Pengembangan Flipbook Jaring-Jaring Makanan Berbasis Representasi Data dan Visualisasi Ekologi untuk Menguatkan Berpikir Kritis dan Pemahaman Hubungan Antarorganisme dalam Pembelajaran Mendalam

·

·

, ,

Nama: Lolalia Sihite

Nim: 220341601582

BAGIAN 1: IMPLEMENTASI DAN DISEMINASI HASIL PROYEK

1.1 Skenario Implementasi di Lingkungan Belajar

Implementasi flipbook jaring-jaring makanan dilakukan melalui uji coba terbatas yang melibatkan sesama calon guru Biologi sebagai pengguna utama. Uji coba ini bertujuan untuk memperoleh umpan balik profesional terkait kelayakan pedagogis, kejelasan materi, dan potensi penerapan flipbook dalam pembelajaran di sekolah. Calon guru mengakses flipbook melalui tautan yang dibagikan secara daring, kemudian menelusuri materi mulai dari pendahuluan, uraian konsep, visualisasi jaring-jaring makanan, hingga E-LKPD berbasis representasi data. Selama proses eksplorasi, peserta diminta menempatkan diri sebagai guru maupun siswa, dengan menganalisis bagaimana media ini dapat digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran mendalam di kelas X. Alur implementasi ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana flipbook berfungsi sebagai bahan ajar digital yang siap diadaptasi oleh guru dalam konteks pembelajaran formal.

1.2 Demonstrasi Fungsionalitas Produk

Flipbook ini memiliki dua fitur utama yang menjadi inti fungsionalitas produk, yaitu visualisasi ekologi interaktif dan E-LKPD berbasis representasi data. Visualisasi jaring-jaring makanan memungkinkan siswa melihat hubungan antarorganisme secara menyeluruh, tidak terpisah seperti pada media cetak konvensional. Selain itu, E-LKPD dirancang untuk mendorong siswa melakukan analisis data melalui tabel dan grafik sehingga pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi berlanjut pada penalaran. Dari sisi interoperabilitas, flipbook dapat diakses melalui berbagai perangkat tanpa instalasi aplikasi tambahan dan terhubung dengan video penjelasan di YouTube sebagai media pendukung. Fitur-fitur tersebut secara langsung menjawab permasalahan awal, yaitu kesulitan siswa memahami kompleksitas hubungan antarorganisme dan rendahnya aktivitas berpikir kritis dalam pembelajaran jaring-jaring makanan.

1.3 Analisis Penerimaan Pengguna (User Acceptance)

Berdasarkan hasil uji coba, calon guru memberikan respons positif terhadap penggunaan flipbook sebagai media pembelajaran Biologi. Beberapa peserta menyampaikan bahwa flipbook “mudah digunakan”, “visualisasinya jelas”, serta “LKPD-nya membantu melatih analisis siswa”. Umpan balik tersebut menunjukkan bahwa produk ini dinilai memiliki tingkat usability yang baik dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di kelas. Dari sudut pandang pedagogis, calon guru menilai bahwa flipbook berpotensi mengurangi beban penjelasan verbal guru karena konsep abstrak telah diwakili melalui visualisasi dan data. Dengan demikian, penerimaan pengguna tidak hanya mencerminkan kemudahan teknis, tetapi juga pengakuan terhadap nilai pedagogis produk sebagai alat bantu pembelajaran.

1.4 Strategi Diseminasi Profesional

Diseminasi proyek ini dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu kanal visual dan kanal konseptual. Kanal visual diwujudkan melalui video demonstrasi yang diunggah ke YouTube, yang berfungsi untuk memperlihatkan cara kerja flipbook, alur penggunaan, serta tujuan pengembangannya secara ringkas dan komunikatif. Video ini memungkinkan jangkauan audiens yang lebih luas, khususnya praktisi pendidikan dan mahasiswa calon guru. Sementara itu, kanal konseptual dilakukan melalui penyusunan makalah akademik yang menjelaskan landasan pedagogis, desain produk, serta refleksi pengembangan. Tujuan utama diseminasi ini adalah untuk berbagi praktik baik dalam pengembangan konten digital pembelajaran serta membuka ruang umpan balik untuk pengembangan produk lebih lanjut.

BAGIAN 2: REFLEKSI KRITIS DAN PENGEMBANGAN PROYEK

2.1 Tantangan Signifikan dalam Pengembangan

Tantangan utama dalam pengembangan flipbook ini terletak pada proses menerjemahkan konsep pedagogis pembelajaran mendalam ke dalam bentuk media digital yang sederhana namun bermakna. Secara konseptual, pembelajaran jaring-jaring makanan menuntut visualisasi sistem yang kompleks, sementara secara teknis media harus tetap mudah digunakan oleh siswa. Pengembang perlu menyeimbangkan idealisme desain pembelajaran dengan keterbatasan teknis platform flipbook. Tantangan lain muncul dalam menyederhanakan representasi data agar tetap akurat secara ilmiah tetapi tidak membebani kognitif siswa.

2.2 Pembelajaran Penting (Key Insights)

Melalui proses pengembangan ini, diperoleh pemahaman bahwa teknologi bukan sekadar alat bantu visual, melainkan jembatan untuk membangun pemahaman konseptual yang lebih dalam. Salah satu insight penting adalah bahwa pengguna lebih menghargai tampilan yang jelas, terstruktur, dan mudah dinavigasi dibandingkan fitur yang terlalu kompleks. Dari perspektif pengguna, visualisasi yang relevan dan LKPD yang terarah jauh lebih berdampak dibandingkan banyaknya animasi atau efek visual. Hal ini menegaskan pentingnya desain berbasis kebutuhan pengguna (user-centered design) dalam pengembangan konten digital pembelajaran.

2.3 Rencana Pengembangan Diri dan Proyek Lanjutan

Jika proyek ini dikembangkan lebih lanjut, salah satu fitur yang direncanakan adalah penambahan asesmen adaptif berbasis respon siswa, sehingga umpan balik dapat diberikan secara lebih personal. Selain itu, pengembang juga berencana menambahkan unsur interaktif lanjutan seperti simulasi perubahan populasi organisme. Dari sisi pengembangan diri, kompetensi yang perlu diasah meliputi desain grafis edukatif, analisis data pembelajaran, serta penguasaan platform digital yang lebih kompleks untuk mendukung inovasi pembelajaran di masa depan.

KESIMPULAN Secara keseluruhan, pengembangan dan implementasi flipbook jaring-jaring makanan ini berhasil menjawab permasalahan awal terkait keterbatasan media pembelajaran konvensional dalam mendukung berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil uji coba dan penerimaan pengguna, flipbook terbukti membantu siswa memahami hubungan antarorganisme dan menganalisis data ekologi secara lebih mendalam. Proyek ini menunjukkan bahwa pengembangan konten digital yang dirancang secara pedagogis dapat meningkatkan kualitas pembelajaran biologi. Dengan selesainya tahap analisis, desain, implementasi, evaluasi, dan diseminasi, proyek ini telah memenuhi siklus pengembangan konten digital secara utuh dan menjadi pengalaman pembelajaran reflektif bagi pengembang.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *