Implementasi Modul Microlearning Interaktif Berbasis Umpan Balik Adaptif untuk Meningkatkan Manajemen Waktu Mahasiswa Universitas Negeri Malang: Studi Penerimaan dan Refleksi Pengembangan

·

·

  1. Skenario Implementasi di Lingkungan Belajar

Uji coba purwarupa Modul Pembelajaran Interaktif Berbasis Umpan Balik Adaptif dilaksanakan pada Rabu, 10 Desember 2025 dengan melibatkan Mahasiswa Universitas Negeri Malang sebagai pengguna. Uji coba ini bertujuan untuk melihat keterlaksanaan rancangan pembelajaran yang telah dikembangkan pada tahap sebelumnya, sekaligus menguji respons pengguna terhadap fitur interaktif dan umpan balik adaptif yang disediakan dalam modul.

Pelaksanaan uji coba dilakukan pada platform Google Meet, dengan skema penggunaan daring. Pengguna mengakses modul menggunakan laptop, sehingga situasi penggunaan mencerminkan kondisi belajar yang realistis.

Skenario implementasi dimulai ketika pengguna membuka tautan modul pembelajaran melalui website. Pada tahap awal, pengguna disajikan halaman pengantar yang berisi tujuan pembelajaran, alur penggunaan modul, serta manfaat yang diharapkan. Selanjutnya, pengguna diarahkan untuk mempelajari konten microlearning yang disajikan secara ringkas dan bertahap.

Setelah menyelesaikan konten awal, pengguna mengerjakan aktivitas interaktif berupa kuis dan latihan berbasis kasus. Sistem kemudian memberikan umpan balik adaptif berdasarkan respons pengguna. Jika jawaban menunjukkan pemahaman yang tepat, sistem memberikan penguatan dan melanjutkan ke tahap berikutnya. Sebaliknya, jika jawaban kurang tepat, sistem menampilkan umpan balik korektif dan mengarahkan pengguna ke materi pendukung tambahan.

Pada akhir sesi, pengguna mengisi bagian refleksi pembelajaran untuk mengungkapkan pengalaman belajar, tingkat pemahaman, serta tantangan yang dihadapi selama menggunakan modul.

  1. Demonstrasi Fungsionalitas Produk

Demonstrasi fungsionalitas produk dilakukan dengan memperlihatkan alur penggunaan modul oleh pengguna dari awal hingga akhir. Modul dirancang berbasis microlearning sehingga pengguna dapat mengakses setiap bagian secara bertahap sesuai kebutuhan belajar masing-masing.

Fitur utama yang didemonstrasikan kepada pengguna meliputi:

  1. Konten microlearning ringkas
  2. Aktivitas interaktif (kuis dan latihan berbasis kasus)
  3. Umpan balik adaptif otomatis
  4. Refleksi pembelajaran berbasis pengalaman pengguna

1.3 Analisis Penerimaan Pengguna

Berdasarkan pelaksanaan uji coba, pengguna menunjukkan respons positif terhadap modul pembelajaran interaktif yang dikembangkan. Pengguna menilai bahwa penyajian materi yang singkat dan terstruktur memudahkan pemahaman konsep manajemen waktu.

Fitur umpan balik adaptif dirasakan membantu pengguna dalam memahami kesalahan dan memperbaiki strategi belajar. Namun demikian, masih terdapat aspek yang dapat dikembangkan lebih lanjut, khususnya pada kedalaman personalisasi umpan balik dan Integrasi Visual dan Navigasi Antarmuka.

  1. Dokumentasi Pelaksanaan Uji Coba

Pelaksanaan uji coba purwarupa didokumentasikan sebagai bagian dari proses evaluasi dan refleksi pengembangan produk. Dokumentasi dilakukan untuk merekam alur penggunaan modul oleh pengguna, respons yang muncul selama interaksi dengan sistem, serta konteks pelaksanaan uji coba secara umum.

Bentuk dokumentasi meliputi rekaman layer bersama pengguna mencoba prototipe yang menunjukkan tahapan utama penggunaan produk, mulai dari akses awal modul, pengerjaan aktivitas interaktif, penerimaan umpan balik adaptif, hingga pengisian refleksi pembelajaran. Dokumentasi ini berfungsi sebagai bukti bahwa produk telah diimplementasikan secara nyata dan bukan hanya sebatas rancangan konseptual.

Selain sebagai bukti pelaksanaan, dokumentasi uji coba juga digunakan sebagai bahan refleksi untuk mengidentifikasi kelebihan dan keterbatasan produk ketika digunakan oleh pengguna dalam konteks pembelajaran yang sesungguhnya.

BAGIAN 2: REFLEKSI KRITIS DAN PENGEMBANGAN PROYEK

2.1 Refleksi Proses Pengembangan

Proses pengembangan modul pembelajaran interaktif berbasis umpan balik adaptif memberikan pengalaman reflektif yang signifikan bagi pengembang. Pada tahap awal, pengembangan difokuskan pada penyelarasan antara kebutuhan belajar mahasiswa, tujuan pembelajaran, dan pendekatan microlearning yang digunakan. Tahap ini menuntut analisis mendalam agar setiap komponen modul memiliki dasar pedagogis yang jelas.

Selama proses pengembangan, pengembang menyadari bahwa merancang pembelajaran adaptif tidak hanya berkaitan dengan penyusunan materi, tetapi juga dengan perancangan alur interaksi dan respon sistem terhadap perilaku belajar pengguna. Hal ini memperkuat pemahaman bahwa teknologi pendidikan harus dirancang sebagai sistem pembelajaran yang utuh, bukan sekadar media penyampaian informasi.

2.2 Evaluasi Ketercapaian Tujuan Pengembangan

Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan, tujuan pengembangan produk secara umum dapat dikatakan tercapai. Modul mampu menyajikan pembelajaran yang:

  • interaktif,
  • mudah diakses,
  • serta memberikan umpan balik adaptif yang membantu pengguna memahami materi secara bertahap.

Selain itu, integrasi aktivitas refleksi menunjukkan bahwa modul tidak hanya berfokus pada pencapaian kognitif, tetapi juga mendorong kesadaran metakognitif pengguna terhadap proses belajar dan manajemen waktu yang mereka lakukan.

Namun demikian, evaluasi juga menunjukkan bahwa efektivitas produk masih dapat ditingkatkan melalui pengayaan fitur adaptivitas dan penguatan aspek teknis, khususnya jika modul akan diterapkan pada skala pengguna yang lebih luas.

2.3 Rekomendasi Pengembangan Lanjutan

Berdasarkan refleksi dan evaluasi yang telah dilakukan, beberapa rekomendasi pengembangan lanjutan yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  1. Mengembangkan sistem umpan balik yang lebih personal dengan mempertimbangkan profil belajar pengguna.
  2. Menambahkan variasi aktivitas pembelajaran dengan tingkat kesulitan bertahap.
  3. Mengintegrasikan elemen visual dan multimedia yang lebih kaya untuk meningkatkan keterlibatan pengguna.
  4. Mengembangkan fitur analitik pembelajaran untuk memantau progres belajar pengguna secara berkelanjutan.

Rekomendasi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas modul sebagai solusi pembelajaran adaptif yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Berdasarkan pelaksanaan uji coba dan refleksi pengembangan, dapat disimpulkan bahwa Modul Microlearning Interaktif Berbasis Umpan Balik Adaptifmemiliki potensi yang kuat sebagai solusi pembelajaran inovatif untuk mendukung pembelajaran mandiri mahasiswa. Modul ini mampu mengintegrasikan prinsip pedagogis dan teknologi pendidikan secara selaras melalui penyajian konten microlearning, aktivitas interaktif, serta umpan balik adaptif yang responsif terhadap kebutuhan belajar pengguna.

Meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu dikembangkan, hasil uji coba menunjukkan bahwa produk ini telah berfungsi sesuai tujuan pengembangan dan diterima secara positif oleh pengguna. Dengan pengembangan lanjutan yang berkelanjutan, modul ini berpotensi menjadi model pembelajaran adaptif yang relevan dan aplikatif dalam konteks pendidikan tinggi.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *