Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Google Sites “DIGEST (Digital Interactive Google Sites for Enhancing Skills and Achievement)” pada Materi Sistem Pencernaan untuk Meningkatkan Literasi Digital dan Hasil Belajar Siswa

·

·

, ,

Sasmita Regina Putri Kusuma Machmudi

(220341609061)

TEP-PGSD

Harapan Proyek

Pendidikan di era digital diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif, personal, dan berpusat pada peserta didik melalui pemanfaatan teknologi secara bermakna (Thornhill-Miller et al., 2023) Berbagai pakar memprediksi bahwa teknologi seperti kecerdasan buatan, pembelajaran adaptif, analitik pembelajaran, dan sumber belajar terbuka akan menjadi pendorong utama dalam mewujudkan personalisasi pembelajaran, peningkatan kolaborasi, serta perluasan akses pendidikan di masa depan (Kalyani, 2024). Integrasi teknologi dalam pendidikan tidak lagi dipandang sebagai sekadar alat presentasi, melainkan sebagai sarana untuk membangun pengalaman belajar yang interaktif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan nyata peserta didik (Drigas et al., 2023). Sejalan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21, pembelajaran ideal diarahkan pada pengembangan kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi (4C), yang terintegrasi dengan penguatan literasi digital serta kemampuan belajar sepanjang hayat (Saavedra & Opfer, 2012). Literasi digital dipandang sebagai kompetensi kunci yang memungkinkan peserta didik untuk menggunakan, memahami, dan mengevaluasi teknologi secara efektif (Nikou & Aavakare, 2021), serta berperan penting dalam mendukung keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja kolaboratif (Silber-Varod et al., 2019). Oleh karena itu, pendidikan masa depan diharapkan mampu membentuk peserta didik yang mandiri, reflektif, dan aktif, dengan peran guru sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar bermakna dan inovatif melalui penguatan kompetensi literasi digital (Mardiana, 2024).

Konteks Proyek

Perkembangan teknologi pendidikan telah mentransformasi cara belajar di berbagai bidang, termasuk pembelajaran biologi di jenjang sekolah menengah atas, dengan menghadirkan pembelajaran yang lebih fleksibel, interaktif, dan berpusat pada peserta didik. Menurut definisi teknologi pendidikan, pembelajaran modern diarahkan pada praktik sistematis dan etis dalam memfasilitasi pembelajaran melalui penciptaan, penggunaan, dan pengelolaan sumber daya teknologi yang tepat guna (Januszewski & Molenda, 2008). Dalam konteks materi Sistem Pencernaan di SMA, pemanfaatan media berbasis web menjadi semakin relevan karena materi ini bersifat abstrak, kompleks, dan sulit dipahami hanya melalui metode ceramah atau buku teks. Pembelajaran berbasis web memungkinkan peningkatan akses belajar yang lebih luas dan personal, di mana siswa dapat menyesuaikan kecepatan belajar, memilih sumber belajar yang sesuai, serta mengembangkan kemandirian dan keterampilan literasi digital (Kompen et al., 2019). Selain itu, penggunaan multimedia interaktif, simulasi, dan aplikasi pembelajaran berbasis web terbukti mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi belajar, serta pemahaman konsep-konsep biologis yang kompleks (Landis et al., 2023). Teknologi pendidikan juga berperan penting dalam mendukung pembelajaran yang inklusif dan adaptif, sehingga mampu mengakomodasi perbedaan karakteristik dan kebutuhan belajar siswa di kelas heterogen (Todino, 2025). Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites “DIGEST” pada materi Sistem Pencernaan di SMA menjadi relevan sebagai upaya menghadirkan pembelajaran biologi yang kontekstual, interaktif, dan selaras dengan tuntutan penguatan literasi digital serta peningkatan hasil belajar siswa.

Deskripsi Proyek

Pada praktik pembelajaran di sekolah menengah atas, materi sistem pencernaan masih menjadi salah satu topik yang sulit dipahami oleh siswa karena sifatnya yang abstrak dan melibatkan proses fisiologis yang kompleks, seperti mekanisme enzimatik dan pergerakan makanan di saluran cerna, yang sulit divisualisasikan melalui teks atau gambar statis (Kassa et al., 2024). Kondisi ini diperparah oleh dominasi penggunaan media pembelajaran konvensional seperti buku teks dan presentasi PowerPoint yang bersifat satu arah dan minim interaktivitas, sehingga belum mampu mengakomodasi gaya belajar visual maupun kinestetik siswa serta berdampak pada rendahnya motivasi dan hasil belajar (Ayittey et al., 2019). Selain itu, rendahnya literasi digital siswa menjadi hambatan tambahan, karena banyak siswa belum memiliki keterampilan yang memadai dalam mencari, mengevaluasi, dan memanfaatkan sumber belajar digital secara kritis dan efektif, sehingga potensi pemanfaatan teknologi sebagai sumber belajar belum optimal (Sukma et al., 2024). Kesenjangan ini menunjukkan bahwa kondisi pembelajaran aktual masih jauh dari pembelajaran ideal yang menuntut penggunaan media interaktif berbasis teknologi dan penguatan literasi digital untuk mendukung pemahaman konseptual yang mendalam serta peningkatan hasil belajar biologi.

Uraian Deskripsi Solusi Proyek

Solusi yang ditawarkan dalam penelitian ini berupa pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites yang dirancang untuk mendukung pembelajaran materi Sistem Pencernaan di tingkat Sekolah Menengah Atas. Media ini dikembangkan sebagai respon terhadap perubahan lanskap pembelajaran yang semakin terdigitalisasi, di mana teknologi berbasis web menciptakan lingkungan belajar tanpa batas (unconstrained learning) yang memungkinkan peserta didik mengakses pengetahuan kapan saja dan di mana saja (Moller & Huett, 2012). Integrasi teknologi dalam media ini juga selaras dengan konsep pendidikan yang diperkuat oleh kecerdasan buatan, yang menempatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kecerdasan manusia, mendemokratisasi akses pendidikan, dan mengatasi keterbatasan pembelajaran tradisional (Albert et al., 2021). Media pembelajaran yang dikembangkan memanfaatkan karakteristik utama Google Sites berupa pengintegrasian berbagai jenis konten, seperti teks interaktif, gambar, video, animasi, dan kuis, sehingga mampu mengakomodasi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik peserta didik (Dzulfikry et al., 2024). Selain itu, media ini dirancang dengan akses yang fleksibel melalui berbagai perangkat, sehingga mendukung pembelajaran mandiri dan kolaboratif secara berkelanjutan (Hartari & Putra, 2025). Tingkat interaktivitas yang tinggi difasilitasi melalui fitur kuis, simulasi sederhana, serta navigasi mandiri yang mendorong keterlibatan aktif dan motivasi belajar siswa (Septiani et al., 2020). Desain visual media juga disusun secara menarik dan intuitif melalui pengaturan tata letak, warna, dan elemen multimedia yang meminimalkan kebosanan belajar (Nasution & Astuti, 2024). Pengembangan media ini didasarkan pada prinsip Cognitive Theory of Multimedia Learning, yang menekankan bahwa pembelajaran akan lebih efektif ketika informasi disajikan melalui kombinasi kata dan gambar (Mayer, 2024), difokuskan pada konten yang relevan melalui prinsip coherence dan signaling (Mayer, 2017), serta disajikan secara tersegmentasi dan multimodal untuk mengurangi beban kognitif peserta didik (Mayer, 2024). Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan media konvensional, meningkatkan literasi digital, memperkuat motivasi belajar, dan secara signifikan meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Sistem Pencernaan di tingkat SMA.

Rumusan Masalah Proyek

Berdasarkan paparan latar belakang dan uraian permasalahan di atas, maka rumusan masalah dalam proyek ini adalah:

  1. Bagaimana pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites “DIGEST” pada materi Sistem Pencernaan untuk siswa Sekolah Menengah Atas?
  2. Bagaimana pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites “DIGEST” terhadap peningkatan literasi digital siswa pada materi Sistem Pencernaan.
  3. Bagaimana pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites “DIGEST” terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi Sistem Pencernaan?

Metodologi Pengembangan Proyek

Metodologi pengembangan media pembelajaran interaktif DIGEST (Digital Interactive Google Sites for Enhancing Skills and Achievement) dalam proyek ini menggunakan model desain pembelajaran Lee & Owens yang menekankan tahapan pengembangan multimedia secara sistematis dan terstruktur agar produk yang dihasilkan valid, efektif, dan relevan dengan kebutuhan pengguna (Spector et al., 2014). Pemilihan model ini didasarkan pada pandangan bahwa teknologi tidak secara otomatis meningkatkan kualitas pembelajaran, melainkan harus dirancang secara pedagogis agar memberikan nilai tambah yang bermakna bagi proses belajar (Bishop et al., 2020).

Tahap pertama adalah analysis, yang dilakukan sejak awal semester melalui kegiatan need assessment dan front-end analysis, meliputi analisis karakteristik peserta didik, kesiapan teknologi sekolah, kondisi pembelajaran biologi, kesulitan siswa pada materi sistem pencernaan, serta analisis kesenjangan antara pembelajaran ideal dan praktik aktual di kelas (Kristanto et al., 2021). Pada tahap ini, peneliti juga mengkaji potensi Google Sites sebagai media pembelajaran interaktif yang sesuai dengan kondisi sarana dan prasarana sekolah.

Tahap kedua adalah design, yang dilaksanakan melalui perancangan struktur konten media, perumusan tujuan pembelajaran, pembuatan alur navigasi, desain tampilan antarmuka, serta penyusunan storyboard materi sistem pencernaan (Firdaus et al., 2024). Pada tahap ini, prinsip desain multimedia interaktif mulai diterapkan untuk memastikan kesesuaian dengan karakteristik peserta didik dan kebutuhan pembelajaran biologi (Ayyasy et al., 2023).

Tahap ketiga adalah development, yaitu proses mewujudkan rancangan menjadi produk nyata berupa website pembelajaran interaktif berbasis Google Sites. Kegiatan ini meliputi pembuatan halaman-halaman materi, integrasi teks, gambar, video, animasi, dan kuis interaktif, serta uji coba terbatas dan validasi oleh ahli materi dan ahli media untuk memperoleh masukan perbaikan (Sukamdi et al., 2023).

Tahap keempat adalah implementation, yang dilakukan melalui uji coba penggunaan media DIGEST pada pembelajaran materi sistem pencernaan di kelas Sekolah Menengah Atas dalam skala terbatas (Aka, 2019). Pada tahap ini, siswa diarahkan untuk menggunakan media secara mandiri maupun kolaboratif, sementara guru berperan sebagai fasilitator. Data tanggapan siswa dan guru dikumpulkan untuk melihat tingkat kepraktisan dan keterterimaan media (Kristanto et al., 2021).

Tahap kelima adalah evaluation, yang dilakukan secara formatif selama proses pengembangan dan secara sumatif setelah implementasi (Firdaus et al., 2024). Evaluasi ini bertujuan menilai kualitas media, kelayakan penggunaan, serta dampaknya terhadap literasi digital dan hasil belajar siswa. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar revisi akhir agar produk DIGEST semakin optimal dan layak digunakan sebagai media pembelajaran biologi (Ayyasy et al., 2023).

Secara operasional, sejak awal semester hingga akhir, peneliti melakukan rangkaian kegiatan mulai dari studi literatur, analisis kebutuhan di sekolah, penyusunan rancangan media, pengembangan konten dan struktur Google Sites, validasi ahli, uji coba terbatas di kelas, pengumpulan data respon pengguna, hingga revisi dan penyempurnaan produk akhir, sehingga media DIGEST dikembangkan melalui proses yang sistematis, iteratif, dan berbasis bukti sesuai prinsip desain pembelajaran digital.

Referensi

Aka, K. (2019). Integration Borg & Gall (1983) and Lee & Owen (2004) models as an alternative model of design-based research of interactive multimedia in elementary school. Journal of Physics: Conference Series, 1318, 012022. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1318/1/012022

Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.

Ayittey, A., Arthur-Nyarko, E., & Onuman, F. (2019). Impact of multimedia instruction in biology on senior high school students’ achievement. Computer Science and Information Technology, 7(5), 87–94. https://doi.org/10.13189/csit.2019.070502

Ayyasy, F., & D. (2023). Pengembangan aplikasi software multimedia dalam pembelajaran bahasa Inggris teknik pada prodi pendidikan teknik bangunan. Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional, 5(2), 119–127. https://doi.org/10.21009/jptv.5.2.119

Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.

Drigas, A., Papanastasiou, G., & Skianis, C. (2023). The school of the future: The role of digital technologies, metacognition and emotional intelligence. International Journal of Emerging Technologies in Learning (iJET), 18(9), 65–85. https://doi.org/10.3991/ijet.v18i09.38133

Dzulfikry, R., Bundu, P., & Saud, S. (2024). Interactive biology media learning development to the student learning style (Audio-Visual-Kinesthetic) based on Google Site. Journal of Multidisciplinary Academic Business Studies. https://doi.org/10.35912/jomabs.v1i3.2096

Firdaus, Z., Zubaidah, S., & Munzil. (2024). Video animation in coordination system to improve students’ cognitive ability. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 10(2). https://doi.org/10.22219/jpbi.v10i2.33192

Hartari, R., & Putra, G. (2025). Development of Google Sites learning media to improve learning outcomes of class III elementary school. JTP – Jurnal Teknologi Pendidikan. https://doi.org/10.21009/jtp.v27i1.53590

Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.

Kalyani, L. (2024). The role of technology in education: Enhancing learning outcomes and 21st century skills. International Journal of Scientific Research in Modern Science and Technology, 3(4). https://doi.org/10.59828/ijsrmst.v3i4.199

Kassa, M., Azene, M., Mengstie, S., & Ferede, M. (2024). Effect of using multimedia and dynamic classroom integrated instruction on grade 11 students’ biology academic achievement. Heliyon, 10(3), e37315. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e37315

Kompen, R., Edirisingha, P., Canaleta, X., Alsina, M., & Monguet, J. (2019). Personal learning environments based on Web 2.0 services in higher education. Telematics and Informatics, 38, 194–206. https://doi.org/10.1016/j.tele.2018.10.003

Kristanto, A., Sulistiowati, & Pradana, H. (2021). Brain-based online learning design in the disruptive era for students in university. Journal of Educational and Social Research. https://doi.org/10.36941/jesr-2021-0147

Landis, S., Piecyk, A., Reitz, M., Enzingmüller, C., Schulenburg, H., Bosch, T., Dierking, K., Deines, P., Hunfeld-Häutle, J., Rappaport, K., & Duscher, T. (2023). Meet the Metaorganism: A web-based learning app for undergraduate and graduate biology students. BioEssays, 45(7), e202300043. https://doi.org/10.1002/bies.202300043

Mardiana, H. (2024). Perceived impact of lecturers’ digital literacy skills in higher education institutions. SAGE Open, 14(2). https://doi.org/10.1177/21582440241256937

Mayer, R. (2017). Using multimedia for e-learning. Journal of Computer Assisted Learning, 33, 403–423. https://doi.org/10.1111/jcal.12197

Mayer, R. (2024). The past, present, and future of the cognitive theory of multimedia learning. Educational Psychology Review. https://doi.org/10.1007/s10648-023-09842-1

Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.

Nasution, F., & Astuti, T. (2024). Website-based learning media using Google Sites to improve student learning outcomes in natural and social sciences subjects on biodiversity material. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA. https://doi.org/10.29303/jppipa.v10i10.7967

Nikou, S., & Aavakare, M. (2021). An assessment of the interplay between literacy and digital technology in higher education. Education and Information Technologies, 26, 3893–3915. https://doi.org/10.1007/s10639-021-10451-0

Saavedra, A., & Opfer, V. (2012). Learning 21st-century skills requires 21st-century teaching. Phi Delta Kappan, 94(2), 13–18. https://doi.org/10.1177/003172171209400203

Septiani, A., Rejekiningsih, T., & colleagues. (2020). Development of interactive multimedia learning courseware to strengthen students’ character. European Journal of Educational Research. https://doi.org/10.12973/eu-jer.9.3.1267

Silber-Varod, V., Eshet, Y., & Geri, N. (2019). Tracing research trends of 21st-century learning skills. British Journal of Educational Technology, 50(6), 3099–3118. https://doi.org/10.1111/bjet.12753

Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.

Sukamdi, S., Lepik, A., & Denkovski, V. (2023). Tapping into creativity: Crafting engaging math lessons for middle schoolers with Macromedia Flash. Tekno-Pedagogi: Jurnal Teknologi Pendidikan, 13(1). https://doi.org/10.22437/teknopedagogi.v13i1.32517

Sukma, R., Purwianingsih, W., & Amprasto, A. (2024). An analysis of digital literacy skills of high school students in biology learning. Jurnal Biolokus, 6(2), 123–131. https://doi.org/10.30821/biolokus.v6i2.2420

Thornhill-Miller, B., Camarda, A., Mercier, M., Burkhardt, J., Morisseau, T., Bourgeois-Bougrine, S., Vinchon, F., Hayek, S., Augereau-Landais, M., Mourey, F., Feybesse, C., Sundquist, D., & Lubart, T. (2023). Creativity, critical thinking, communication, and collaboration: Assessment, certification, and promotion of 21st century skills for the future of work and education. Journal of Intelligence, 11(3). https://doi.org/10.3390/jintelligence11030054

Todino, M. (2025). Educational technologies. In Encyclopedia. MDPI. https://doi.org/10.3390/encyclopedia5010023



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *