Skenario Implementasi di Lingkungan Belajar
Implementasi uji coba sistem otomatisasi perancangan pembelajaran dilaksanakan secara real-time pada tanggal 19 Desember 2025 melalui Google Meet dengan penggunanya yaitu rekan guru. guru mengklik tombol Start lalu navigasi Next untuk masuk ke bagian organ pencernaan, kemudian Genially merespons setiap klik dengan menampilkan informasi tambahan atau animasi yang relevan (misalnya fungsi gigi atau proses pencernaan mekanik) sehingga setiap peserta merasa seperti “memegang” pengalaman belajar langsung, termasuk kuis otomatis muncul setelah penyampaian materi di mana sistem langsung memberi umpan balik benar/salah saat jawaban diklik layar berubah warna hijau untuk jawaban benar atau merah untuk salah, lengkap dengan penjelasan singkat tentang konsep yang dimaksud; guru bahkan mencoba menjelajahi kembali materi dengan tombol Back untuk melihat respons Genially ketika elemen-elemen sebelumnya diaktifkan ulang. Di akhir sesi, saya meminta rekan-rekan guru memberikan komentar tentang flow modul tersebut beberapa memberi masukan tentang respons sistem yang cepat dan menarik, sementara yang lain mencatat beberapa penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan siswa nantinya sehingga pelaksanaan ini bukan hanya sekadar teori, tetapi benar-benar menggambarkan alur kejadian nyata dari membuka produk hingga menyelesaikannya, termasuk bagaimana produk merespons input pengguna secara real-time dan interaktif.
Demonstrasi Fungsionalitas Produk
Produk DigestiveLearn E-Module Interaktif berbasis Genially dengan model Problem Based Learning terbukti berfungsi sesuai rencana dan memiliki keunggulan teknis yang jelas, terutama terlihat dari fitur interaktif seperti kuis berbalut permainan & navigasi click-to-explore yang menjadi “jantung” modul, memudahkan siswa mengeksplorasi organ pencernaan dan konsep pencernaan mekanik/kimiawi secara aktif melalui klik ikon, gambar, dan tantangan problem solving yang terintegrasi dalam setiap slide, bukan sekadar teks statis. Modul ini juga mudah diakses lintas perangkat melalui browser di HP/laptop tanpa perlu instalasi khusus dan mendukung integrasi dengan sistem pembelajaran digital lain seperti embedding ke LMS atau Google Classroom sehingga guru bisa melacak kemajuan siswa dan menilai hasilnya, termasuk kemungkinan ekspor konten atau hasil kuis ke format yang kompatibel dengan sistem LMS seperti SCORM/LTI (fitur Genially yang umum tersedia) (Genially.com). Keunggulan ini secara langsung memecahkan masalah pembelajaran tradisional yang pasif, karena fitur interaktif dan PBL mengubah proses belajar menjadi kegiatan yang berorientasi pada pemecahan masalah nyata, meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa dibandingkan modul konvensional yang hanya berupa bacaan linear.
Analisis Penerimaan Pengguna (User Acceptance)
Dalam uji coba terhadap guru sebagai pengguna, modul DigestiveLearn mendapat respons positif dengan beberapa testimoni langsung seperti, “mudah dioperasikan, efisien waktu dalam presentasi materi, dan sangat membantu menyampaikan konsep sistem pencernaan secara visual,” yang menunjukkan penerimaan tinggi terhadap produk ini; guru melaporkan bahwa navigasi Genially intuitif sehingga mengurangi waktu persiapan materi pembelajaran (indikator efisiensi waktu) dan antarmuka interaktif memudahkan penggunaan (usability). Selain itu, pernyataan seperti “belajar jadi lebih menarik dan siswa tampak lebih termotivasi untuk berdiskusi” mencerminkan dampak positif secara kognitif dan psikologis, yaitu meningkatnya keterlibatan belajar dan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan sehingga menurunkan beban kerja tradisional guru dalam menjelaskan materi kompleks. Testimoni-testimoni ini memperkuat klaim bahwa DigestiveLearn diterima dengan baik oleh guru sebagai media pembelajaran inovatif yang efektif dalam konteks pembelajaran berbasis masalah.
Strategi Diseminasi Profesional
Dalam mengomunikasikan DigestiveLearn E-Module Interaktif Berbasis Genially dengan Model Problem Based Learning kepada publik dan guru sebagai bagian dari uji coba, saya menggunakan strategi diseminasi yang terintegrasi melalui kanal visual seperti video demonstrasi di YouTube dan sosial media untuk memperlihatkan cara penggunaan modul secara nyata, fitur-fiturnya yang interaktif serta penerapan PBL dalam pembelajaran sistem pencernaan sehingga memudahkan praktisi pendidikan memahami implementasinya secara visual dan praktis; serta kanal konseptual melalui publikasi artikel di blog atau web profesional yang menjelaskan kerangka teoritis, landasan pembelajaran interaktif berbasis Genially serta model Problem Based Learning yang digunakan dalam pengembangan modul sehingga pembaca memperoleh pemahaman mendalam tentang konsep dan validitas produk; dengan tujuan diseminasi untuk berbagi praktik baik inovasi pembelajaran digital kepada komunitas pendidik, mendapatkan umpan balik dari praktisi dan akademisi, serta mendorong adopsi dan kolaborasi dalam pengembangan materi ajar interaktif yang efektif dan relevan dalam konteks pembelajaran modern.
BAGIAN 2: REFLEKSI KRITIS DAN PENGEMBANGAN PROYEK
Tantangan Signifikan dalam Pengembangan
Setelah diujicobakan ke guru, tantangan signifikan dalam pengembangan DigestiveLearn E-Module interaktif berbasis Genially dengan model Problem Based Learning (PBL) tampak pada beberapa aspek konseptual utama. Pertama, terdapat kesenjangan antara teori pedagogi PBL dan implementasinya dalam format digital: guru sering kesulitan menerjemahkan prinsip pembelajaran berdasarkan masalah yang ideal—seperti mendorong siswa menyusun pertanyaan, berdiskusi, hingga memecahkan kasus gangguan pencernaan—ke dalam elemen interaktif yang efektif di Genially tanpa kehilangan intensi pedagogisnya; ini membutuhkan rekayasa konten yang lebih dari sekadar menambahkan kuis atau grafik, tetapi merancang alur belajar yang mempertahankan esensi PBL dalam antarmuka digital. Kedua, kompleksitas desain konten menjadi hambatan karena fitur-fitur interaktif Genially yang ideal—misalnya navigasi logis antar fase PBL, hotspots yang memadai untuk eksplorasi materi, atau skenario problem solving—sering kali sulit disederhanakan tanpa mengurangi kedalaman pembelajaran; perancang harus menyeimbangkan antara rancangan interaksi yang kaya dengan keterbatasan kemampuan teknis (termasuk pembuatan konten multimedia dan skenario tugas PBL yang menarik) agar produk tetap intuitif dan mudah digunakan oleh guru maupun siswa. Akibatnya, tantangan terberat bukan pada aspek teknis sederhana (mis. “laptop lemot”), melainkan pada memadukan tuntutan pedagogi PBL dengan realitas desain digital yang fungsional dan efektif.
Rencana Pengembangan Diri dan Proyek Lanjutan
apabila proyek ini dilanjutkan, saya akan memperbaiki dan mengembangkan lebih jauh DigestiveLearn E-Module Interaktif Berbasis Genially dengan Model Problem Based Learning melalui feedback dari guru yang telah mengujicobakan modul tersebut, dengan menambahkan fitur asesmen adaptif yang memungkinkan penilaian otomatis sesuai tingkat pemahaman peserta didik untuk meningkatkan personalized learning; fokus perbaikan juga mencakup penyempurnaan navigasi konten, peningkatan interaktivitas kasus PBL, serta keterhubungan dengan data hasil belajar untuk evaluasi yang lebih baik. Untuk mendukung pengembangan selanjutnya, kompetensi yang perlu saya asah adalah analisis data pembelajaran agar dapat memanfaatkan data hasil asesmen untuk memodifikasi desain pembelajaran secara efektif, serta memperdalam kemampuan coding sederhana (JavaScript/HTML) untuk mengembangkan fitur interaktif lanjutan dan integrasi analytics di dalam Genially sehingga e-module lebih responsif, adaptif, dan efektif untuk proses pembelajaran guru dan siswa.
KESIMPULAN
Sintesis Keberhasilan Proyek
Dalam uji coba yang dilakukan kepada guru, e-module interaktif DigestiveLearn berhasil menjawab permasalahan awal tentang keterbatasan media pembelajaran yang dapat memfasilitasi pembelajaran sistem pencernaan secara efektif dan menarik, karena produk ini dirancang dengan integrasi problem-based learning dan elemen interaktif yang memudahkan guru dalam menyampaikan materi dan memantik keterlibatan siswa; guru menilai produk ini praktis dan layak digunakan, menunjukkan bahwa media tersebut mampu meningkatkan efisiensi proses pembelajaran dengan menyediakan konten yang lebih terstruktur, interaktif, dan mudah diakses, serta mengatasi hambatan pembelajaran konvensional yang kurang menarik bagi siswa—hasil yang konsisten dengan temuan penelitian lain mengenai e-module interaktif Genially berbasis PBL yang menghasilkan penilaian praktis dari guru dan peningkatan pemahaman konsep siswa setelah pemakaian media tersebut.
Penutup
Proyek Pengembangan DigestiveLearn E-Module Interaktif berbasis Genially dengan model Problem Based Learning juga telah diuji coba kepada guru sebagai bagian dari langkah implementasi dalam proses pengembangan konten digital, dan mendapatkan masukan serta tanggapan profesional yang mendukung kelayakan penggunaan modul ini dalam pembelajaran sistem pencernaan. Dengan telah dilaksanakannya uji coba tersebut dan melalui setiap tahapan pengembangan mulai dari analisis kebutuhan, perancangan, produksi hingga evaluasi dan diseminasi proyek ini telah memenuhi siklus pengembangan konten digital secara utuh dan siap digunakan sebagai sumber belajar inovatif yang efektif dan interaktif dalam pendidikan biologi.
Tinggalkan Balasan