Platform Reflektif Berbasis Video Interaktif untuk Pengembangan Kompetensi Pedagogis Mahasiswa PGSD

·

·

Putri Novita Sari

Bagian I – Pendahuluan

Analisis Kesenjangan
Dalam konteks pendidikan calon guru SD, refleksi pedagogis merupakan kompetensi kunci yang menentukan kualitas praktik mengajar di masa depan. Secara ideal, mahasiswa PGSD diharapkan mampu menganalisis praktik pembelajaran secara kritis, berbasis pengalaman nyata, dan berkelanjutan. Namun, pada praktiknya refleksi mahasiswa masih didominasi pendekatan teoritis dan deskriptif, tanpa dukungan pengalaman autentik seperti analisis video microteaching. Hal ini sejalan dengan temuan bahwa pembelajaran kependidikan sering kali belum mengintegrasikan teknologi secara bermakna untuk mendukung proses berpikir tingkat tinggi (Bishop et al., 2020). Akibatnya, peluang untuk mengembangkan kompetensi reflektif, kolaboratif, dan pedagogis mahasiswa belum optimal, sehingga diperlukan solusi berbasis teknologi pendidikan yang dirancang secara sistematis.

Bagian II – Analisis Keilmuan Pendidikan (Pedagogi)

Fokus Masalah dan Landasan Desain
Fokus utama proyek ini adalah lemahnya kemampuan refleksi pedagogis mahasiswa PGSD terhadap praktik mengajar. Untuk menjawab masalah tersebut, platform reflektif berbasis video dirancang dengan landasan teori reflective teaching, collaborative learning, dan experiential learning. Melalui analisis video microteaching, mahasiswa belajar dari pengalaman nyata, sebagaimana prinsip experiential learning yang menekankan belajar dari pengalaman langsung. Aktivitas refleksi tertulis dan diskusi sejawat memperkuat proses metakognitif mahasiswa dalam memahami praktik mengajar secara lebih mendalam (Spector et al., 2014).

Transformasi Teknologi dan Koherensi Fitur
Transformasi teknologi dalam proyek ini diwujudkan melalui koherensi antarfitur platform, mulai dari video microteaching, refleksi pribadi digital, forum diskusi, hingga kuis reflektif. Setiap fitur dirancang saling terhubung secara pedagogis, bukan sekadar penyajian konten digital. Pendekatan ini sejalan dengan pandangan bahwa teknologi pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai media penyampai informasi, tetapi sebagai sistem yang mendukung proses belajar yang bermakna dan reflektif (Hokanson et al., 2018).

Bagian III – Analisis Keilmuan Teknologi Pendidikan (Tekno-Pedagogi)

Analisis How: Kolaborasi Manusia dan Teknologi
Platform reflektif ini bekerja sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa sebagai subjek pembelajar dan teknologi sebagai fasilitator refleksi. Mahasiswa berperan aktif dalam menganalisis video, menuliskan refleksi, serta berdiskusi, sementara teknologi menyediakan struktur, alur, dan umpan balik yang sistematis. Kolaborasi ini mencerminkan konsep integrasi kecerdasan manusia dan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (Albert et al., 2021).

Analisis How: Dekomposisi Masalah
Masalah kompleks berupa refleksi pedagogis diuraikan menjadi beberapa komponen yang lebih sederhana melalui struktur platform. Proses refleksi dimulai dari observasi video, dilanjutkan dengan pertanyaan reflektif, diskusi sejawat, dan evaluasi diri. Dekomposisi ini membantu mahasiswa memahami praktik mengajar secara bertahap dan sistematis, sebagaimana prinsip desain pembelajaran berbasis teknologi yang menekankan kejelasan alur dan tahapan belajar (Moller et al., 2009).

Analisis How: Definisi dan Peran Teknologi
Berdasarkan definisi standar, teknologi pendidikan adalah studi dan praktik etis dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan, dan mengelola proses serta sumber daya teknologi (Januszewski & Molenda, 2008). Platform reflektif ini menegaskan posisinya dalam disiplin Teknologi Pendidikan karena dirancang bukan hanya sebagai produk digital, tetapi sebagai sistem pembelajaran yang memfasilitasi refleksi, kolaborasi, dan peningkatan kompetensi pedagogis mahasiswa PGSD.

Bagian IV – Tutorial Pemanfaatan Produk Proyek

Aksesibilitas dan Konsep Pembelajaran
Platform reflektif dapat diakses secara daring melalui perangkat laptop atau gawai. Mahasiswa memulai dari halaman beranda, memilih modul pembelajaran, menonton video microteaching, dan mengikuti alur refleksi yang telah disusun. Desain ini mendukung fleksibilitas belajar serta mendorong pembelajaran mandiri dan reflektif, sesuai karakteristik pembelajaran digital.

Tutorial Penggunaan Platform


Tahap pertama, mahasiswa menonton video microteaching yang disertai checkpoint refleksi. Tahap kedua, mahasiswa menuliskan refleksi pribadi pada kolom digital yang tersedia. Tahap ketiga, mahasiswa berdiskusi dan memberikan umpan balik pada forum sejawat. Tahap keempat, mahasiswa mengerjakan kuis reflektif dan evaluasi diri untuk mengukur pemahaman pedagogis. Bagian ini dilengkapi dengan video tutorial yang disematkan dari YouTube dan menampilkan presenter secara langsung.

Bagian V – Penutup

Kesimpulan dan Unconstrained Learning
Platform reflektif berbasis video interaktif ini memiliki nilai strategis dalam mengembangkan kompetensi pedagogis dan reflektif mahasiswa PGSD. Dengan memanfaatkan teknologi digital, proses refleksi tidak lagi terikat ruang dan waktu, sehingga mendukung paradigma unconstrained learning. Konsep ini menekankan pembelajaran tanpa batasan tradisional, di mana mahasiswa dapat belajar secara fleksibel, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam lingkungan digital (Moller & Huett, 2012).

Daftar Referensi

Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.

Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.

Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.

Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.

Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.

Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (Eds.). (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.

Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Eds.). (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.

Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *