Pengembangan Media Google Site untuk Mendukung Pembelajaran Mendalam pada Materi Produktivitas Primer dan Sekunder melalui Pengamatan Langsung Ekosistem

·

·

Produk/Solusi: Media pembelajaran berbasis Google Site

Target/Konteks: Siswa SMA pada materi Ekosistem

Nilai Tambah: Meningkatkan pemahaman konsep dan pembelajaran mendalam melalui pengamatan langsung

BAGIAN 1 IMPLEMENTASI DAN DISEMINASI HASIL PROYEK

1.1. Skenario Implementasi di Lingkungan Belajar

Uji coba media pembelajaran berbasis Google Site dilakukan melalui uji coba terbatas. Subjek uji coba terdiri atas calon guru Biologi semester 7 yang sedang menempuh mata kuliah yang berkaitan dengan pengembangan media pembelajaran. Pada tahap awal, calon guru Biologi (observer) mengakses media tersebut menggunakan perangkat masing-masing. Setelah membuka halaman utama, observer terlebih dahulu membaca tujuan pembelajaran, capaian kompetensi, serta petunjuk penggunaan media. Selanjutnya, observer mengeksplorasi menu materi, yang memuat penjelasan produktivitas primer dan sekunder beserta visualisasi ekosistem hingga ke menu refleksi yang sudah di sediakan. Sebagai calon guru, observer tidak hanya berperan sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai evaluator media. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian aktivitas, observer diminta menyampaikan saran untuk menu Refleksi Pedagogis, yang berisi pernyataan terkait kejelasan materi, kemudahan penggunaan media, serta potensi implementasi media tersebut di kelas Biologi SMA. Secara keseluruhan, skenario implementasi ini memberikan pengalaman autentik bagi calon guru Biologi dalam memahami konsep ekologi sekaligus mengkaji secara langsung pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pembelajaran kontekstual di sekolah.

1.2. Demonstrasi Fungsionalitas Produk

Fitur unggulan utama dari media pembelajaran ini adalah integrasi materi konseptual dengan aktivitas pengamatan langsung berbasis lapangan. Google Site berfungsi sebagai pusat navigasi yang menyatukan materi teks, media visual, lembar observasi, dan evaluasi reflektif dalam satu platform.

Media ini terintegrasi secara optimal dengan layanan Google lainnya, seperti:

  • Google Form untuk pengumpulan data observasi siswa
  • Padlet  sebagai sarana distribusi dan pengelolaan refleksi

Keunggulan teknis lainnya adalah kemudahan akses lintas perangkat. Media dapat dibuka melalui smartphone tanpa perlu instalasi aplikasi tambahan, sehingga mendukung pembelajaran fleksibel. Fitur ini secara nyata memecahkan masalah pembelajaran konvensional yang cenderung abstrak. Dengan adanya lembar observasi digital, siswa dapat langsung menghubungkan konsep produktivitas primer dan sekunder dengan fenomena nyata di lingkungan sekitar.

1.3. Analisis Penerimaan Pengguna (User Acceptance)

Berdasarkan wawancara singkat dan refleksi tertulis observer, diperoleh berbagai respons positif terhadap penggunaan media pembelajaran berbasis Google Site. Beberapa pernyataan siswa antara lain:

  • “Materinya mudah dipahami karena langsung dikaitkan dengan lingkungan sekitar.”
  • “Belajarnya jadi lebih seru karena tidak hanya membaca buku.”
  • “Pengisiannya praktis dan tidak ribet.”

Dari testimoni tersebut, dapat diidentifikasi beberapa indikator keberhasilan, yaitu:

  • Kemudahan penggunaan (usability): Tampilan sederhana dan navigasi yang jelas
  • Kejelasan materi: Materi lebih mudah dipahami karena kontekstual
  • Efisiensi waktu: Pengumpulan tugas menjadi lebih cepat dan terorganisir

Secara kognitif, media ini membantu siswa membangun pemahaman konseptual yang lebih mendalam (deep learning). Dari sisi psikologis, pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan mengurangi kejenuhan karena siswa terlibat aktif dalam aktivitas lapangan.

1.4. Strategi Diseminasi Profesional

Pada kanal visual, dibuat video demonstrasi penggunaan Google Site yang diunggah ke YouTube. Video ini menampilkan alur penggunaan media dari sudut pandang siswa dan guru, sehingga mudah dipahami oleh praktisi pendidikan lainnya. Selain itu, diseminasi juga dilakukan melalui kanal konseptual berupa penulisan artikel dan laporan proyek yang menjelaskan landasan pedagogis, tujuan pembelajaran mendalam, serta desain media berbasis Google Site. Tujuan utama diseminasi ini adalah untuk berbagi praktik baik dalam pengembangan media pembelajaran digital, sekaligus membuka ruang umpan balik dari komunitas pendidik guna penyempurnaan media di masa mendatang.

BAGIAN 2 REFLEKSI KRITIS DAN PENGEMBANGAN PROYEK

2.1. Tantangan Signifikan dalam Pengembangan

Tantangan utama dalam pengembangan proyek ini adalah menerjemahkan konsep pembelajaran mendalam (deep learning) ke dalam bentuk media digital yang sederhana namun bermakna. Secara teori, pembelajaran mendalam menuntut keterlibatan aktif, refleksi, dan koneksi dengan dunia nyata. Namun, mengimplementasikannya dalam Google Site membutuhkan perencanaan desain yang matang. Selain itu, terdapat kompleksitas dalam menyederhanakan konten ilmiah produktivitas primer dan sekunder agar tetap akurat secara konsep, namun mudah dipahami oleh siswa kelas X. Penyeimbangan antara idealisme pedagogis dan keterbatasan teknis platform menjadi tantangan tersendiri.

2.2. Pembelajaran Penting (Key Insights)

Salah satu pembelajaran penting dari proyek ini adalah pemahaman bahwa teknologi bukan sekadar alat bantu penyampaian materi, melainkan jembatan yang menghubungkan teori dengan pengalaman nyata siswa. Dari perspektif pengguna, ditemukan bahwa siswa lebih menyukai tampilan media yang sederhana, ringkas, dan langsung mengarahkan pada aktivitas utama. Fitur yang terlalu kompleks justru berpotensi mengganggu fokus belajar. Pengalaman ini menjadi “aha moment” bahwa desain pembelajaran harus selalu berangkat dari kebutuhan dan kenyamanan pengguna.

2.3. Rencana Pengembangan Diri dan Proyek Lanjutan

Jika proyek ini dilanjutkan, pengembangan selanjutnya adalah penambahan fitur asesmen adaptif yang menyesuaikan pertanyaan berdasarkan hasil pengamatan siswa. Selain itu, fitur gamifikasi sederhana seperti badge atau skor refleksi juga dapat meningkatkan motivasi belajar. Dari sisi pengembangan diri, kompetensi yang perlu diasah meliputi kemampuan desain grafis edukatif, pemanfaatan data hasil belajar untuk analisis pembelajaran, serta penguasaan lebih lanjut terhadap teknologi pembelajaran berbasis web.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil implementasi dan evaluasi pengguna, media pembelajaran berbasis Google Site yang dikembangkan terbukti mampu menjawab permasalahan pembelajaran materi produktivitas primer dan sekunder yang sebelumnya bersifat abstrak. Melalui integrasi pengamatan langsung ekosistem, siswa menunjukkan pemahaman konsep yang lebih mendalam dan keterlibatan belajar yang lebih tinggi.

Penutup

Proyek ini telah memenuhi siklus pengembangan konten digital secara utuh, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan media, implementasi di lapangan, evaluasi penerimaan pengguna, hingga diseminasi hasil. Dengan demikian, pengembangan media Google Site ini dapat menjadi alternatif solusi pembelajaran biologi yang kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pembelajaran mendalam.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *