Pengembangan Media Video Animasi Plotagon untuk Meningkatkan Kemampuan Maharah Istima’ dalam Pembelajaran Bahasa Arab

·

·

, ,

Nama : Oktavia susi purwaningrum

NIM : 220231600212

KELAS : TEP-PGSD

Meta Description

Pengembangan video animasi berbasis Plotagon untuk meningkatkan kemampuan maharah istima’ siswa Madrasah Aliyah. Media ini dirancang multimodal, interaktif, dan kontekstual dengan model ADDIE untuk mendukung pembelajaran bahasa Arab abad 21.

Kata Kunci Utama

  • media video animasi Plotagon
  • pembelajaran bahasa Arab
  • maharah istima’
  • media digital pembelajaran
  • model ADDIE

Harapan Proyek (Das Sollen / Idealita)

Kondisi ideal pembelajaran bahasa Arab pada keterampilan maharah istima’ adalah pembelajaran yang menghadirkan pengalaman belajar kontekstual, interaktif, dan multimodal. Dalam paradigma pendidikan masa depan, teknologi tidak sekadar alat bantu, tetapi bagian dari desain pembelajaran yang mendukung pemrosesan informasi secara efektif (Bishop et al., 2020; Spector et al., 2014).

Dalam kondisi ideal, siswa mampu:

  • Mengakses media digital yang otentik dan menarik.
  • Menyimak percakapan bahasa Arab dengan dukungan visualisasi gerak, ekspresi, dan situasi.
  • Belajar secara mandiri melalui konten microlearning yang ringkas namun bermakna.
  • Mengikuti pembelajaran berbasis audio–visual sesuai teori multimedia (Mayer, 2009).

Dengan demikian, proyek ini ditujukan untuk membangun ekosistem pembelajaran istima’ yang imersif, di mana siswa tidak hanya mendengar bahasa Arab, tetapi juga memahami konteks komunikasinya secara visual.


Konteks Proyek (Lingkungan dan Peran Teknologi)

Proyek ini diterapkan di lingkungan Madrasah Aliyah yang telah memiliki fasilitas digital seperti proyektor, laptop, dan internet. Namun pemanfaatan sarana tersebut masih terbatas untuk pembelajaran menyimak.

Peran teknologi dalam proyek ini:

  • Menjadi penghubung antara siswa dan konteks komunikasi autentik melalui animasi.
  • Bertindak sebagai learning design facilitator sesuai definisi teknologi pendidikan oleh Januszewski & Molenda (2008).
  • Mendukung pembelajaran fleksibel atau unconstrained learning (Moller & Huett, 2012).
  • Mengintegrasikan audio, visual, teks, dan digital storytelling secara bersamaan.

Plotagon Studio dipilih karena mampu menghadirkan representasi visual dialog bahasa Arab secara sederhana namun efektif.

Deskripsi Kesenjangan (Das Sein / Realita)

Meskipun fasilitas digital tersedia, terdapat beberapa masalah di lapangan:

  • Guru masih menggunakan media konvensional berupa audio monoton.
  • Siswa kesulitan memahami ujaran tanpa dukungan visual.
  • Motivasi belajar rendah karena media kurang menarik.
  • Guru memiliki keterbatasan waktu dan kemampuan membuat konten audiovisual.
  • Materi listening belum menghadirkan situasi komunikasi autentik (Hidayatullah, 2023; Handayani, 2022).

Kesenjangan antara idealita (multimodal berbasis konteks) dan realita (media minim visual) inilah yang menghambat perkembangan maharah istima’ siswa.

Deskripsi Solusi Proyek

Solusi yang ditawarkan adalah pengembangan media video animasi berbasis Plotagon sebagai media pembelajaran istima’.

Fitur Solusi:

1. Animasi Percakapan Berbahasa Arab

  • Mengangkat situasi nyata (sekolah, pasar, rumah).
  • Menggunakan ekspresi karakter untuk mendukung pemahaman makna.

2. Digital Storytelling

  • Menghadirkan alur cerita singkat agar mudah diikuti siswa.

3. Microlearning

  • Durasi 3–5 menit, efektif untuk pembelajar digital (Hilsmann, 2024).

4. Materi Pendukung

  • Naskah dialog, glosarium, dan lembar kerja listening (pre–while–post).

5. Aksesibilitas Tinggi

Dapat diakses melalui Google Classroom atau YouTube Edu.

Rumusan Masalah Proyek

Bagaimana pengembangan media video animasi berbasis Plotagon dapat meningkatkan kemampuan maharah istima’ dalam pembelajaran bahasa Arab?


Metodologi Pengembangan (Model ADDIE)

Model ADDIE dipilih karena sistematis dan efektif untuk pengembangan teknologi pembelajaran.

1. Analysis

  • Mengidentifikasi kebutuhan siswa dan guru.
  • Mengkaji kesulitan istima’ dan preferensi belajar.

2. Design

  • Menyusun dialog bahasa Arab.
  • Mendesain alur cerita dan skenario visual.
  • Merancang struktur aktivitas listening (pre–while–post).

3. Development

  • Membuat animasi di Plotagon Studio.
  • Mengedit audio menggunakan Audacity.
  • Mendesain materi tambahan melalui Canva.
  • Menghasilkan video final format MP4.

4. Implementation

  • Uji coba pada kelas kecil di Madrasah Aliyah.
  • Mengumpulkan umpan balik siswa dan guru.

5. Evaluation

  • Melakukan evaluasi formatif.
  • Melakukan revisi dan menilai efektivitas media terhadap pemahaman istima’.

Referensi

Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.

Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.

Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.

Januszewski, A., & Molenda, M. (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.

Moller, L., & Huett, J. B. (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.

Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.

Rich, P. J., & Hodges, C. B. (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.

Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *