan balik otomatis terbukti membantu pengguna memahami kesalahan dan memperbaiki pemahaman secara mandiri. Hal ini menjadi pembelajaran penting mengenai bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar yang lebih responsif.

2.3. Rencana Pengembangan Diri dan Proyek Lanjutan

Sebagai tindak lanjut, penulis merencanakan pengembangan produk dengan menambahkan variasi soal yang lebih beragam serta penyempurnaan tampilan visual agar media menjadi lebih menarik. Selain itu, media juga berpotensi dikembangkan dengan menambahkan fitur penyimpanan hasil belajar pengguna.

Dari sisi pengembangan diri, penulis berencana untuk meningkatkan kompetensi dalam bidang desain media interaktif dan pengalaman pengguna (user experience). Pengembangan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung pembuatan media pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif di masa mendatang.

KESIMPULAN

Sintesis Keberhasilan Proyek

Berdasarkan hasil implementasi dan refleksi kritis, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran digital yang dikembangkan mampu memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan mudah diakses. Media ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian materi, tetapi juga sebagai alat evaluasi pembelajaran yang memberikan umpan balik secara langsung kepada pengguna.

Penutup

Proses pengembangan media memberikan pengalaman berharga bagi penulis dalam memahami peran teknologi sebagai pendukung pembelajaran. Melalui proyek ini, penulis memperoleh pembelajaran bahwa pengembangan konten digital yang efektif memerlukan perpaduan antara perencanaan pedagogis, desain media, serta refleksi berkelanjutan terhadap pengalaman pengguna.

Referensi

Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.

Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.

Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.

Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.

Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.

Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (Eds.). (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.

Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Eds.). (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.

Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *