Revo Alif Pribadinta
230121604376
Kelas C
Harapan Proyek
Kondisi ideal pendidikan masa depan yang ingin dicapai adalah lingkungan pembelajaran online (MOOC) yang tidak hanya menguji hafalan tetapi secara eksplisit memfasilitasi dan mengukur kapabilitas kognitif tingkat tinggi seperti Analisis, Evaluasi, dan Kreasi. Harapannya, teknologi pendidikan (Educational Technology) berfungsi sebagai proses sistematis yang direkayasa untuk menyelesaikan permasalahan pembelajaran, bukan sekadar alat pelengkap. Lingkungan ideal harus mampu menyokong mekanisme umpan balik kualitatif yang menjangkau ribuan peserta secara efisien, sehingga setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan Self-Regulated Learning (SRL) melalui refleksi kritis. Idealita ini sejalan dengan visi pembelajaran abad ke-21 yang mengutamakan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi.
Konteks Proyek
Proyek ini diterapkan dalam konteks lingkungan belajar Massive Open Online Course (MOOC) di tingkat nasional, khususnya yang diimplementasikan melalui platform LMS SPADA dan LMS Perguruan Tinggi mitra di Indonesia. Lingkungan ini dicirikan sebagai ekosistem pembelajaran yang masif, terdistribusi, dan tersebar.
Peran teknologi pendidikan dalam proyek ini adalah untuk menyediakan intervensi sistematis melalui desain instruksional. Teknologi (LMS native atau Google Forms) digunakan untuk mengelola dan menskalakan mekanisme peer review , mengubah tugas penilaian menjadi aktivitas pembelajaran Konstruktivistik dan menyediakan umpan balik formatif pada skala besar (large-scale). Implementasi solusi ini menekankan pada strategi optimalisasi tool yang telah tersedia dengan biaya rendah (low-cost) untuk menghasilkan dampak yang signifikan (high-impact)
Deskripsi Kesenjangan
Kesenjangan mendasar antara harapan dan realita terletak pada defisiensi substansial dalam mutu umpan balik dan ketidakakuratan asesmen untuk kompetensi kognitif tingkat tinggi. Metode penilaian daring yang dominan, yaitu kuis pilihan ganda, hanya mampu memverifikasi kemampuan recall. Hal ini menciptakan kesenjangan kualitas asesmen di mana instrumen penilaian gagal selaras (aligned) dengan tujuan pembelajaran yang menargetkan tingkat Kreasi dan Evaluasi. Kesenjangan ini diperparah oleh tantangan struktural berupa ketimpangan rasio antara jumlah dosen pengajar dengan skala partisipasi mahasiswa yang masif pada lingkungan MOOC, yang secara sistematis menghambat pemberian umpan balik personal dan mendetail (personalized and detailed feedback) oleh instruktur.
Uraian Deskripsi Solusi Proyek
Solusi yang ditawarkan adalah Pengembangan Sistem Asesmen Adaptif melalui inisiasi Rubrik Digital Peer Review yang terstruktur. Solusi ini mentransformasi tugas penilaian menjadi aktivitas pembelajaran Konstruktivistik. Fitur utama Rubrik ini dirancang secara adaptif dengan kriteria terperinci untuk meminimalkan bias penilaian subjektif dan meningkatkan jaminan kefair-an (fairness). Secara operasional, setiap mahasiswa diwajibkan untuk menilai minimal tiga (3) rekan sejawatnya. Kontrol pedagogis diimplementasikan melalui kewajiban mengisi umpan balik kualitatif (melalui kotak teks paragraf wajib isi), yang secara aktif melatih mahasiswa dalam keterampilan kognitif tingkat Evaluasi (Smith, 2025 ). Produk ini juga mencakup Modul Pelatihan singkat (Microlearning) yang memandu mahasiswa mengartikulasikan feedback yang bersifat konstruktif.
Rumusan Masalah Proyek
Rumusan masalah utama yang hendak dijawab melalui proyek ini adalah: Bagaimana pengembangan Rubrik Digital Peer Review yang valid dan terstruktur dapat diimplementasikan secara efektif di LMS SPADA guna meningkatkan kualitas umpan balik serta memfasilitasi pengukuran pemahaman tingkat Evaluasi mahasiswa S1/D3?
Tujuan Proyek
Tujuan utama dari proyek ini adalah menghasilkan sebuah sistem asesmen adaptif berupa Rubrik Digital Peer Review yang valid dan siap diimplementasikan pada LMS SPADA, yang secara khusus dirancang untuk mengukur dan memfasilitasi peningkatan kapabilitas Evaluasi mahasiswa.
Tujuan khusus, proyek ini adalah: Pertama, mengembangkan dan memvalidasi secara empiris Rubrik Digital Tiga Level serta aset pendukungnya (Modul Pelatihan dan Kuis Prasyarat) melalui Validasi Ahli. Kedua, memastikan bahwa Rubrik Digital yang dikembangkan dapat meningkatkan kualitas substansi umpan balik dan secara terukur memfasilitasi pengembangan keterampilan Evaluasi dan Self-Regulated Learning (SRL) mahasiswa. Terakhir, menganalisis korelasi antara skor peer review dengan skor yang diberikan oleh dosen sebagai indikator keandalan (reliability) dan validitas instrumen.
Metodologi Pengembangan Proyek
Proyek ini mengadopsi Model ADDIE sebagai kerangka kerja yang sistematis (proven framework) untuk rekayasa instruksional dan perancangan instrumen asesmen yang kompleks (Spector et al., 2014).
Tahap pertama adalah Analysis (Analisis), yang berfokus pada Feedback Gap Analysis untuk mengidentifikasi kesenjangan antara feedback yang diberikan dosen dan kebutuhan feedback oleh mahasiswa Gen Z. Dalam tahap ini, studi literatur intensif dan analisis kebutuhan dilakukan untuk menetapkan kriteria Rubrik Digital yang secara pedagogis mampu menargetkan Analisis dan Kreasi.
Tahap kedua adalah Design (Perancangan). Berdasarkan temuan analisis, blueprint instruksional mulai dibuat, mencakup perancangan Rubrik Digital Tiga Level, desain alur navigasi pengguna (flowchart), dan storyboard detail (Panel A, B, C) yang merinci komponen Visual, Audio, Teks, dan Interaksi untuk semua aset (Modul Pelatihan dan Rubrik).
Tahap ketiga adalah Development (Pengembangan). Dalam fase ini, semua blueprint dikonversi menjadi produk digital. Aset Microlearning dikembangkan dalam format Canva Website, Kuis Cek Pemahaman Prasyarat dikonfigurasi di Google Forms, dan instrumen Rubrik Digital (Peer Review) juga disiapkan di Google Forms dengan menerapkan Kontrol Pedagogis (wajib feedback kualitatif).
Tahap keempat adalah Implementation (Implementasi). Produk yang telah dikembangkan menjalani dua langkah verifikasi. Pertama adalah Validasi Ahli (Expert Review) oleh Dosen/Ahli Desain Instruksional. Kedua adalah Uji Coba Terbatas (Pilot Test) pada sampel kecil mahasiswa untuk menguji fungsionalitas, usability, dan kejelasan instruksi, sebelum diintegrasikan secara penuh ke dalam LMS SPADA.
Tahap kelima adalah Evaluation (Evaluasi). Dalam fase ini, data skor kuantitatif (dari peer review dan dosen) serta data kualitatif (dari feedback mahasiswa) dikumpulkan. Analisis korelasi komputasi akan dilakukan untuk menguji validitas dan keandalan instrumen, serta mengukur secara terukur apakah terjadi peningkatan signifikan pada keterampilan Evaluasi dan SRL mahasiswa sebagai hasil intervensi ini.
Referensi
Albert, M. V., Lin, L., Spector, M. J., & Dunn, L. S. (Eds.). (2021). Bridging human intelligence and artificial intelligence. Springer.
Bishop, M. J., Boling, E., Elen, J., & Svihla, V. (Eds.). (2020). Handbook of research in educational communications and technology (5th ed.). Springer.
Hokanson, B., Clinton, G., Tawfik, A. A., Grincewicz, A., & Schmidt, M. (Eds.). (2018). Educational technology beyond content: A new focus for learning. Springer.
Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.
Latip, A., & Permanasari, A. (2022). PENERAPAN MODEL ADDIE DALAM PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LITERASI SAINS. DIKSAINS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains, 2(2).
Moller, L., & Huett, J. B. (Eds.). (2012). The next generation of distance education: Unconstrained learning. Springer.
Moller, L., Huett, J. B., & Harvey, D. M. (Eds.). (2009). Learning and instructional technologies for the 21st century: Visions of the future. Springer.
Nugraha, M. S., et al. (2022). IMPLEMENTASI MODEL ADDIE SEBAGAI STRATEGI INOVATIF UNTUK MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN PAI YANG INTERAKTIF… Hikmah: Journal of Islamic Studies, 11(1).
Rich, P. J., & Hodges, C. B. (Eds.). (2017). Emerging research, practice, and policy on computational thinking. Springer.
Smith, T. (2025). Peer feedback in higher education: student perceptions of peer review and strategies for learning enhancement. Taylor & Francis Online. Spector, J. M., Merrill, M. D., Elen, J., & Bishop, M. J. (Eds.). (2014). Handbook of research on educational communications and technology (4th ed.). Springer.

Tinggalkan Balasan