Pengembangan EduLink: Sistem Pembelajaran Daring Bersertifikat Berbasis Microlearning sebagai Alternatif Pendidikan Formal

·

·

, ,

Penulis:
Hilya Sabrina Rahma Nur Asy Syifa’ (230121606739)
Departemen Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang

Harapan Proyek (Das Sollen / Idealita)

Pendidikan masa depan idealnya dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkendala ekonomi, waktu, atau lokasi. Paradigma pembelajaran di era digital menuntut model pendidikan yang fleksibel, personal, dan relevan dengan kebutuhan industri. Dalam visi ini, pendidikan tidak lagi terbatas pada ruang kelas, tetapi menjadi pengalaman belajar seumur hidup yang dapat dijangkau melalui teknologi. Setiap individu berhak memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan profesional dan sosialnya dengan dukungan sistem pembelajaran yang terbuka, inklusif, serta berorientasi pada penguatan daya saing manusia di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan ekonomi digital.

Konteks Proyek (Lingkungan dan Peran Teknologi)

Proyek ini dikembangkan dalam konteks masyarakat produktif Indonesia berusia 18–35 tahun yang memiliki keterbatasan ekonomi dan waktu belajar. Banyak di antara mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehingga tidak mampu melanjutkan pendidikan formal. Dalam situasi ini, teknologi pendidikan berperan penting sebagai jembatan pemerataan akses pengetahuan. Melalui pemanfaatan Learning Management System seperti Moodle dan konten interaktif berbasis Genially, teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat distribusi informasi, tetapi juga sebagai medium pembentukan pengalaman belajar yang adaptif dan kolaboratif. Peran teknologi di sini bukan menggantikan pendidik, melainkan memperluas daya jangkau pendidikan agar mampu melayani pembelajar dari berbagai latar sosial ekonomi dan geografis.

Deskripsi Kesenjangan (Das Sein / Realita Masalah)

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat usia produktif yang tidak melanjutkan pendidikan tinggi karena keterbatasan biaya dan tuntutan pekerjaan. Mereka memiliki semangat belajar tinggi, namun tidak memiliki cukup waktu untuk mengikuti pembelajaran konvensional. Kursus daring yang ada sering kali tidak terjangkau secara finansial dan kurang memberikan sertifikasi resmi yang diakui industri. Selain itu, kesenjangan infrastruktur digital dan rendahnya literasi teknologi memperparah ketimpangan akses pendidikan. Proses pembelajaran daring yang seharusnya menjadi solusi justru kerap terasa eksklusif bagi kelompok yang memiliki koneksi dan perangkat memadai. Kondisi ini menciptakan kebutuhan mendesak akan model pembelajaran digital yang fleksibel, terjangkau, dan diakui secara profesional.

Uraian Deskripsi Solusi Proyek

Sebagai jawaban terhadap kesenjangan tersebut, dikembangkan platform pembelajaran digital bernama EduLink. Sistem ini dirancang sebagai sarana pembelajaran daring bersertifikat yang berbasis microlearning, yaitu pendekatan pembelajaran dalam unit singkat dan fokus sehingga mudah diakses oleh pembelajar dengan waktu terbatas. EduLink menyediakan kursus terapan seperti Digital Marketing, Desain Grafis, Customer Service Online, dan Manajemen UMKM Digital, yang dilengkapi sertifikasi resmi dari BNSP. Dengan dukungan gamifikasi dan fitur mentoring interaktif, peserta tidak hanya belajar secara mandiri tetapi juga mendapatkan bimbingan langsung dari instruktur profesional. Integrasi kecerdasan buatan memungkinkan sistem menyesuaikan materi sesuai kemampuan dan progres pengguna, menciptakan pengalaman belajar yang personal.

EduLink juga mengadopsi pendekatan community-based learning, yang memberi kesempatan peserta dari wilayah serupa untuk berkolaborasi dalam proyek lokal. Pendekatan ini menumbuhkan semangat pemberdayaan ekonomi daerah sekaligus membangun jejaring profesional. Melalui kombinasi microlearning, gamifikasi, dan personalisasi berbasis AI, EduLink diharapkan dapat menjadi alternatif pendidikan formal yang kredibel dan berdampak luas bagi peningkatan kompetensi masyarakat Indonesia.

Rumusan Masalah Proyek

Bagaimana pengembangan platform pembelajaran digital EduLink dapat meningkatkan akses pendidikan nonformal yang fleksibel dan relevan bagi masyarakat produktif usia 18–35 tahun agar mampu memperkuat keterampilan profesional mereka secara efektif?

Metodologi Pengembangan Proyek

Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis, dilakukan pemetaan kebutuhan belajar dan kendala akses masyarakat produktif. Tahap desain mencakup perancangan struktur kursus, strategi gamifikasi, serta rancangan antarmuka platform. Pada tahap pengembangan, tim menyusun modul video, kuis interaktif, dan forum diskusi berbasis LMS Moodle yang terintegrasi dengan Genially. Implementasi awal dilakukan melalui uji coba di tiga wilayah dengan karakter sosial berbeda—pesisir, agraris, dan perkotaan—untuk menyesuaikan konten dengan kebutuhan lokal. Tahap akhir berupa evaluasi hasil uji coba, yang digunakan untuk memperbaiki sistem, memperkuat relevansi materi, dan meningkatkan pengalaman pengguna.

Referensi

Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.
Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.
Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.
Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.
Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.
Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (Eds.). (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.
Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Eds.). (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.
Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *