Pengembangan Modul Interaktif Berbasis Proyek Lokal dengan Peer Review Terstruktur pada Platform SPADA Indonesia

·

·

, ,

Bagian I: Pendahuluan

Analisis Kesenjangan

Transformasi pembelajaran digital di pendidikan tinggi Indonesia belum sepenuhnya diikuti oleh transformasi pedagogis yang memadai. Platform SPADA Indonesia secara ideal diharapkan mampu menjadi ruang belajar digital yang interaktif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21. Namun, kondisi aktual di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran pada SPADA masih didominasi oleh penyajian konten pasif berupa dokumen dan video satu arah, dengan tingkat interaksi dan asesmen otentik yang rendah. Kesenjangan ini menandakan adanya masalah desain pembelajaran digital yang masih berfokus pada distribusi materi, bukan pada pengalaman belajar bermakna. Padahal, teknologi pendidikan modern menuntut pergeseran dari content delivery menuju learning experience design yang menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar aktif dalam ekosistem digital (Hokanson et al., 2018; Bishop et al., 2020). Kesenjangan antara harapan pedagogis dan praktik aktual inilah yang menjadi dasar pengembangan modul interaktif berbasis proyek lokal dengan peer review terstruktur pada platform SPADA.

Bagian II: Analisis Keilmuan Pendidikan (Pedagogi)

Fokus Masalah & Landasan Desain

Fokus utama permasalahan dalam proyek ini terletak pada rendahnya keterlibatan kognitif dan sosial mahasiswa akibat desain pembelajaran daring yang minim aktivitas bermakna. Secara pedagogis, pembelajaran digital yang efektif seharusnya memungkinkan mahasiswa membangun pengetahuan melalui eksplorasi, refleksi, dan kolaborasi. Modul berbasis proyek lokal yang dikembangkan dalam proyek ini berangkat dari prinsip konstruktivisme dan project-based learning, di mana mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menerapkannya pada konteks nyata. Desain ini sejalan dengan pandangan Spector et al. (2014) yang menekankan bahwa kualitas pembelajaran digital ditentukan oleh keselarasan antara tujuan, aktivitas, dan asesmen. Dengan demikian, fitur proyek lokal dan peer review bukan sekadar elemen teknis, melainkan representasi langsung dari desain pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan makna dan transfer kompetensi.

Transformasi Teknologi & Koherensi Fitur

Transformasi teknologi dalam proyek ini tidak dilakukan secara ad-hoc, melainkan dirancang melalui koherensi antarfitur yang saling mendukung secara pedagogis. Modul proyek lokal, peer review terstruktur, micro-discussion, serta badge dan portofolio digital membentuk satu ekosistem belajar yang terpadu. Koherensi ini penting agar mahasiswa tidak mengalami fragmentasi pengalaman belajar, melainkan alur pembelajaran yang logis dan berkesinambungan. Bishop et al. (2020) menegaskan bahwa desain pembelajaran digital yang efektif harus mempertimbangkan hubungan sistemik antara konten, aktivitas, teknologi, dan peran pengguna. Oleh karena itu, setiap fitur dalam proyek ini dirancang bukan sebagai tambahan kosmetik, tetapi sebagai bagian dari transformasi pembelajaran digital menuju praktik pedagogi yang lebih reflektif dan kolaboratif.

Bagian III: Analisis Keilmuan Teknologi Pendidikan (Tekno-Pedagogi)

Analisis “How”: Kolaborasi Manusia & Teknologi

Dari perspektif tekno-pedagogi, modul interaktif SPADA ini bekerja sebagai medium kolaborasi konkret antara manusia dan teknologi. Teknologi tidak menggantikan peran dosen atau mahasiswa, melainkan memperluas kapasitas mereka dalam mengelola pembelajaran. Sistem peer review digital, misalnya, memungkinkan mahasiswa menjalankan fungsi evaluatif yang sebelumnya hanya dilakukan oleh dosen, dengan dukungan rubrik otomatis sebagai scaffolding kognitif. Konsep ini selaras dengan gagasan kolaborasi antara kecerdasan manusia dan sistem digital yang dikemukakan oleh Albert et al. (2021), di mana teknologi berfungsi sebagai penguat proses berpikir dan pengambilan keputusan manusia dalam konteks pembelajaran.

Analisis “How”: Dekomposisi Masalah

Secara teknologis, proyek ini menerapkan prinsip dekomposisi masalah dengan memecah sistem pembelajaran kompleks menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana dan terkelola. Proses belajar diuraikan ke dalam tahapan: eksplorasi materi, pengerjaan proyek, diskusi mikro, penilaian sejawat, dan refleksi melalui portofolio. Pendekatan ini memudahkan mahasiswa memahami alur pembelajaran sekaligus memudahkan dosen dalam mengelola proses instruksional. Prinsip dekomposisi ini sejalan dengan pendekatan berpikir komputasional dalam desain sistem pembelajaran digital, sebagaimana dijelaskan oleh Rich dan Hodges (2017), yang menekankan pentingnya struktur logis dalam pengembangan teknologi pendidikan.

Analisis “How”: Definisi & Peran Teknologi

Berdasarkan definisi standar Teknologi Pendidikan, teknologi dalam proyek ini diposisikan sebagai studi dan praktik etis dalam memfasilitasi pembelajaran melalui penciptaan, penggunaan, dan pengelolaan proses serta sumber daya teknologi (Januszewski & Molenda, 2008). Modul interaktif SPADA ini secara eksplisit memenuhi definisi tersebut karena dirancang untuk memfasilitasi belajar, bukan sekadar menyajikan informasi. Peran teknologi dalam proyek ini adalah sebagai penghubung antara desain pedagogis, aktivitas belajar, dan asesmen, sehingga mempertegas posisi karya ini sebagai produk ilmiah dalam disiplin Teknologi Pendidikan.

Bagian IV: Tutorial Pemanfaatan Produk Proyek

Aksesibilitas & Konsep Pembelajaran

Produk proyek ini dirancang agar dapat diakses melalui platform SPADA berbasis Moodle tanpa memerlukan perangkat lunak tambahan yang kompleks. Mahasiswa dapat mengakses modul, mengunggah proyek, mengikuti peer review, dan mengelola portofolio dalam satu lingkungan terpadu. Dari sudut pandang pedagogis, kemudahan akses ini mendukung prinsip pembelajaran fleksibel dan learner-centered, di mana teknologi tidak menjadi hambatan, melainkan fasilitator proses belajar (Moller et al., 2009).

Tutorial & Video

Panduan penggunaan modul disajikan melalui video tutorial yang disematkan dari YouTube, menampilkan pengembang sebagai presenter. Video ini menjelaskan alur penggunaan modul mulai dari eksplorasi materi hingga perolehan badge. Penyertaan video tutorial tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga pedagogis, karena membantu mahasiswa membangun pemahaman prosedural secara visual dan kontekstual, sebagaimana dianjurkan dalam pengembangan pembelajaran digital modern (Spector et al., 2014).

Bagian V: Penutup

Kesimpulan & Unconstrained Learning

Secara keseluruhan, modul interaktif berbasis proyek lokal dengan peer review terstruktur ini menawarkan solusi strategis terhadap keterbatasan pembelajaran daring di SPADA Indonesia. Produk ini tidak hanya meningkatkan interaktivitas dan kualitas asesmen, tetapi juga memperluas makna belajar melalui portofolio dan badge kompetensi. Pendekatan ini mencerminkan paradigma unconstrained learning, yaitu pembelajaran tanpa batasan ruang, waktu, dan peran tradisional, yang menjadi ciri pendidikan jarak jauh generasi baru (Moller & Huett, 2012). Dengan demikian, proyek ini tidak hanya relevan secara teknis, tetapi juga memiliki nilai pedagogis dan keilmuan yang kuat dalam konteks Teknologi Pendidikan.

Referensi

Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.

Ataş, H., & Yıldırım, T. (2025). Shared metacognition in collaborative online learning environments. International Journal of Educational Technology, 42(1), 55–70.

Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.

Dabbagh, N., & Kitsantas, A. (2012). Personal learning environments, social media, and self-regulated learning: A natural formula for connecting formal and informal learning. Internet and Higher Education, 15(1), 3–8. https://doi.org/10.1016/j.iheduc.2011.06.002

Downes, S. (2010). New technology supporting informal learning. Journal of Emerging Technologies in Web Intelligence, 2(1), 27–33. https://doi.org/10.4304/jetwi.2.1.27-33

Garrison, D. R., Anderson, T., & Archer, W. (2010). The Community of Inquiry framework ten years later. The Internet and Higher Education, 13(1–2), 5–9. https://doi.org/10.1016/j.iheduc.2009.11.003

Heinich, R., Molenda, M., Russell, J. D., & Smaldino, S. E. (2013). Instructional media and technologies for learning. Pearson.

Hill, J., & Ellis, C. (2025). Designing adaptive online learning for advanced academic performance. Journal of Digital Learning Innovations, 18(2), 102–118.

Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.

Honeyman, M., & Eck, R. (2025). Designing project-based e-learning for deeper understanding. Journal of Applied Instructional Design, 14(1), 44–59.

Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.

Jing, L., Han, Y., & Wu, S. (2025). Virtual learning environments and their effects on student performance: A comprehensive review. Journal of Learning Analytics and Technology, 7(1), 20–38.

Kim, K. J., & Bonk, C. J. (2006). The future of online teaching and learning in higher education. Educause Quarterly, 29(4), 22–30.

Kocdar, S., Bozkurt, A., & Ucar, H. (2018). An examination of the MOOC experience from learners’ perspectives. Asian Association of Open Universities Journal, 13(1), 54–68. https://doi.org/10.1108/AAOUJ-09-2017-0036

Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.

Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (Eds.). (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.

Ran, M., Liu, X., & Chen, S. (2025). Effects of problem-posing strategies on students’ cognitive engagement in online learning. Journal of Digital Pedagogy Research, 9(1), 77–95.

Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Eds.). (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *