Pengembangan Flipbook Berbasis Deep Learning untuk Personalisasi Pembelajaran Audio-Visual dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar

·

·

, ,

Nadia Imelda Rosalia
NIM: 230121603870
Offering/Kelas: A23


Bagian I: Pendahuluan

1 – Analisis Kesenjangan

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar idealnya dirancang sebagai pengalaman belajar yang konkret, visual, dan adaptif agar mampu membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak secara bermakna. Dalam paradigma pendidikan era digital, teknologi seharusnya berperan sebagai sistem pendukung pembelajaran yang memfasilitasi diferensiasi, personalisasi, dan keterlibatan aktif peserta didik (Albert et al., 2021; Bishop et al., 2020). Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran IPA masih didominasi oleh penyajian verbal dan teks linier, dengan pemanfaatan media digital yang terbatas dan belum adaptif. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara harapan pembelajaran berbasis teknologi dengan praktik aktual, terutama bagi siswa kelas 5 SD yang termasuk generasi digital dan cenderung belajar lebih efektif melalui pengalaman audio-visual interaktif. Kesenjangan inilah yang melatarbelakangi pengembangan flipbook berbasis deep learning sebagai upaya menjembatani tuntutan pedagogis masa depan dengan realitas pembelajaran di sekolah dasar.


Bagian II: Analisis Keilmuan Pendidikan (Pedagogi)

2 – Fokus Masalah & Landasan Desain

Fokus masalah dalam proyek ini terletak pada rendahnya pemahaman konseptual siswa terhadap materi IPA yang bersifat abstrak, seperti gaya, energi, dan sistem tubuh makhluk hidup. Dari perspektif pedagogis, permasalahan ini berkaitan erat dengan desain pembelajaran yang belum sepenuhnya mengakomodasi karakteristik kognitif siswa sekolah dasar. Landasan desain pembelajaran proyek ini mengacu pada prinsip pembelajaran multimedia dan pendekatan pembelajaran berpusat pada peserta didik, yang menekankan pentingnya penyajian informasi melalui kombinasi teks, visual, dan audio secara selaras untuk mengoptimalkan pemrosesan kognitif (Bishop et al., 2020). Fitur flipbook yang memuat ilustrasi visual, video penjelas, narasi audio, dan kuis interaktif dirancang sebagai respon pedagogis terhadap kebutuhan tersebut, sehingga siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga membangun pemahaman melalui eksplorasi aktif.

3 – Transformasi Teknologi & Koherensi Fitur

Transformasi teknologi dalam proyek ini tidak dipahami sekadar sebagai digitalisasi materi, melainkan sebagai perubahan cara belajar siswa melalui desain fitur yang koheren dan bermakna. Setiap fitur dalam flipbook, mulai dari navigasi non-linier, visualisasi konsep, hingga kuis adaptif, dirancang saling terhubung secara logis untuk mendukung alur belajar yang berjenjang. Koherensi fitur ini mencerminkan prinsip bahwa teknologi pendidikan harus melampaui sekadar penyampaian konten dan berfungsi sebagai sistem pembelajaran yang terintegrasi (Hokanson et al., 2018). Dengan demikian, flipbook ini tidak berdiri sebagai kumpulan media terpisah, melainkan sebagai lingkungan belajar digital yang mendukung konstruksi pengetahuan siswa secara berkelanjutan.


Bagian III: Analisis Keilmuan Teknologi Pendidikan (Tekno-Pedagogi)

4 – Analisis “How”: Kolaborasi Manusia & Teknologi

Dari sudut pandang tekno-pedagogis, flipbook berbasis deep learning ini merepresentasikan bentuk kolaborasi konkret antara manusia dan teknologi dalam proses pembelajaran. Guru berperan sebagai perancang dan fasilitator pembelajaran, sementara sistem teknologi berfungsi menganalisis respons siswa dan memberikan rekomendasi belajar secara otomatis. Kolaborasi ini mencerminkan konsep integrasi kecerdasan manusia dan kecerdasan artifisial dalam pendidikan, di mana teknologi tidak menggantikan peran pendidik, tetapi memperkuat kapasitas pedagogisnya (Albert et al., 2021). Melalui analisis hasil kuis dan aktivitas belajar siswa, sistem membantu guru memahami kebutuhan belajar siswa secara lebih objektif dan berbasis data.

5 – Analisis “How”: Dekomposisi Masalah

Cara kerja produk ini juga dapat dianalisis melalui pendekatan dekomposisi masalah, yaitu penguraian permasalahan pembelajaran kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana dan terkelola. Permasalahan pemahaman konsep IPA dipecah menjadi beberapa komponen, seperti kesulitan visualisasi, beban kognitif, dan perbedaan gaya belajar. Setiap komponen tersebut direspons melalui fitur teknologi yang spesifik, misalnya animasi dan AR untuk visualisasi konsep, narasi audio untuk memperkuat pemahaman, serta kuis adaptif untuk memetakan tingkat penguasaan siswa. Pendekatan ini sejalan dengan pemikiran dalam teknologi pembelajaran abad ke-21 yang menekankan desain sistematis dan modular (Moller et al., 2009).

6 – Analisis “How”: Definisi & Peran Teknologi Pendidikan

Dalam kerangka definisi standar Teknologi Pendidikan, proyek ini memposisikan flipbook berbasis deep learning sebagai bagian dari proses etis dan sistematis dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja belajar melalui penciptaan, penggunaan, dan pengelolaan sumber belajar teknologi (Januszewski & Molenda, 2008). Teknologi dalam proyek ini berperan bukan hanya sebagai media, tetapi sebagai sistem pembelajaran adaptif yang mendukung pengambilan keputusan instruksional. Dengan demikian, karya ini menegaskan posisinya dalam disiplin Teknologi Pendidikan sebagai inovasi yang berlandaskan teori, berorientasi pada pemecahan masalah pembelajaran, dan relevan dengan tantangan pendidikan digital kontemporer (Spector et al., 2014).


Bagian IV: Tutorial Pemanfaatan Produk Proyek

7 – Aksesibilitas & Konsep Pembelajaran

Flipbook berbasis deep learning ini dirancang agar mudah diakses oleh siswa dan guru melalui perangkat digital seperti laptop, tablet, atau smartphone tanpa memerlukan instalasi aplikasi tambahan. Produk diakses melalui tautan web flipbook, sehingga mendukung fleksibilitas belajar kapan saja dan di mana saja. Dari sisi konsep pembelajaran, aksesibilitas ini sejalan dengan prinsip pembelajaran fleksibel dan personal, di mana siswa dapat mengatur kecepatan belajar sesuai kebutuhan masing-masing (Moller & Huett, 2012). Guru dapat memanfaatkan flipbook ini sebagai media utama atau pendukung pembelajaran IPA baik dalam pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran berbasis daring.

8 – Tutorial Penggunaan Produk & Video

Langkah penggunaan produk dimulai dengan membuka tautan flipbook dan memilih materi IPA yang ingin dipelajari. Siswa kemudian mempelajari materi melalui kombinasi teks singkat, ilustrasi visual, video penjelas, dan narasi audio. Setelah itu, siswa mengerjakan kuis yang terhubung dengan sistem analisis berbasis deep learning. Kuis tersebut akan ada di setiap bab yang telah selesai di baca dengan menggunakan google form, pengguna bisa memilih jawaban yang tepat dan mengirimkan hasilnya berdasarkan hasil kuis. Sistem akan merekomendasikan materi penguatan atau aktivitas lanjutan yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. selanjutnya untuk materi finalnya akan ada kuis dengan Quizizz untuk mengecek pemahaman siswa setelah membaca keseluruhan isi materi. Di samping itu tersedia juga QR dan link untuk akses ke visual AR (Augmented Reality) tentang gunung, di mana nantinya akan ditampilkan materi, video, dan audio yang lebih interaktif dan menarik.


Bagian V: Penutup

9 – Kesimpulan & Unconstrained Learning

Secara keseluruhan, pengembangan flipbook berbasis deep learning ini menunjukkan nilai strategis sebagai media pembelajaran IPA yang adaptif, pedagogis, dan relevan dengan karakteristik siswa sekolah dasar di era digital. Produk ini tidak hanya menjawab permasalahan pemahaman konsep abstrak, tetapi juga merepresentasikan paradigma Unconstrained Learning, yaitu pembelajaran tanpa kendala ruang, waktu, dan pendekatan tunggal (Moller & Huett, 2012). Melalui pemanfaatan teknologi adaptif, pembelajaran IPA dapat berlangsung secara lebih inklusif, fleksibel, dan berorientasi pada kebutuhan individu siswa. Dengan demikian, proyek ini berkontribusi pada pengembangan praktik Teknologi Pendidikan yang mendukung transformasi pembelajaran menuju ekosistem belajar digital yang berkelanjutan.


Daftar Referensi Wajib

Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.

Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.

Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.

Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.

Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.

Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (Eds.). (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.

Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Eds.). (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.

Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *