Pengembangan Multimedia Linear Berbasis Video untuk Pembelajaran Alat Laboratorium IPA Kelas VII SMP

·

·

Bagian I: Pendahuluan

Uraian Produk Proyek

Pemanfaatan video pembelajaran dalam pembelajaran IPA di tingkat SMP pada dasarnya telah menjadi praktik yang umum seiring dengan meningkatnya ketersediaan teknologi digital di sekolah. Namun, dalam praktiknya, penggunaan video sering kali masih bersifat pasif dan berfungsi sebagai media penyampai informasi satu arah, sehingga belum sepenuhnya mendukung terjadinya pembelajaran bermakna dan reflektif. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan pembelajaran IPA yang menuntut pemahaman prosedural, konseptual, dan keselamatan kerja di laboratorium dengan realitas pemanfaatan media yang belum terintegrasi secara pedagogis. Padahal, riset teknologi pendidikan menekankan bahwa multimedia seharusnya dirancang melampaui sekadar penyajian konten, dengan memperhatikan prinsip desain pembelajaran dan keterlibatan aktif peserta didik (Hokanson et al., 2018; Bishop et al., 2020). Oleh karena itu, pengembangan multimedia linear berbasis video yang diperkaya dengan kuis formatif menjadi upaya strategis untuk menjembatani kesenjangan tersebut, khususnya dalam pembelajaran alat laboratorium IPA kelas VII SMP.

Bagian II: Analisis Keilmuan Pendidikan (Pedagogi)

Fokus Masalah dan Landasan Desain
Fokus utama pengembangan produk ini terletak pada kebutuhan peserta didik akan pemahaman prosedural yang benar terkait penggunaan alat-alat laboratorium IPA. Kesalahan penggunaan alat tidak hanya berdampak pada kegagalan praktikum, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Oleh karena itu, media pembelajaran perlu dirancang secara sistematis untuk membantu peserta didik membangun representasi mental yang akurat mengenai fungsi dan cara kerja alat laboratorium. Video pembelajaran dipilih karena memiliki kemampuan menampilkan prosedur secara konkret dan berurutan, sehingga sesuai untuk mendukung pembelajaran berbasis demonstrasi. Penelitian menunjukkan bahwa video instruksional yang dirancang dengan memperhatikan prinsip multimedia learning mampu meningkatkan pemahaman dan hasil belajar peserta didik (Fiorella et al., 2018; Abdulrahaman, 2020).

Transformasi Pembelajaran dan Koherensi Fitur
Transformasi pedagogis dalam produk ini diwujudkan melalui pengintegrasian kuis formatif di dalam alur video pembelajaran. Kuis tidak diposisikan sebagai alat evaluasi semata, melainkan sebagai sarana refleksi dan penguatan pemahaman peserta didik setelah menyimak penjelasan tertentu. Integrasi ini menjaga koherensi antara tujuan pembelajaran, penyajian materi, dan aktivitas belajar, sehingga peserta didik tidak hanya menonton, tetapi juga terlibat secara kognitif. Pendekatan ini sejalan dengan temuan penelitian yang menegaskan bahwa video interaktif dan penyisipan pertanyaan dapat meningkatkan keterlibatan, motivasi, serta kualitas pengalaman belajar peserta didik (Dahlan & Abdul Halim, 2024; Ningsi, 2025).

Bagian III: Analisis Keilmuan Teknologi Pendidikan (Tekno-Pedagogi)

Kolaborasi Manusia dan Teknologi Tekno-Pedagogi
Dari perspektif tekno-pedagogi, multimedia linear berbasis video ini berfungsi sebagai medium kolaboratif antara guru, peserta didik, dan teknologi. Guru berperan sebagai perancang pengalaman belajar dengan menentukan alur materi, penekanan konsep, serta penyusunan kuis formatif, sementara teknologi berfungsi sebagai sarana untuk menyajikan representasi visual dan prosedural secara konsisten. Kolaborasi ini mencerminkan pemanfaatan teknologi sebagai sistem pendukung pembelajaran, bukan sekadar alat bantu teknis. Sebagaimana ditegaskan dalam kajian teknologi pendidikan, efektivitas media sangat ditentukan oleh bagaimana manusia memanfaatkan dan mengelolanya dalam konteks pembelajaran (Spector et al., 2014).

Penerapan Prinsip Dekomposisi
Pengembangan produk ini juga menunjukkan penerapan prinsip dekomposisi masalah dalam desain pembelajaran. Materi penggunaan alat laboratorium yang kompleks diuraikan menjadi segmen-segmen video yang lebih sederhana dan terfokus, seperti pengenalan alat, fungsi, langkah penggunaan, dan aspek keselamatan. Setiap segmen diakhiri dengan kuis singkat untuk memastikan pemahaman sebelum peserta didik melanjutkan ke bagian berikutnya. Pendekatan ini membantu mengurangi beban kognitif dan memungkinkan peserta didik memproses informasi secara bertahap, sebagaimana direkomendasikan dalam penelitian mengenai efisiensi multimedia learning dan pengelolaan beban kognitif (Ljubojević et al., 2025).

Definisi dan Peran Teknologi
Dalam kerangka disiplin Teknologi Pendidikan, multimedia linear berbasis video ini diposisikan sebagai proses dan sumber belajar yang dirancang secara sistematis untuk memfasilitasi belajar. Produk ini tidak hanya berfungsi sebagai media penyampai informasi, tetapi juga sebagai sistem yang mengintegrasikan konten, aktivitas, dan umpan balik dalam satu kesatuan pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa teknologi pendidikan mencakup perancangan, pemanfaatan, dan pengelolaan sumber belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (Spector et al., 2014; Bishop et al., 2020). Dengan demikian, produk ini merepresentasikan praktik teknologi pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kinerja belajar peserta didik.

Bagian IV: Tutorial Pemanfaatan Produk Proyek

Aksesibilitas dan Konsep Pembelajaran
Multimedia pembelajaran ini dirancang agar mudah diakses oleh peserta didik melalui perangkat digital yang tersedia di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Format video memungkinkan peserta didik untuk mempelajari kembali materi sesuai kebutuhan dan kecepatan masing-masing, sehingga mendukung pembelajaran mandiri. Selain itu, integrasi kuis formatif di dalam video memperkuat konsep pembelajaran aktif, karena peserta didik didorong untuk merefleksikan pemahamannya secara langsung setelah menerima informasi. Desain ini selaras dengan konsep pembelajaran jarak jauh dan fleksibel yang menekankan penghilangan hambatan ruang dan waktu dalam proses belajar (Moller & Huett, 2012).

Tutorial dan Video


Panduan penggunaan multimedia pembelajaran ini disajikan dalam bentuk video tutorial yang disematkan pada bagian ini. Video tutorial tersebut menampilkan alur pemanfaatan produk secara utuh, mulai dari pemutaran video pembelajaran hingga interaksi peserta didik dengan kuis formatif yang terintegrasi. Penyajian tutorial dalam format audiovisual dipilih untuk memberikan gambaran nyata mengenai cara kerja media serta menunjukkan bagaimana fitur-fitur di dalamnya saling terhubung secara sistematis dalam mendukung pembelajaran alat laboratorium IPA.

Akses produk video linear ada di bawah ini :

link : https://imeldarosiana.h5p.com/content/1292770782246417988

Bagian V: Penutup

Kesimpulan dan Unconstrained Learning
Sebagai simpulan, pengembangan multimedia linear berbasis video yang diperkaya dengan kuis formatif ini menawarkan solusi pedagogis dan teknologis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran alat laboratorium IPA kelas VII SMP. Produk ini memungkinkan peserta didik memperoleh pemahaman prosedural yang lebih baik sebelum melakukan praktikum, sekaligus meningkatkan keterlibatan dan refleksi belajar. Dalam konteks Unconstrained Learning, media ini mendukung pembelajaran yang lebih fleksibel, adaptif, dan tidak terikat oleh batasan ruang serta waktu, sehingga memberikan peluang belajar yang lebih luas bagi peserta didik. Dengan demikian, multimedia ini tidak hanya relevan sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai representasi penerapan Teknologi Pendidikan yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan pembelajaran.

Referensi

Abdulrahaman, M. D. (2020). Multimedia tools in the teaching and learning processes: A systematic review. Education and Information Technologies, 25(5), 1–15. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2405844020321551

Abdul Samat, M. S. (2020). The effectiveness of multimedia learning in enhancing reading comprehension among indigenous pupils. Arab World English Journal, 11(2), 1–15. https://www.awej.org

Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.

Dahlan, M. B., & Abdul Halim, N. S. (2024). Exploring interactive video learning: Techniques, applications and pedagogical insights. Applied Sciences. https://www.mdpi.com/20763417/15/3/1054

Désiron, J. C., Schmitz, M.-L., & Petko, D. (2024). Teachers as creators of digital multimedia learning materials: Are they aligned with multimedia learning principles? Research in Learning Technology. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/17501229.2022.2131791

Fiorella, L., Stull, A., Kuhlmann, S., & Mayer, R. E. (2018). Multimedia learning with instructional video. https://www.researchgate.net/publication/359588372_Multimedia_Learning_with_Instructional_Video

Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.

Ljubojević, M., Savić, M., Mijić, D., & Vico, G. (2025). Improving the efficiency of multimedia learning and the quality of experience by reducing cognitive load. Priviet Social Sciences Journal. https://journal.privietlab.org/index.php/PSSJ/article/view/215

Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.

Ningsi, N. (2025). Developing interactive learning media to enhance elementary students’ motivation and engagement. Jurnal Ilmiah Edukasi, 11(1), 1–10. https://educare.uinkhas.ac.id/index.php/jie/article/view/291

Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.

Wangi, N. B. S., & Darul ’Ulum Lamongan, et al. (2021). Development of learning media text tutorials video-based procedures using Screencast-O-Matic. Jurnal Pendidikan. https://media.neliti.com/media/publications/378226-development-of-learning-media-text-tutor-64f633c2.pdf

Kusumah, S. W. (2024). Development of video-based learning media on SLETV material to improve mathematics learning outcomes. Jurnal Pendidikan Matematika.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *