Pengembangan Modul Microlearning Adaptif untuk Meningkatkan Manajemen Waktu Mahasiswa

·

·

Nama: Fikri Ristyan Ramadhani

NIM: 230121609556

Kelas/Offering: C23

Harapan Proyek 

Dalam ekosistem pendidikan era digital, mahasiswa idealnya memiliki kemampuan self-regulated learning (SRL) yang kuat, terutama dalam hal manajemen waktu. Kondisi ideal yang ingin dicapai adalah:

  • Mahasiswa mampu mengatur waktu belajar secara mandiri dan konsisten.
    Pembelajaran berlangsung secara fleksibel, personal, dan adaptif.
  • Teknologi pendidikan mampu menyediakan modul yang ringkas (microlearning) namun berdampak besar, memberi umpan balik cepat, dan sesuai kebutuhan individu.
  • Pembelajaran digital tidak hanya menyampaikan materi, tetapi menuntun mahasiswa membangun kebiasaan belajar efektif melalui feedback adaptif, interaktivitas, dan refleksi mandiri.

Idealnya, pendidikan masa depan bergerak menuju pembelajaran adaptif cerdas yang menyesuaikan gaya belajar, ritme, dan kelemahan mahasiswa secara real-time, sehingga mereka dapat mengoptimalkan waktu belajar dan produktivitas sehari-hari.

Konteks Proyek 

Proyek ini diterapkan dalam konteks:

  • Lingkungan pembelajaran digital perkuliahan berbasis LMS seperti Google Classroom.
  • Mahasiswa kini menghadapi beban multitugas, fleksibilitas waktu, dan distraksi tinggi sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang ringkas namun efektif.
  • Teknologi pendidikan berperan sebagai fasilitator untuk:
    • menyajikan konten modular yang mudah diakses,
    • menampilkan kuis adaptif berbasis respons,
    • memberikan rekomendasi personal,
    • mendukung pembelajaran mandiri (self-paced learning),
    • serta memonitor perkembangan mahasiswa secara sistematis.

Modul microlearning adaptif membantu mahasiswa belajar dengan langkah singkat namun fokus, sekaligus meningkatkan kemampuan mengelola waktu melalui latihan interaktif dan refleksi adaptif.

Deskripsi Kesenjangan 

Meskipun pembelajaran digital sudah diterapkan luas, terdapat berbagai masalah nyata:

  • Banyak mahasiswa kesulitan mengatur waktu karena tidak memiliki strategi prioritas yang tepat.
  • Materi kuliah sering disajikan terlalu panjang, sehingga sulit diikuti dan kurang efisien.
  • Modul pembelajaran yang tersedia tidak adaptif—tidak menyesuaikan kebutuhan mahasiswa berdasarkan performa kuis atau refleksi.
  • Umpan balik dari dosen cenderung lambat dan tidak personal.
  • Belum ada sistem pembelajaran singkat (microlearning) yang secara khusus membantu mahasiswa mengatasi tantangan manajemen waktu secara interaktif.

Akibatnya, gap antara kondisi ideal (mahasiswa mandiri, teratur, produktif) dan kondisi aktual (kebingungan mengelola waktu, prokrastinasi, rendahnya konsistensi belajar) masih besar.

Uraian Deskripsi Solusi Proyek

Solusi yang dikembangkan adalah Modul Microlearning Adaptif untuk Meningkatkan Manajemen Waktu Mahasiswa, yang terdiri dari:

1) Modul Microlearning Interaktif

  • Materi pendek, ringkas, dan fokus pada core concept manajemen waktu.
  • Disajikan dalam bentuk slide story, video singkat, ilustrasi, dan langkah praktis.

2) Kuis Adaptif Berbasis Respons

  • Sistem memberi umpan balik berbeda untuk jawaban benar, salah, ragu, atau lambat.
  • Setiap respons memicu tambahan materi atau penguatan sesuai kebutuhan mahasiswa.

3) Latihan Berbasis Kasus

  • Mahasiswa diberikan situasi nyata (misalnya banyak deadline).
  • Pilihan tindakan memicu feedback adaptif yang mengarahkan strategi yang tepat.

4) Panel Refleksi Adaptif

  • Mahasiswa menuliskan tantangan manajemen waktu pribadi.
  • Sistem memberi respons otomatis yang disesuaikan dengan isi refleksi mahasiswa.

5) Rekomendasi Personal

  • Berdasarkan pola jawaban dan refleksi, sistem memberikan rekomendasi seperti:
    • Teknik Pomodoro
    • Matriks Prioritas
    • Manajemen jadwal mingguan
    • Strategi menghindari distraksi

Rumusan Masalah Proyek

“Bagaimana pengembangan Modul Microlearning Adaptif dapat meningkatkan kemampuan manajemen waktu mahasiswa melalui pembelajaran interaktif dan umpan balik personal?”

Metodologi Pengembangan Proyek

Metode yang digunakan merujuk pada langkah-langkah pengembangan yang telah dilakukan selama semester, meliputi:

  1. Analisis Kebutuhan Pengguna
    Mengidentifikasi tantangan mahasiswa dalam mengatur waktu dan kebutuhan modul microlearning.
  2. Dekonstruksi Proposal
    Membuat peta konten, tujuan pembelajaran, serta strategi pedagogis berbasis SRL, konstruktivisme, dan mastery learning.
  3. Perancangan Alur Interaksi
    Menyusun alur modul dari intro → kuis adaptif → latihan kasus → refleksi → rekomendasi.
  4. Pembuatan Storyboard Detail
    Mendesain tampilan, audio, teks, interaktivitas, dan skenario feedback untuk setiap panel.
  5. Pengembangan Prototype Modul
    Menggunakan Google Forms dengan logika adaptif, dan media microlearning.
  6. Uji Coba Terbatas
    Menilai usability, efektivitas interaktivitas, dan kualitas umpan balik adaptif.
  7. Revisi & Finalisasi
    Memperbaiki alur adaptif, instruksi, dan kualitas konten berdasarkan umpan balik mahasiswa/dosen.

Metode ini menghasilkan modul adaptif yang mudah diakses, ringkas, dan efektif mendukung manajemen waktu mahasiswa.

Clark, R. C., & Mayer, R. E. (2016). E-learning and the science of instruction. Wiley.

Hodges, C. (2018). Self-regulated learning and online education. Journal of Online Learning Research, 4(2), 123–140.

Meyer, K. (2021). Time management practices and academic performance. Educational Psychology Review, 33(1), 45–65.

Kim, K., & Frick, T. (2017). Adaptive feedback in digital learning environments. Educational Technology Research and Development, 65(1), 1–23.

Ibrahim, Z., & Nat, M. (2019). Microlearning strategies in higher education. International Journal of Interactive Mobile Technologies, 13(2), 152–168.

Boekaerts, M. (2010). Self-regulation and learning strategies. Educational Psychologist, 45(1), 51–58.

Hew, K. F., & Lo, C. K. (2018). Flipped classrooms and microlearning in higher education. Computers & Education, 127, 1–9.

Zimmerman, B. J. (2008). Investigating self-regulation and motivation. American Educational Research Journal, 45(3), 639–662.

Schunk, D. H. (2020). Learning theories: An educational perspective. Pearson.Ritchie, D., & Klein, J. (2020). Online learning challenges in higher education. Journal of Educational Computing Research, 58(4), 801–824.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *