Modul Microlearning Interaktif Adaptif Berbasis Gamifikasi untuk Mengatasi Kejenuhan Belajar ( Learning Saturation ) di Platform MOOC

·

·

, ,
  1. PENDAHULUAN

Analisis Kesenjangan

Era digital menghadirkan peluang besar bagi pembelajaran terbuka melalui platform MOOC. Namun, dibalik fleksibilitasnya, masih terdapat kesenjangan nyata antara harapan ideal pembelajaran mandiri yang efektif dan kondisi rill di lapangan. Sebagian besar peserta MOOC mengalami kejenuhan belajar akibat desain instruksional yang monoton, materi yang terlalu panjang, dan kurangnya interaktivitas. Hal ini menyebabkan rendahnya completion rate yang secara global hanya berkisar dibawah 15%.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendekatan tradisional belum mampu menjawab tantangan short attion span dan kebutuhan personalisasi pembelajaran digital. Menurut Hokanson et al, teknologi pendidikan seharusnya tidak berhenti pada fungsi penyampaian konten, melainkan menjadi wahana untuk melampaui batas konten ( beyond content ) dalam menumbuhkan makna belajar. Oleh karena itu, proyek ini hadir sebagai solusi pedagosisdan teknologi untuk mengatasi kejenuhan belajar melalui pengembangan Modul Microlearning Interaktif Adaptif Berbasis Gamifikasi di platform MOOC.

  1. ANALISIS KEILMUAN PENDIDIKAN ( Pedagogi )

Fokus Masalah dan Landasan Desain

Masalah utama dalam konteks MOOC adalah cognitive overload dan rendahnya engagement. Modul yang dikembangkan berfokus pada desain pembelajaran microlearning yang menekankan chucking information menjadi unit belajar kecil, sehingga meminimalkan beban kognitif. Setiap micro-video berdurasi 3-5 menit dan diikuti aktivitas interaktif (kuis, drag-and-drop-mini-case) untuk memperkuat pemahaman.

Landasan desain ya mengacu pada instructional design theories dalam Handbook of Research in Educational Communications and Technology, yang menekankan pentingnya interaktivitas, umpan balik langsung, dan personalisasi pengalaman belajar. Dengan demikian, prinsip active learning dan learner centered design menjadi inti dari proyek ini.

Transformasi Teknologi dan Koherensi Fitur

Transformasi teknologi dalam proyek ini  terletak pada integrasi fitur adaptif berbasis Xapi dan simulasi. Fitur ini memungkingkan sistem menyesuaikan jalur belajar secara otomatis-peserta menjawab salah akan diarahkan ke jalur remedial, sedangkan yang benar akan lanjut ke refleksi cepat. Koherensi fitur ini memperlibatkan keterpaduan antara pedagogical intent (mendorong refleksi dan kemandirian) dengan technological logic (branching, tracking, dan analytics). Secara teoritis, pendekatan ini mempresentasikan pronsip constructive aligment, dimana setiap elemen teknologi berfungsi mendukung tujuan pembelajaran, bukan sekedar dekorasi digital.

  1. ANALISIS KEILMUAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Analisis “HOW” – Kolaborasi Manusia & Teknologi

Proyek ini menegaskan bentuk kolaborasi konkret antara manusia ( pengajar dan peserta didik ) dengan teknologi. Modul microlearning adaptif berfungsi sebagai “asisten digital” yang membantu pengajar mengatur jalur pembelajaran tanpa harus mengawasi setiap peserta satu per satu. Sejalan dengan Albert, hal ini menggambarkan jembatan antara human intellegence dan artificial intellegence – dimana sistem AI tidak menggantikan peran guru, melainkan memperkuat intuisi pedagosis menusia dengan data dan automasi yang cerdas.

Analisis “HOW” – Dekomposisi Masalah

Proses pengembangan modul menggunakan model ADDIE yang dikombinasikan dengan pendekatan Agile. Tahapan Analysis dan Design difokuskan pada pemetaan masalah : kejenuhan belajar, panjangnya durasi konten, dan kurangnya adaptivitas. Tahap Development dilakukan dengan authoring tools seperti H5P / Articulate Storyline, menggunakan variables dan triggers untuk membuat logika percabangan (IF-THEN). Dekomposisi ini sejalan dengan konsep computational thinking, yakni menguraikan masalah besar menjadi bagian kecil yang dapat diselesaikan secara sistematis melalui algoritma instruksional.

Analisis “HOW” – Definisi & Peran Teknologi

Menurut Januszewski dan Molenda , teknologi pendidikan adalah “the study and ethical practice of facilitating learning and improving performance by creating, using, and managing appropriate technological processes and resources. Modul microlearning adaptif ini mencerminkan definisi tersebut. Teknologi bukan hanya alat, melainkan praktik etis untuk memfasilitasi belajar melalui desain instruksional yang berpusat pada peserta didik.

Peran teknologi disini bukan menggantikan guru, melainkan mengoptimalkan proses belajar mandiri melalui sistem adaptif, interaktif, dan terukur. Dengan demikian, proyek ini menegaskan posisinya dalam disiplin ilmu Teknologi Pendidikan Modern.

  1. TUTORIAL PEMANFAATAN PRODUK PROYEK

Aksesibilitas & Konsep Pembelajaran

Modul ini dapat diakses melalui platform MOOC seperti Moodle. Pengguna hanya perlu masuk menggunakan akun pembelajar, lalu memilih kursus bertanda “Adaptive Microlearning Module”. Modul dirancang dengan tampilan sederhana, mobile-friendly, dan responsif agar mudah digunakan oleh berbagai perangkat.

Secara pedagogis, modul ini mengadopsi konsel self-paced learning dan space repetition-peserta dapat belajar sesuai ritme dan waktu masing masing, sementara sistem membantu meninjau ulang materi penting untuk memperkuat memori jangka panjang.

Langkah-langkah Tutorial

  1. Masuk ke platform MOOC (Modle) -> pilih mata kuliah yang berisi modul adaptif
  2. Pilih micro-video pembuka (3-5 menit) -> tonton penjelasan singkat konsep inti
  3. Lanjutkan ke micro activity -> jawab pertanyaan interaktif (drag-and-drop, kuis cepat)
  4. Ikuti jalur adaptif (remedial / lanjut) -> sistem otomatis menyesuaikan konten sesuai hasil jawaban
  5. Lakukan refleksi cepat -> menjawab pertanyaan singkat untuk memperkuat pemahaman
  6. Cek progress melalui dasbord Xapi -> pantau kemajuan dan lencana (badges) yang diperoleh

https://export-download.canva.com/70d34a16-b452-4b04-a8b8-9d084b65500a/0-3845435596854654002.mp4?X-Amz-Algorithm=AWS4-HMAC-SHA256&X-Amz-Credential=AKIAQYCGKMUH5AO7UJ26%2F20251211%2Fus-east-1%2Fs3%2Faws4_request&X-Amz-Date=20251211T184911Z&X-Amz-Expires=72845&X-Amz-Signature=0cb3dd010ad63443ea6ad5cafe8da27adb2e475567fe12b2a6217dfec04eb684&X-Amz-SignedHeaders=host&response-content-disposition=attachment%3B%20filename%2A%3DUTF-8%27%27Brown%2520and%2520Black%2520Modern%2520Watercolor%2520Presentation.mp4&response-expires=Fri%2C%2012%20Dec%202025%2015%3A03%3A16%20GMT

Kesimpulan & Unconstrained Learning

Proyek Modul Microlearning Interaktif Adaptif berbasis gamifikasi ini menawarkan paradigma baru pembelajaran digital yang menekankan personalisasi, interaktivitas, dan efisiensi waktu. Desain adaptif memungkinkan pembelajaran yang tidak terikat oleh kendala waktu, lokasi, maupun kemampuan awal peserta.

Sejalan dengan konsep unconstrained learning, proyek ini mempresentasikan arah masa depan pendidikan : pembelajaran tanpa batas, fleksibel, dan didukung teknologi cerdas ysng memfasilitasi otonomi belajar. Dengan integrasi pedagogi dan teknologi yang seimbang, modul ini bukan hanya solusi terhadap kejenuhan belajar, tetapi juga tonggak meuju ekosistem pembelajaran digital yang humanis dan berkelanjutan.

  • DAFTAR REFERENSI

Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Ed.). (2022). Bridging Human Intelligence and Artificial Intelligence. Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-84729-6

Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Ed.). (2020). Handbook of Research in Educational Communications and Technology: Learning Design. Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-36119-8

Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Ed.). (2020). Educational Technology Beyond Content: A New Focus for Learning. Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-37254-5

Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Ed.). (2017). Emerging Research, Practice, and Policy on Computational Thinking. Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-319-52691-1

Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Ed.). (2014). Handbook of Research on Educational Communications and Technology. Springer New York. https://doi.org/10.1007/978-1-4614-3185-5



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *